Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Perihal Danu


__ADS_3

"Ooee...ooee..!"


Tangisan kecil Reyfan membangunkan Papahnya yang sedang tidur pulas, waktu sudah menunjukkan pukul tengah malam.


Ayana masih terpejam memejamkan matanya, sepertinya ia juga terlihat sangat kelelahan.


"Sayang... sayang bangunlah Reyfan menangis!"


"hmm"


Jawab Ayana pelan menatap suaminya dengan mata yang masih membuka tutup karena mengantuk.


"Ooee..."Reyfan terlihat berkutik dan terbangun dari tidurnya.


"Reyfan bangun!,sepertinya dia minta susu!"


"Iya iya baiklah!"


Ayana segera beranjak berdiri dari tidurnya,Rey juga bergegas membantu Ayana untuk menyiapkan bantal baby khusus untuk menyusui.


Mengangkat putranya pelan-pelan yang masih merengek itu dan segera menyusuinya.


"sayang, tolong kecilkan tegangan AC-nya,ini terlalu dingin!"Ayana yang merasa kedinginan.


"Oh iya baiklah!,kau tidak papa kan sayang?"menempelkan tangannya ke dahi untuk mengecek suhu tubuh Ayana.


"Tenanglah aku tidak papa!"


Reyfan sudah terdiam dan anteng menyedot ASI, sementara Ayana menyenderkan kepalanya ke batal karena begitu merasa ngantuk.


"Kau baru tidur?"tanya Rey yang begitu peka terhadap istrinya.


"Iya sayang!"menganggukkan kepalanya.


"iya sudah tidurlah!,aku yang akan menemani Reyfan minum susu"


mendekat ke arah istrinya dan menyenderkan kepala Ayana ke bahunya, kemudian tangannya memegangi Reyfan dan menjaganya yang sedang anteng minim susu.


Memandang wajah istrinya yang terlihat begitu letih memejamkan matanya, ia mengelus rambut istrinya dengan lembut dan mencium keningnya sesekali.


Kali ini Rey baru melihat perjuangan seorang istri yang selalu bangun tengah tengah malam, kurang tidur, mengganti popok putranya dan bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena harus menyusui si kecil.


Lukanya masih terasa sakit, ia belum sembuh dan belum bisa beraktivitas seperti biasanya, tapi demi putra-putrinya, seorang ibu tidak membebani apapun yang sedang ia rasakan,tapi kesehatan anaknya lah yang selalu ia utamakan, karena kebahagiaan seorang ibu adalah sang anak itu sendiri.


Reyfan sudah tertidur kembali,ia bahkan sudah terlepas dari ****** payudara sang ibu,


Ayana yang merasakan tangan suaminya telah berkutik langsung membuatnya terbangun dari tidurnya.


melihat suaminya yang sedang memindahkan putranya ke tengah ranjang membuatnya tersenyum menatapnya dengan mata yang sayu itu.


"kau bangun?, tidurlah lagi!"melihat Ayana yang sedang mengancing bajunya kembali.


"kau juga sayang!"


"Muach...,entar!, kamu saja dulu!aku akan menemani Reyfan sebentar!, kamu tidurlah!, perbanyak istirahat!"


Membelai kepala Ayana dengan lembut untuk segera menidurkannya.


****


Pagi baru semangat baru!,kali ini semuanya sudah terbangun dan membersihkan dirinya masing-masing,


mendapati kakaknya yang berpenampilan sangat rapi membuatnya bertanya.

__ADS_1


"Kau mau kemana?"


Tanya Rey yang melihat kembarannya yang sudah membawa tas.


"Aku mau pergi keluar, kenapa?,kau mau ikut?''


Jawab balik Ray dengan santai.


"Tidak!, aku kira kau akan kembali ke luar negeri?"


"jika aku kembali ke luar negeri aku pasti akan membawa koper Rey, tenganlah!,aku hanya akan keluar sebentar!"


"Baiklah!, hati-hati!"


Bahkan hubungan keduanya terlihat begitu sangat baik sekarang,Rey mulai mau bertanya terlebih dahulu walupun saudara kembarnya masih terdiam.


Aku merasa begitu senang sekarang, adikku telah kembali seperti dulu lagi...


Ray terseyum sambil meninggalkan rumah mengambil mobilnya, melihat Danu yang sedang sibuk bersama anak-anak buahnya membuatnya penasaran dan bertanya.


"Apa harimu sangat sibuk Danu?, kalian semua akan pergi ke panti asuhan kan?"


"Iya Tuan Muda tentu saja,kami memang akan segera berangkat ke sana sekarang juga!"


"Baiklah!,aku percaya semuanya kepadamu!, semangat!"


melajukan mobilnya dan segera meninggalkan lingkungan rumahnya.


*****


Kinar masih sibuk menatap ponselnya sejak pagi, bahkan ia tidak peduli dengan apa yang di lakukan Nada kali ini,ia terlihat begitu serius menatap ponsel.


Bahkan ia sama sekali belum turun dari ranjang tempat tidurnya.


Nada yang bersuara sedang pun tidak di dengar olehnya.


Iya elah dia tidak dengar juga apa yang aku katakan,apa aku harus berteriak di telinganya.


Mengintip temannya yang sedang sibuk bermain ponsel dari belakang.


"Cie... yang lagi ngepoin pak Danu!, ternyata ini yang membuatmu terlalu sibuk sejak tadi?"


"Hah.."Kinar yang begitu kaget dan langsung menyelipkan ponselnya ke tengah selimut.


"Eleh... telat!, udah ketahuan juga!,aku sudah berhasil mengetahuinya... haha...aku menang"


Dengan tawa kemenangan Nada tertawa menatap Kinar yang terlihat malu tak berdaya.


"Sudahlah akui saja!,kau naksir dengan pak Danu kan?"Tanya Nada meledek sambil menaikkan alisnya.


"ih... apaan sih!"terseyum malu.


"Udahlah!, Chat aja dia!, siapa tahu ia akan merespon mu!"


Kinar menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?,kau tidak menyukainya?"Tanya Nada heran.


"Tidak!,aku hanya tidak berani!,masa perempuan chat cowok duluan kan malu kali!,mau taro dimana muka gue!..."


"Memang Pak Danu itu masih jomblo yah?"


"Sepertinya!, entahlah!...aku tidak tahu!, kenapa kau malah bertanya kepadaku..."

__ADS_1


Kinar malah berteriak gregetan,entah kenapa is merasa begitu kesal mendengar kata Danu.


"Aku hanya tidak menyangka!, seorang Danu yang gagah dan tampan masih jomblo!,aku jadi tidak percaya, sepertinya ia banyak di gemari banyak wanita, apalagi tubuhnya yang begitu Cool dan Maco,aku yakin dia adalah incaran para wanita, terlebih dia kan bodyguardnya Tuan Muda, sekaligus tangan kanannya,keren gak, pastinya banyak yang ngantri gak sih?"


"Iya tentu saja!,dia adalah lelaki dambaan para wanita,aku juga tahu banyak yang mengantri dan menyukainya...!"


"benarkah?, tahu dari mana dirimu tentang pak Danu?"


"Instagram lah..!"


"Cie...cie... diam-diam penggemar berat nih!"Nada yang terus meledek melihat Kinar yang terlihat kusam itu.


"Menggemarinya saja tidak salah kan, lagian aku hanya seorang penggemar kok, tidak lebih!"


"Lebih juga lebih baik kan?,e'...kira-kira berapa followers di Instagramnya?"Nada semakin penasaran.


"Ratusan ribu!"Jawab singkat, padat dan jelas.


"Wah... yang bener?"Nada tidak percaya juga.


"Kalau tidak percaya lihat saja sendiri di Instagram!"


"kalau kamu menyukainya jangan menyerah dong Kinar,semangatlah!, perjuangkan cintamu!"


"Apa itu cinta?...haha...,apa arti cintaku ini Nada!,di antara langit dan bumi,itu terlalu jauh!,aku pasti sudah gila jika bermimpi setinggi itu...!"


Menghempaskan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar.


"Yang namanya jodoh kan kita tidak tahu Kin!"


"Iyah sih,tapi sudahlah!,ini membuat ku pusing!"


"Wah...gila-gila banyak banget pengikutnya!,ini sih tak heran jika orang setampan ia banyak pengikutnya begini!"


Nada yang sudah membuka Instagram milik Danu.


"Lihatlah!, rata-rata cewek semua!, cantik-cantik, seksi-seksi dan glowing-glowing lagi!,aku benar-benar tidak menyangka Danu adalah seorang selebgram!"


Melihat Kinar yang masih terdiam menatap langit-langit kamarnya membuatnya mendesah, Kinar bahkan tidak mendengarkan ocehan Nada sama sekali.


"Plakkk"menepuk bahu sahabatnya yang masih tiduran di atas ranjang.


"Sakit!"Teriakan Kinar


"Hay...seharusnya kau bersyukur memiliki nomor WA Pak Danu,ya kan?"menepuk bahunya kembali dan lebih pelan dari sebelumnya.


"Apa yang harus aku syukuri!"


"Yeh dia itu selebgram!,kau adalah orang beruntung yang bisa memiliki nomor WA-nya!"


"Aku hanya memiliki nomornya doang kan?, tidak lebih!, lagian chatingan juga tidak!, hanya sebatas memandang nomor untuk apa di syukuri!, lagian dia itu terlalu sombong bikin status saja tidak!, setidaknya bikin walaupun hanya satu status aja kek sehari,itu aja enggak!,pelit amat!..."


"beginikah cinta yang dapat membuat seseorang menggila, sungguh luar biasa!"


"Entah kenapa aku ingin melihatnya sebentar saja!, yang nyata gitu, berpapasan maksudnya!,kan sudah hampir tiga bulan kan aku belum melihatnya lagi!"


"Hmm...ada yang rindu nih!, coba saja telfon!, siapa tahu di angkat!"


"Cih kau gila yah?,mau taro di mana mukaku Nada!"


"Kolong meja... haha...!"


Melihat Kinar yang sudah merasa kesal dan melotot tajam.

__ADS_1


"iya.. iya bercanda Kin,aku pasti akan membantumu tenang saja!".


__ADS_2