
Seperti pasangan serasi, ayah, ibu, dan anak. Yang laki-laki, sosok tampan, dewasa dan bertanggung jawab. Wanitanya juga sangat cantik dengan keanggunan sederhana sekaligus pekerja keras. Melengkapi keluarga kecil itu, si mungil nan menggemaskan yang mulai belajar banyak hal baru.
Berjalan keluar dari ruangan, Lana masih bergelayut di pundak Bayu. Ayah dan anak itu tampak tak terpisahkan.
“Mas, aku tebus obat sekali melakukan pembayaran. Mas duduk saja dulu. Lana juga sepertinya sudah mengantuk.” Shanuella berpesan.
Sebelum benar-benar pergi, wanita itu tersentak ketika tangan kanannya dicekal pelam.
“Kenapa, Mas?” Shanuella heran.
“Uangnya ada? Pakai uangku saja, Shan.” Bayu tampak berjuang mengeluarkan dompet dari saku celana bagian belakang. Tanpa menunggu persetujuan, pria itu sudah menyodorkannya di hadapan Shanuella..
“Mas.” Kepala wanita itu menggeleng lemah. Penolakan itu nyata. “Aku ada uang, Mas.”
__ADS_1
“Ambil Shan. Aku baru dapat bonus dari Bos kemarin. Gunakan untukmu dan Lana. Aku memang berencana menghadiahkannya untuk kalian.”
“Tapi, Mas. Ini uangmu ....” Shanuella menatap dompet hitam di dalam genggamannya. Sedikit lusuh, ada kerja keras dan perjuangan Bayu di dalamnya.
“Aku bekerja keras untuk kalian. Gunakan saja.” Bayu berbalik badan. Lana nyaris tertidur di gendongan. Kepala gadis kecil itu terkulai di bahu, menikmati kenyamanan dan kehangatan tubuh pria dewasa yang dipanggilnya Papa.
Shanuella membeku. Menatap sedih ke arah dompet kulit di tangannya. Ia terharu. Sikap Bayu yang membantu tanpa pamrih itu membuatnya terenyuh. Apalagi saat memberanikan diri membuka lipatan dompet dan mendapati fotonya dan Lana terselip nyata di sana.
Ya Tuhan. Kenapa hal sederhana seperti ini membuat aku ingin menangis.
Tangan bergetar, dipandanginya punggung kekar pria yang tengah berdiri membelakanginya sembari menimang Lana.
“Terima kasih, Mas. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpamu.”
__ADS_1
Ingatannya kembali tersedot ke masa lalu. Bagaimana berat hari-hari pasca kehilangan segalanya. Bukan hanya harta, keluarga, dan takhta. Dia juga kehilangan kehormatannya sebagai wanita. Cobaan seakan tak ada habisnya, dia pun harus menerima kenyataan hamil di usia sangat muda. Terpaksa berhenti kuliah dan fokus pada kehamilannya.
Apa dia pernah menyerah? Tidak perlu ditanya. Tiga kali percobaan bunuh diri dan akhirnya membuat Shanuella depresi sepanjang kehamilan. Nyaris meninggal di meja operasi dan benar-benar hancur saat diminta berdamai dengan kenyataan. Dia terpaksa menyudahi pencarian Blade setelah Bayu menyadarkan semuanya.
Dalang dari kehancuran keluarganya adalah pria pemilik cinta pertama yang telah merengut kehormatannya. Masih jelas di ingatan, bagaimana foto-fotonya dan Blade yang berbagi ranjang tersimpan rapi di galeri ponsel Daddy. Sampai sekarang Shanuella masih menduga-duga, penyebab serangan jantung yang berakibat fatal itu karena mengetahui kenyataan yang menyakitkan tentangnya. Andai benar seperti itu, seumur hidup dia tak akan bisa memaafkan diri sendiri.
“Shan.” Tepukan di pundak mengejutkan Shanuella. Dia tersentak dan mendapati senyuman Bayu di depan matanya.
“Kenapa, Mas?”
“Giliranmu,” ucapnya, tersenyum manis sambil menunjuk ke kursi kosong di depan petugas rumah sakit.
Kehidupannya berubah. Dari sendirian, kini dia memiliki keluarga kecil yang harus dijaga. Pesan majikannya sebelum mengembuskan napas terakhir tetap dijaganya dengan amanah.
__ADS_1
Pak, Shan-Shan tumbuh menjadi wanita luar biasa. Harusnya kamu bisa bangga kini. Dia menjaga mamanya dengan sangat baik, meneruskan tugas yang selama ini menjadi kekhawatiranmu.