My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
MBB - Ending


__ADS_3

“Cukup aku saja. Aku tidak mau anakku menanggung beban bersalah ini. Awalnya, aku pikir akan membunuhnya saat bertemu nanti. Luka yang ditorehkan rasanya ... em ... hanya aku yang tahu. Dia pergi setelah merenggut kehormatanku, meninggalkan benih yang tak berdosa di rahimku. Dendam di dadaku meletup-letup setiap ingat semua itu.”


“Shan ....” Bayu menggenggam tangan Shanuella dan menenangkan.


“Tapi, saat aku tahu faktanya, aku kembali dihadapkan pada kenyataan berbeda. Dia pantas melakukannya. Dia berhak, Mas. Bahkan, Blade pantas mengambil nyawaku, Mas. Bukan aku saja yang selama ini terluka, dia lebih dulu terluka karenaku.”


“Sudah, lupakan semua. Kita mulai dari awal. Aku juga banyak bersalah padamu selama ini, Shan. Tak seharusnya, aku menyembunyikannya. Mungkin, kisah kalian akan berakhir beda kalau aku berterus terang sejak awal.” Bayu merengkuh tubuh Shanuella, mendekapnya mesra.


Tak ada penolakan, bahkan pria itu bisa merasakan tubuh Shanuella bergetar dan pasrah. Memberanikan diri mengecup bibir tipis yang sejak tadi menggodanya, Bayu terkesiap ketika tak mendapatkan penolakan. Istrinya menyambut, membalas perlakuannya dengan tak kalah manisnya. 


Entah siapa yang memulai, keduanya larut dalam pertautan bibir yang manis dan kian menuntut. Cinta atau bukan, tak ada yang berani bertanya lebih jauh. Tenggelam dalam gelora, terseret ke samudera gairah. Shanuella pasrah ketika tubuhnya melayang dan terbang menjauh dari atas ranjang. 


Deru napas beradu dan pendek-pendek. Bayu mengesampingkan ragu, menghempas sungkan yang selama ini dijaganya. Dia terhanyut dan menanggalkan logika demi mereguk apa yang harus menjadi haknya selama lima tahun terakhir.


Tepat saat pintu kamar tertutup, Shanuella tersandar. Terlambat, dia sudah berada di dalam gendongan Bayu. Apa yang dihindarinya selama ini mungkin akan terjadi. Memejamkan mata, dia tak berdaya. 


Bayangan Blade muncul dan tersenyum padanya. Berpakaian hitam menggenggam mawar merah. Dia ingat, pria itu mengetuk pintu kamar dan membawanya mengarungi indahnya dunia. Itu cinta, tapi saat ini ....


...🍒🍒🍒...

__ADS_1


Terbangun dalam pelukan Bayu, matahari sudah menyingsing dari celah tirai jendela. Shanuella mengerjap, menatap kamar sempit minim perabotan. Di sinilah sang suami banyak menghabiskan malamnya. Sebuah kipas angin butut menderu di pojok kamar dan terarah ke ranjang berukuran single dengan busa yang mulai menipis.


Merapikan piama yang tersingkap, Shanuella menarik diri dan duduk setelah melepaskan diri dari dekap erat pria di sebelahnya. Diamati dengan saksama ruang sempit minim cahaya itu.


“Dia tidur di sini bertahun-tahun,” cicitnya sembari merapikan rambutnya yang tergerai berantakan. 


Menyapu kembali seisi ruangan, tatapan tertuju pada lemari mungil di sudut kiri kamar. Sedikit terbuka, dengan beberapa pakaian terburai. Setumpuk map beraneka warna mengusik pandangan, menyempil di antara pakaian yang jumlahnya tak seberapa.


“Apa itu?” Shanuella menurunkan kakinya dan tersentak ketika dua tangan merambat di pinggang dan tiba-tiba mendekap dari belakang. “Aaah!” Memekik kaget ketika kecupan berlabuh di bahu.


“Selamat pagi, Shan-Shan.” Bayu menyapa dengan suara serak. Menjatuhkan dagunya di pundak Shanuella,, kembali dia mengecup mesra. 


“Mas, aku ke dapur dulu. Ini sudah siang, harus bersiap.”


“Ah, Shan. Rasanya malas bekerja hari ini.” 


“Malas pun harus kerja. Ayo, lepaskan tanganmu, Mas. Aku harus mengecek Lana. Ini sudah terlambat.” Shanuella panik ketika tak sengaja menatap jam yang tergantung di dinding.


“Shan, apa tidak bisa sesekali bolos. Kamu kerja, kerja, dan kerja tanpa lelah.” Bayu melayangkan protes.

__ADS_1


“Tidak bisa, Mas. Lana masih butuh banyak biaya. Ayo, lepaskan aku.” Mengurai belit tangan Bayu di pinggang, dia berjuang untuk bisa keluar dari dominasi Bayu.


“Mau ke mana, Shan?” Bayu mencekal pergelangan tangan Shanuella, tak membiarkan wanita itu menjauh. 


Manisnya apa yang dilewati bersama Shan-Shan saat subuh, rasanya ingin mengulang kembali.


“Aku ingin ....” Wajah Shanuella bersemu merah ketika mendapati tatapan tak biasa suaminya.


“Aku harus mengecek Lana. Sepertinya, aku terlambat, tapi anak itu tak boleh bolos. Sayang, Mas. Bayar SPP-nya mahal. Izin sehari rasanya rugi.” 


Nama Lana disinggung, cekalan tangan Bayu pun terhempas. Memilih merebah kembali, laki-laki itu berbaring telungkup menikmati ranjangnya yang terasa lebih empuk dari biasa.


“Nanti bangunkan aku kalau ketiduran, Shan.” Masih sempat berpesan, suara Bayu tenggelam di balik bantal. Menyembunyikan wajah bahagianya, pria itu sedang mengingat kembali apa yang dilewatinya bersama sang istri.


“Aku mencintaimu, Shan, sejak pertama bertemu. Gadis manja yang bahkan tak memandangku sama sekali, terus melirik ke arah temanku. Saat itu, aku cemburu. Di mata dan hatimu hanya ada Blade. Bahkan, kamu tak peduli. Semua hal, selalu Blade. Pernahkah kamu tahu ... akulah yang selalu menjagamu dalam diam.”


...THE END...


...Jangan lupa follow instagramku : casanova_wety.s.hartanto....

__ADS_1


...Ikuti karyaku yang lain. Seuntai Impian Seruni hanya ekslusif di Noveltoon....


__ADS_2