My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
MBB 94


__ADS_3

Melirik sekilas ke arah Bayu, Rarendra tersenyum getir. “Aku masih mencintainya.” Ucapan itu dilontarkan tanpa rasa sungkan dan malu-malu. Bahkan, dia mengabaikan adabnya, membahas perasaannya.


Bayu tertegun. Perasaannya tengah dicemeti tanpa permisi, membantainya dan berjejak perih.


“Dia istriku, aku juga mencintainya.” Tegas dan menunjukkan kepemilikan, ada nada tak terima di dalam rangkaian kalimat yang meluncur lancar dari bibir pria berprofesi sebagai pengawal pribadi tersebut. Suami mana pun akan merasa terinjak-injak harga dirinya saat ada pria lain melangkahi.


Rarendra melirik sesaat. Luka-luka di tubuhnya membuat dia tak leluasa bergerak. Sesekali tampak mendesis ketika pergerakan mengenai lukanya.


“Aku … em sepertinya aku harus berterus terang dan mengakui kesalahanku.”


Bayu tersentak. Menoleh, ditatapnya Rarendra yang sedang berkutat dengan pikiran sendiri. “Apa maksudmu dengan semua ini? Jangan katakan … kamu mau kembali setelah sekian lama.” Pria itu menggeleng.


“Aku hanya akan mengakui kesalahanku dulu. Mencoba berterus terang dan meminta maaf.” Rarendra berkata pelan.


“Dan berniat kembali?” Bayu mencelang.


“Tidak, tenang saja. Aku hanya akan mengatakan yang sebenarnya pada Shanuella. Dari versiku, bukan berniat merebutnya darimu.” Rarendra menegaskan.


“Untuk apa? Merasa menyesal dan ingin kembali?” Pria dewasa berkulit sedikit gelap itu menggeleng. “Aku tidak akan menyerahkannya pada siapa pun. Jangan harap, Shanuella bukan barang, bisa disodorkan pada orang lain. Bisa disumbangkan pada yang membutuhkan. Tidak, istriku tidak seperti itu.” Bayu menegaskan.

__ADS_1


“Aku pun tak bermaksud seperti itu.” Rarendra mengelak. 


“Lalu, untuk apa membeberkannya sekarang? Kenapa tidak dari dulu-dulu, setelah sadar dan menyesal?”


“Tidak ada. Aku dihantui perasaan tak nyaman. Jujur saja, aku juga tidak tenang selama ini. Aku tahu … aku bersalah padanya, tapi, aku punya alasan kenapa sampai melakukan tindakan keji ini.”


Bayu terdiam. Hening menyelimuti saat obrolan terjeda sesaat. Ditatapnya Rarendra yang tampak yakin, tersirat dari garis rahang mengetat.


“Tahukah, apa yang kamu sampaikan ini bisa membuat pikiran istriku berubah, bisa menghancurkan pernikahanku.” 


“Apa yang aku sampaikan, tidak ada hubungannya denganmu. Itu masa laluku. Kamu silakan memperjuangkan masa depanmu. Saat ini, aku hanya ingin membenahi apa yang salah selama ini. Tidak ada hubungannya dengan ….”


“Hmm.” Rarendra bergumam pelan. Bibirnya memaksa tersenyum.


“Tapi, kenyataannya tidak begitu.” Bayu menggeleng.


Melirik ke arah pria dengan wajah lelah yang sedang duduk di sebelah, Rarendra menatap lekat-lekat  “Kamu berkhianat padaku. Yang kamu nikahi itu kekasihku, Shanuella SunShine. Dan parahnya, menyembunyikan fakta ini bertahun-tahun. Aku jadi curiga. Di antara semua pekerja Hartanto Sunjaya, hanya kamu satu-satunya yang datang padaku dan meminta pekerjaan. Apa maksudmu sebenarnya? Niat apa yang kamu sembunyikan?” Tampak tertegun, menyadari sesuatu.


“Tidak. Yang aku nikahi itu bukan kekasihmu. Dia kekasih Blade. Bukankah Blade sudah lama mati. Pengecut, pecundang itu telah lama pergi. Aku rasa, dia tak akan berani muncul setelah sekian lama.”

__ADS_1


Rarendra tersenyum kecut. “Aku sekarang muncul. Aku Blade.”


“Untuk apa mengakuinya sekarang? Bukankah sudah terlambat. Shan-Shan sudah banyak kehilangan. Sebaiknya, bungkam saja. Aku tidak mau melihatnya terluka. Bukan takut dia memilihmu,” tegas Bayu.


“Blade?” 


Percakapan pribadi antara dua laki-laki itu terhenti saat suara asing terdengar pelan dari arah pintu masuk. Bayu terkejut, mendapati Shanuella sudah berdiri mematung di sana. Pria itu tak sadar sejak kapan istrinya berdiri dan menguping obrolan.


“Shan, kamu … sudah selesai ….”


“Dia Blade, ‘kan?”


Bayu terdiam, Rarendra bungkam.


“Dia Blade. Aku tahu, bahkan aku yakin sejak awal melihatnya. Dia Blade. Bibir bisa berdusta, tapi matanya jujur. Dia Blade, ‘kan?” Pertanyaan itu tertuju pada Bayu.


“Shan ….”


“Dia Blade, ‘kan?” tegas Shanuella dengan suara kencang memecah kesunyian malam.

__ADS_1


__ADS_2