My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
MBB 36


__ADS_3

“Dia tetap tak mau memandangku sama sekali.” Tatapan Bayu mendadak sendu. Selapis kesedihan itu menghiasi mata hitamnya yang terus mengawas pergerakan sang istri hingga menghilang dari pandangan.


Helaan napas pria itu terdengar berat. Bayu berjuang untuk bertahan walau terkadang dia mulai lelah. Kalau tak ingat janji pada mendiang Hartanto Sunjaya, mungkin dia sudah akan pergi meninggalkan Shanuella sendirian. Menata hidupnya, fokus pada perasaan sendiri. Namun, dia tidak bisa mengelak. Janji yang dianggukinya saat mendiang majikan sedang menghadapi sakratulmaut tak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi dia tahu jelas semua kejadian.


Bayangan masa lalu berputar ulang, Bayu teringat kata-kata pria tua yang kini menjadi mertuanya itu.


Ba ... wa Shan-Shan pergi jauh dari Blade. Ja... ngan biarkan dia menyakitinya lebih jauh. Pria itu berbahaya. Di ... a ada karena dendam. Dia sebenarnya adalah Raren ... dra Tan.


Bayu ingat, napas pria yang sedang bersiap merenggang nyawa itu terlihat berat.


Dia mengirimiku video. Andai semua benar-benar terjadi, pria itu benar-benar keparat.


Ada amarah tertahan di sisa tenaga Hartanto Sunjaya kala itu

__ADS_1


Bay, kalau sampai Shan-Shan hamil ... tolong jaga ... bayi itu baik-baik. Mungkin ini aib, tapi ... tapi .. bayi itu satu-satu yang bisa menyelamatkan Shan-Shan dari kekejaman Rarendra ... Tan.


Napas pria itu terputus. Bahkan, Bayu belum sempat mengangguk setuju. Menatap sosok yang membeku di lantai ruang kerja, dia hanya bisa menahan kesedihannya dalam diam.


Di tengah bayangan masa lalu, Bayu tersentak dengan suara klakson mobil. Terkejut, kesadaran kembali. Dipandanginya sebuah sedan hitam keluaran Eropa senilai fantastis melintas di hadapannya. Tak lama, mobil itu berhenti di lobi.


Seorang pria gagah dengan ketampanan yang tak biasa turun dari mobil. Namun, bukan itu yang membuatnya tercengang. Dia mengenali sosok rupawan dengan setelan jas mahal yang sedang berlari kecil dan membukakan pintu untuk seorang wanita.


“Loh? Dia ... bukannya temannya Bos Rarendra? Kemarin, pria itu ikut makan siang bersama. Aku ingat jelas. Dia ... bukannya Ditya Halim Hadinata?”


“Mana mungkin ada begitu banyak kebetulan? Shan-Shan bekerja di salah satu perusahaan Halim ....” Suara Bayu mengambang. Dia mulai menebak alur cerita. “Tidak mungkin ada begitu banyak kebetulan. Lagi pula, tidak mungkin Shan-Shan yang ditugaskan merenovasi rumah itu. Ada puluhan bahkan ratusan pekerja di dalam gedung. Tidak mungkin Shan-Shan.” Bayu menggeleng. Tak mau menduga-duga, dia lebih suka berpikiran positif untuk semua hal yang masih abu-abu.


...♟️♟️♟️...

__ADS_1


Sore itu, pikiran Shanuella mulai tak terarah saat mobil operasional perusahaan yang ditumpanginya bersama orang lapangan masuk ke sebuah kompleks perumahan mewah yang sangat dikenalnya. Apalagi kalau bukan bekas kediamannya sebelum jatuh bangkrut lima tahun yang lalu. Tubuh gemetar, otak pun tak lagi bisa berpikir jernih. Pergerakan mobil yang sangat familier, sama seperti saat dia pulang bepergian atau kuliah saat masih menjadi putri seorang pengusaha ternama di ibu kota.


Ketakutan itu datang, kegugupan tiba-tiba menghantamnya. Shanuella tampak menoleh ke sebelah, menatap pekerja lapangan yang ikut melakukan survei bersamanya.


“Apa kamu yakin di sini?”


Tanya itu berakhir bersamaan dengan mobil yang ditumpangi berhenti di sebuah istana mewah. Rasanya Shanuella ingin berhenti bernapas saat mendapati proyek renovasi yang dimaksud tak lain adalah bekas rumah tinggalnya di masa lalu.


“Ya, Bu. Di sini.” Telunjuk sang rekan kerja mengarah ke gerbang tinggi yang tampak keropos di sana sini. Cat mengelupas, rumput liar sudah menutupi sebagian pagar.


Deg.


Beberapa detik wanita itu tertegun. Menatap nanar ke arah hunian yang dimaksud. Tak bersuara, tidak juga bergerak, Shanuella mematung di tempat dengan wajah berubah redup. Kenangan membuatnya merasakan kesedihan yang mendalam.

__ADS_1


“Nanti pemiliknya yang akan menjelaskan langsung. Janjinya seperti itu, Bu. Katanya, beliau akan ke sini juga.” Pandangan pria paruh baya itu mengedar ke sekeliling, mencari keberadaan pemilik hunian yang katanya akan membawa mereka masuk dan berkeliling ke dalam.


Kisah ini sudah jauh, yang penasaran bisa ikuti spoiler di instagram ( casanova_wety.s.hartanto )


__ADS_2