My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
MBB 83


__ADS_3

“Lana di rumah, Mas.”


Shanuella membantu merapikan posisi berbaring Bayu yang terlihat tidak nyaman. Sesekali pria itu mengernyit, setiap pergerakannya mengenai luka dan memar di tubuh.


“Sakit sekali, Mas?” Shanuella ikut mengernyit.


“Hmm.” 


Senyuman Bayu terlihat berbeda dari biasa. Seringai itu tertahan karena rasa sakit di sekujur wajah yang terkena pukulan dan terluka.


“Sshh.”


“Kenapa sampai begini, Mas. Harusnya kamu hati-hati bawa mobilnya.” Tak menaruh curiga sedikit pun pada luka di sekujur tubuh sang suami, Shanuella masih yakin dengan pengakuan yang disampaikan Rarendra padanya. 


Bayu tercengang.

__ADS_1


“Kecelakaan?” 


“Hmm.” Shanuella mengangguk dan kembali duduk setelah memastikan suaminya dalam keadaan nyaman.


Dia mulai bermain-main dengan kebohongan baru. Apa maunya? Aku tidak keberatan melepaskan istriku kalau memang Shanuella menginginkan perpisahan dan bisa memaafkannya. Tapi, tidak dengan berbohong lagi. Cukup sekali merasakan kesakitan, jangan terulang lagi. 


“Terima kasih sudah dibawa ke rumah sakit, Bos. Kalau mau ditinggal, tidak apa-apa. Ada dia yang mengurus dan menjagaku di sini.” Bayu menatap Shanuella dengan sorot mata sulit diungkapkan. Cinta dan kekaguman itu terpatri nyata. Beralih menatap pria tampan di sofa kamar, hati pasien itu tercubit. Terbayang detik demi detik yang dilewati dua orang yang tengah menunggunya siuman.


Aku bukan pria baik-baik. Bahkan, aku tidak pantas mendapatkanmu. Berusaha memantaskan diriku, kenyataannya kita bagai langit dan bumi. Faktanya, aku adalah bawahan dan dirimu majikan itu tetap melekat dan membuatku terkadang sulit untuk mendekat. Bisa mendapat perhatianmu dan diizinkan mencintaimu saja adalah suatu kehormatan untukku, Shan.


“Tidak apa-apa, aku di sini saja untuk memastikan.” Rarendra bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Pria itu seakan lupa kalau dia adalah dalang dari semua kekacauan ini.


“Apa tidak apa-apa Lana ditinggal sendirian?” 


“Tidak apa-apa, Mas. Ada Mbok Sari yang mengurusnya. Tadi aku sempat mengirim pesan, menitipkan Lana padanya sekalian besok diantarkan ke sekolah.”

__ADS_1


“Oh.” Tampak berpikir, Bayu terlihat melirik ke arah pria yang tengah memperhatikan interaksi mereka dalam bungkam. Rarendra yang semua rahasianya ada di dalam genggaman itu berusaha bersikap biasa di tengah kecanggungan. “Shan, apa dia ….”


Bayu ragu. Akan tetapi rasa penasaran itu begitu besar. Dia takut Rarendra menyakiti Shanuella di belakangnya.


“Ya, Mas.”.


“Selama aku … tidak sadarkan diri.” Helaan napas berat pria tersebut menyiratkan sesuatu. “Apa dia berusaha mendekatimu? Atau melakukan sesuatu yang menurutmu ….”


Shanuella menggeleng. “Dia hanya bertanya mengenai hubungan kita, Mas. Apa selama ini dia tidak tahu apa-apa?” Jawab dan tanya itu terdengar pelan, dia tak mau sampai obrolan mereka tertangkap Rarendra.


Bayu memandang ragu sebelum akhirnya memberanikan diri menggenggam tangan Shanuella dan berbisik. “Tidak, aku tidak pernah membahas masalah pribadiku pada orang luar. Kalian, kamu dan Lana adalah bagian dari hidupku. Kehadiran kalian bukan untuk diumbar, tetapi disayangi.” Kedipan mata tanpa sadar itu memancing rasa nyeri pada luka di pelipis. Bayu mendesis dan melepas genggaman tangannya dan mengusap pelan area yang terasa sakit.


“Sakit, Mas?” Shanuella refleks berdiri dan mendekat.


“Sedikit.” 

__ADS_1


Perasaan Bayu membuncah, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata ketika Shanuella mendekatkan wajah sembari menyingkirkan tangannya dari area luka. Tiupan lembut dari bibir tipis mengerucut itu seakan memantik debar bahagia. Taman bunga di dalam hati bermekaran serempak dan kompak. Perhatian kecil yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah hal sederhana, tetapi tidak untuk dirinya. Semua yang diberikan wanita cantik itu adalah berharga.


“Jangan banyak bergerak, Mas.” Mengusap kulit di sekitar luka, kemudian menyunggingkan senyuman hangat. ‘Istirahat, Mas. Ini sudah malam. Mudah-mudahan besok segera pulih. Menurut dokter tidak ada masalah serius, hanya luka luar saja.”


__ADS_2