
Shanuella terdiam. Mematung di dalam dekapan Bayu. Pertanyaan yang keluar dari bibir pria itu seperti mimpi buruk yang tak pernah dibayangkannya selama ini. Sejak memutuskan melupakan semua, Blade hanya sebuah kisah menyakitkan dari masa lalu yang belum usai.
“Aku ....”
Lidah Shanuella mendadak kelu, kepalanya tertunduk memandang dirinya yang kini terkunci di dalam dekapan Bayu. Pria baik hati yang telah mendedikasikan hidup padanya dan Kelana lima tahun terakhir. Bersama Mbok Sari, pengawal pribadi dan asisten rumah itu menjelma jadi bagian dari keluarga.
“Mas, mandi dulu. Aku buatkan mi.”
Bukan jawaban, bukan pula persetujuan atau sanggahan. Shanuella memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan demi tidak memberi jawaban. Dia sendiri tak bisa memutuskan sekarang. Sama seperti hidupnya rumit, hati pun tak kalah kacau saat ini. Dia hanya ingin hidup tenang di masa depannya, tanpa embel-embel masa lalu mengiringinya.
Jatuh cinta di usia muda, Shanuella salah menambatkan hati. Cinta pertama yang harusnya jadi kenangan indah, tetapi jadi malapetaka untuknya. Dia jatuh di tangan pria yang salah. Laki-laki yang sampai saat ini tak jelas keberadaannya, tak jelas pula motif mendekatinya.
Cinta? Aku tidak akan pernah percaya pada siapa pun. Cukup sudah dulu dibodoh-bodohi.
Betapa cinta itu menghancurkan semua. Karena rasa itu, dia harus kehilangan semuanya, termasuk Daddy. Shanuella masih beranggapan serangan jantung yang dialami mendiang Hartanto Sunjaya karena video dirinya dan Blade di atas tempat tidur.
__ADS_1
“Aku bersih-bersih dulu.”
Suara berat memecah keheningan malam sekaligus lamunan Shanuella. Dekapan perlahan terurai, disusul suara langkah kaki berjalan menjauh. Bayu cukup tahu diri, sejak awal dia tak pernah dianggap. Bahkan, tawaran menjadi suami demi untuk bisa menjaga wanita cantik dan bayinya itu tak mudah. Bersama Mbok Sari, dia harus berjuang keras meluluhkan hati putri majikannya demi mendapat persetujuan.
“Ya, Mas.” Suara Shanuella mengambang pelan.
...♟️♟️♟️...
Dua mangkuk mi instan sudah disajikan dalam keadaan hangat. Kepulan asap bersama aroma yang menguar terasa menggoda. Belum lagi tampilan yang kelihatan nikmat membuat cacing di perut ikut memberontak.
Shanuella sudah duduk lebih dulu, menyantap mi miliknya tanpa menunggu Bayu. Tepat di suapan ke lima, suara langkah kaki mendekat terdengar pelan, kemudian disusul dengan kehadiran seorang pria dewasa yang tampak jauh lebih segar setelah membersihkan diri.
“Hmm.” Bayu menarik mangkuk mendekat dan menjepit sumpit melamin di sela jemarinya. Pria itu terlihat serius, menikmati sajian hangat di depannya sambil sesekali melirik ke arah Shanuella.
Lima tahun berlalu, rasa itu belum tumbuh. Andai cinta terlalu berat untuk berlabuh, dia berharap bisa menumbuhkan rasa nyaman di hati wanita bermata sendu itu. Perlahan, Bayu terjebak dalam situasi yang diciptakannya sendiri. Di awal, ia berharap bisa sedikit membantu. Meringankan beban yang menumpuk di bahu, menuntut Shanuella yang tengah tak menentu.
__ADS_1
Ternyata, seiring waktu, pria itu tersesat oleh rasa yang mengacaukan kalbu. Harapan sederhana menjadi berlebihan. Dia ingin Shanuella memiliki rasa yang sama, yang menyeretnya hingga tersesat.
Aku menyayangimu, Shan.
Menikmati mi instan di tengah malam, keduanya tak banyak bicara. Hingga akhirnya, Shanuella yang lebih dulu mengosongkan mangkuk itu berdiri setelah meneguk segelas air putih hingga tandas.
“Mas, malam ini tidur di kamar. Lana mencarimu terus.” Sebelum benar-benar beranjak, Shanuella masih sempat bicara.
“Dia rewel?” Bayu mengangkat pandangan sekilas, kemudian buru-buru menatap mangkuk mi kembali setelah melihat sorot mata lawan bicaranya tengah tak bersahabat.
“Tidak terlalu. Hanya saja kalau terbangun suka menangis mencarimu, Mas.” Shanuella bercerita.
“Ya, sudah. Selesai makan aku ke sana. Selamat malam.”
Sahutan yang keluar dari bibir Shanuella terdengar ringan. Terkadang Bayu sampai tidak bisa mendengarnya karena jawaban itu begitu pelan. Senyum terukir di bibir, pria itu menertawakan dirinya sendiri.
__ADS_1
Kalau tidak ingin sakit hati, memang jangan pernah jatuh cinta.
...♟️♟️♟️...