My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
MBB 62


__ADS_3

“Shan.” Bayu menelan ludah. Bibir masih berjejak basah setelah pertautan yang terjadi beberapa menit lalu. 


Shanuella kian tertunduk, mengurai diri dan memberi jarak. Dihantam rasa malu, dia tak ada keberanian mengangkat kepala. Bayu bukan orang lain. Sebelum terikat pernikahan, mereka pernah berada dalam situasi yang benar-benar bak bumi dan langit. Pengawal pribadi Daddy yang tak tersentuh itu pria dingin dan pelit bicara. Siapa yang menyangka kalau saat ini laki-laki yang tak tersentuh itu menjadi tempatnya berbagi.


“Terima kasih.” Pria itu menyudahi semua kecanggungan dan memilih fokus kembali ke jalan raya. Berjuang keras menghempas semua bayangan indah yang baru dialaminya, Bayu tak kuasa menghindari gulungan rasa yang menguasai dirinya.


Aku bisa gila. Manisnya masih berjejak dan basah. 


Bayangan masa silam hadir. Gadis manis berseragam putih abu-abu yang dulu manja dan seenaknya kini menjelma jadi wanita dewasa yang cantik. Dia ingat bagaimana proses Shanuella bertumbuh, hidup dan terikat bersamanya. Melewati banyak masa, Bayu bahkan ada di saat-saat terpuruk sekaligus terpuruk. Diam-diam, memilih mengamati dari kejauhan, mimpi pun dia tak menyangka ada di posisi ini. Bisa memeluk, bisa mendekap, dan tentunya bisa mencium Shanuella.


...🌿🌿🌿...


Berlari kecil masuk ke gedung perkantoran milik Rarendra Tanuwijaya, Bayu bergegas menemui atasannya. Dia izin terlalu lama dan membuat beberapa pekerjaan pimpinan perusahaan itu tertunda.


“Bos, maaf.” Bayu masuk ke dalam tempat Rarendra berkantor. Ruang pimpinan perusahaan itu terbilang cukup luas dan nyaman. Pria dewasa itu bersandar di kursi kebesarannya dengan kedua kaki terangkat di atas meja. Pandangan mengawas tajam, menelitinya dari ujung rambut sampai ke kaki.


“Ke mana saja?” Suara Rarendra terdengar berat. Menurunkan kakinya dari meja, dia memasang tampang serius.

__ADS_1


“Maaf, Bos. Ada sedikit masalah keluarga.” Bayu berusaha bersikap santai.


“Duduk,” titah Rarendra, tanpa senyuman. 


Bayu menurut. Menarik kursi dan menghempaskan bokongnya di kursi dengan hati-hati. “Bagaimana, Bos?” Mengambil posisi siap menerima instruksi, pria itu tak pernah menduga perintah yang bakal keluar dari bibir Rarendra.


“Cari tahu semua tentang Shan-Shan. Aku ingin tahu. Laporkan semua tentang wanita itu. Semuanya!” Perintah itu tak memberi Bayu kesempatan untuk membantah.


“Semuanya?”


“Hmm, semuanya. Jangan ada yang terlewatkan. Bagaimana kehidupannya pasca kepergian pria tua itu, aku ingin tahu semuanya. SEMUANYA!” tegas Rarendra.


Bayu menggeleng tanpa sadar.


“Kenapa? Tidak bersedia?” Rarendra memasang tampang serius.


Bayu terkejut. “Bu ... bukannya semua sudah berlalu, Blade. Semuanya sudah dibayar lunas. Apalagi yang kamu inginkan?” 

__ADS_1


Rarendra tersenyum licik.


“Aku berubah pikiran, Bay. Kita masih teman baik, kan?” 


“Tentu.” Bayu tersenyum setenang mungkin.


“Aku tiba-tiba berubah pikiran. Aku ingin mengetahui semua tentangnya. Dia manis sekali sekarang ... em  ... sama manisnya seperti dulu, tapi sekarang lebih menarik.” Tatapan Rarendra menerawang.


“Bukannya setelah kematian Sunjaya ... harusnya semua misimu selesai. Setelah perusahaan dan semuanya menjadi milikmu ....”


“Aku berubah pikiran. Sepertinya ... aku menginginkannya lagi. Berada di dekatnya ... mengingatkanku akan masa lalu. Aku berharap ....” Suara Rarendra menghilang. Pria itu tiba-tiba terseret lamunan.


“Lepaskan Shan-Shan. Bukannya semua sudah usai lima tahun yang lalu, Blade. Kita teman baik sewaktu masih bekerja dengan Sunjaya, aku tidak mau ....”


“Tapi, aku menginginkannya lagi. Apa salah?” Rarendra mengangkat pandangan, sejenak sorot matanya beradu dengan Bayu. 


“Tidak. Tapi, untuk apa? Apa tidak kasihan? Aku pikir, setelah lima tahun ... masalah itu dianggap selesai dan ....”

__ADS_1


“Jangan ikut campur! Aku mengizinkanmu di sampingku ... karena hubungan baik kita di masa lalu. Tapi, bukan berarti kamu berhak mengatur hidupku. Cari tahu semuanya, Bay. Aku tunggu.” Rarendra menepuk meja, menegaskan perintahnya.


__ADS_2