My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
MBB 93


__ADS_3

“Kamu pulang saja. Biar aku yang mengurus semua di sini.”


“Tapi, Mas.”


Shanuella hendak membantah ketika tak sengaja melihat tatapan Raredra yang menahan kecewa terarah padanya. Dia tertegun, menatap dari sela pelukan Bayu. Sesuatu yang tak asing tertangkap olehnya.


Kenapa dia menatapku seperti itu?


Ada kesedihan, ada luka, dan ada ketidakberdayaan yang berteriak dalam diamnya seorang Rarendra. Mata berkilat sedih itu menyiratkan nestapa meski tak tampak air mata keluar dari kedua sudutnya.


“Aku mau di sini saja, Mas.” Shanuella, merebah di pundak Bayu. Lirikannya tertuju pada Rarendra yang terus bicara lewat tatapan.


Sebenarnya siapa dia? Kenapa tatapannya begitu mirip dengan seseorang. Sorot mata itu milik Blade. Aku ingat jelas.


“Kasihan Lana, dia pasti menunggumu pulang,” ujar Bayu, mengurai dekapan. Ditangkupnya wajah Shanuella. Ada resah tertangkap dari bola mata wanita tersebut, berontak dan hendak menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


“Aku sudah memberitahu Mbok Sari, Mas. Kalau malam ini kemungkinan tidak pulang.”


“Sudah ada aku berjaga di sini, kamu tak perlu melakukannya lagi.”


“Tapi, Mas.” Lirikan


“Kenapa?” Bayu bertanya lembut. Seutas senyuman ramah terukir di wajah lelahnya.


Shanuella menggeleng.


Wanita berambut panjang itu menurut. Tak banyak mengeluh, dia sudah menyambar tas tangan yang tergeletak di atas sofa dan bersiap melakukan apa yang dititah suaminya.


“Mas mau makan dengan apa?”


“Apa saja, Shan, Yang penting bisa mengganjal perut.” Melirik sekilas ke arah Rarendra yang sejak tadi bungkam.

__ADS_1


Apa yang direncanakannya. Tatapan tak berkedip itu bisa memancing curiga istriku. Apa yang sebenarnya diinginkannya?


“Ada lagi, Mas?” Shanuella menggantungkan tas tangan di lengannya dan berjalan mendekat.


“Belikan aku minumannya juga,” ujar Bayu, sesekali melirik ke arah brankar.


Tak banyak bertanya lagi, wanita cantik itu berjalan menuju ke pintu. Langkahnya yang terarah dengan bahasa tubuh elegan menunjukkan jejak masa lalu yang tak bisa terbantahkan. Seorang putri konglomerat ternama, pergerakannya pun menunjukkan kelasnya. Dalam mimpi pun Bayu tak pernah menyangka akan ada di titik ini, memperistri seorang Shanuella SunShine.


“Terima kasih sudah menyelamatkan istriku, Bos.” Bayu berbalik ketika pintu kamar yang berhasil meloloskan Shanuella dari ruangan itu tertutup rapat. Berjalan mendekat, dia menarik kursi mendekat dan duduk di sana. Diamatinya Rarendra yang terluka.


“Aku baik-baik saja.” Bibir kering pria itu bergetar. Ingatannya masih tertuju pada pelukan yang belum lama terjadi di hadapannya. Dia cemburu. Hampir gila menahan rasa yang tiba-tiba menggerogoti jiwa. Rasanya tak terima, wanita yang dulu menjadi miliknya, tiba-tiba berada di dalam dekap pria lain.


“Tapi, tetap saja … tindakan heroik itu akan membekas di dalam ingatan. Tubuhnya bergetar, pasti saat itu sangat mengerikan.


“Aku bersyukur bisa datang tepat waktu. Entah kenapa … saat keluar dari bandara, aku merasa ada bisikan yang memintaku berjalan ke sana. Padahal. Aku tidak tahu sama sekali kalau ada Shan-Shan di sana.” Rarendra berbaring telentang dengan tubuh berhias perban. Menerawang, ingatan tadi siang dan masa lalunya muncul silih berganti. “Apa ini karena rasa di dalam hatiku yang menuntunku ke sana?”

__ADS_1


__ADS_2