My Beloved Bodyguard

My Beloved Bodyguard
Perkara Mie


__ADS_3

"Kakek, baru pulang ya?" tanya Lana deng kikuk.


"Siapa yang bikin mie malam-malam?" bukan mendapatkan jawaban kakek malah balik tanya ke Lana dan Juan.


"Ha!" pekik Lana.


"Haduh, kalau kakek tahu bisa kena omel aku. Belum makan malam perut kosong malah makan mie sip tambah diomelin kakek aku kalau kakek tahu." batin Lana khawatir kalau kakeknya akan tahu dia makan mie.


"Anu kek, saya dan -----" Juan ingin meneruskan malah dipotong oleh Lana.


"Juan kek." Lana dengan cepat menimpali pertanyaan kakeknya.


"Kenapa kamu juga disini?" Kakek masih bingung mengapa Juan yang makan mie tapi Lana juga di dapur.


"Dia tidak bisa membuat mienya, dia meminta bantuanku daripada dapurnya terbakar jadi aku membantunya." jelas Lana untuk menghilangkan prasangka kakeknya itu.


"Kan ada bibi, Juan bisa ----" kakeknya belum selesai ngomong lagi-lagi Lana menyerobot omongan.


"Dia terlalu canggung sepertinya meminta mereka kan dia bukan tuan rumah kek jadi tidak bisa seenaknya main suruh kan." jelas Lana lagi supaya kakeknya tidak ada prasangka lagi terhadapnya.


"Oalah iya juga ya. Tapi Juan mulai sekarang kalau lapar kau bisa minta bibi untuk menyiapkannya, jangan sungkan ya!" kakek pun akhirnya mulai mempercayai omongan Lana.


"Iya kek, terima kasih." sahut Juan dengan sopan.


"Iya sudah kakek ke kamar dulu." kakek berjalan meninggalkan mereka berdua bersama panci mie yang masih ada di atas kompor.


Juan menatap Lana, "Ya! mienya untukku semua karena kau bilang ini mie punyaku dan aku tidak bisa membuat mie."


"Ya! kau ini mudah sekali ngambek. Kalau kakek tahu aku belum makan dan malah makan mie aku bakal kena omel." jelas Lana yang tidak terima jika mienya akan menjadi santapan Juan.


"Itu nasibmu." ucap Juan dengan singkat.


"Kau pun akan terseret." tak kalah singkat Lana membalas ucapan Juan.


Sontak Juan menatap Lana dengan tatapan sinisnya, "Ha! jangan kau bawa-bawa aku ya dalam masalah mie mu."


"Kau yang meracuni pikiranmu dengan aroma mie mu makanya aku ingin makan mie juga. wlee." Lana mencoba menyalahkan Juan. Intinya dia tidak mau mienya jadi milik Juan. Dia sudah menginginkannya dari tadi.


"Mana ada." singkat Juan dengan masih menatap sinis.


"Ada nih aku buktinya." Lana menunjuk dirinya sendiri yang merasa teracuni untuk makan mie karena Juan padahal dia sudah menginginkan mie sebelum tahu Juan juga masak mie di dapur.


"Dasar! anak kecil." ledek Juan kepada Lana.


Lana menatap Juan, "Kau mengataiku."


"Aku memujimu." Juan memasang muka cuek.


"Ya! kau pikir aku tidak tahu kalau kau mengataiku."

__ADS_1


"Aku memujimu yang pandai masak mie dibanding aku yang tidak masak mie." ledek Juan yang masih kesal karena ucapan Lana yang mana dia tidak bisa masak dan butuh bantuannya.


"Ya! kau ini mudah ngambek." rengek Lana yang masih saja dibuat kesal oleh perkataan Juan. Padahal itu hanya alasan saja namun, Juan terus mempermasalahkannya.


"Ku buang juga nih miemu." Juan mengangkat mienya ke arah wadah pencuci piring.


Melihat itu Lana langsung memukul lengan Juan, "Ya! kau tega aku belum makan."


*


*


*


Ting...


Bunyi notifikasi di hp Lana menandakan ada pesan baru yang ada di hp nya.


"Pagi-pagi siapa sih yang chat? awas aja kalau bukan urusan kantor". Lana sedang sibuk menggunakan hair dryernya harus mematikannya dan segera mengecek hpnya.


...Na, boleh nggak ketemu?...


...From : Alex ✔️...


"Ni ngapain dah bocah? apa ada masalah sama Tere?" batin Lana sambil menatap layar hpnya itu.


...Boleh. Ada apa sih? masalah sama Tere lagi?...


...Send ✔️...


...From : Alex✔️...


...👍...


...Send ✔️...


"Apa sebaiknya aku buka biro penanganan permasalahan orang pacaran ya. Orang nggak punya pengalaman kok malah dihadapkan dengan masalah percintaan." celetuk Lana sambil meneruskan mengeringkan rambutnya kembali.


Setelah selesai bersiap, Lana pun turun ke bawah untuk makan pagi bersama sang kakek.


"Tadi malam kamu lapar banget ya? sampai bikin 2 mienya." Kakek menanyai Juan dengan mulut masih mengunyah makanannya.


"Mampus! dikira udah lupa malah masih dibahas lagi sama kakek" batin Lana sambil menepuk jidatnya sendiri dengan lirih agar tidak ketahuan oleh kakeknya. Lana berjalan menuju meja makan dan duduk disamping kakeknya.


Juan yang merasa dirinya malu gara-gara kejadian semalam pun akhirnya mencoba membuat Lana sedikit emosi karena jahilannya, "Nggak kek tadi malam saya makan berdua mana saya kuat makan mie 2 begitu lagipula sebelumnya saya sudah makan cuman lagi pengen makan mie aja."


Lana tersedak saat ia meneguk air yang ia baru minum.


Kakek melihat cucunya tersedak, "Minum pelan-pelan."

__ADS_1


"Berdua?" tanya kakek memastikan.


Juang mengangguk, "Iya."


Kakek pun masih ingin tahu, "Sama siapa?"


"Sama ----"


"Haduh! ayo kek cepetan makannya jangan ngomong mulu ih, tua-tua kesedak bahaya!" potong Lana. Setelah memotong pembicaraan Juan, Lana langsung memelototi Juan dengan mata tak sukanya.


Kakek menghentikan aktivitas makanannya, "Dih! doain kakek tersedak ya?"


Lana geleng-geleng mendengar ucapan kakeknya, "Ya nggak."


"Durhaka kamu." ucap kakek sambil mengacungkan sendok di hadapan Lana.


Lana menghela nafasnya, "Ya ampun di ingetin malah dibilang berdosa. Orang tua jaman sekarang negatif thinking mulu. Tambah beruban itu rambut nanti."


"Udah beruban semua, emang kamu lihat warnanya pirang apa!" balas kakek sambil menunjukan rambutnya kepada cucunya itu. Lana tertawa cekikikan dan Juan pun juga tertawa lirih melihat cucu dan kakek sedang debat bersama.


"Awas kau!" gumam lirih Lana kepada Juan.


Juan melirik sang kakek yang sedang menikmati makanannya setelah dirasa aman dengan melirik sekitar ia pun menjulurkan lidahnya kepada Lana.


*


*


*


Juan menunggu Lana didepan sambil menunggu mobil yang sedang dipanasi.


Ting...


Ponsel Juan menyala dengan notifikasi membersamainya. Sontak Juan ambil ponselnya disaku dan segera melihat pesan yang baru ia dapatkan.


...Kamu sebenarnya dimana sih? ibu khawatir loh? kamu nggak minggat dari rumah kan? kalau iya masalahnya apa? apa ibu sering minta kamu cepet menikah makanya kamu minggat?...


...From : Ibu✔️...


"Ya ampun, bahas nikah lagi kalau aku bilang aku minggat karena di tekan terus untuk menikah ibu bakal gimana ya? eh nanti yang ada pulang-pulang malah dinikahkan mendadak aku gara-gara minggat alasannya itu." ucap Juan pada dirinya sendiri yang kesal kalau ibunya terus membicarakan kapan menikah padanya.


...Bukan minggat lah, Bu. Juan cari uang dan lembur aja makanya jarang pulang. Kalau udah kelar pasti pulang kok. Juan di mess pegawai kok tenang aja....


...Send ✔️...


...Lah kalau di mess pegawai kirim dong alamatnya? ibu bisa jenguk kamu kan?...


...From : Ibu...

__ADS_1


"Haduh keknya salah ngomong deh harusnya jangan ngomong gitu biar nggak dijenguk." celetuk Juan pada dirinya lagi sambil menepuk jidatnya dengan ponselnya itu.


"Dih dijenguk pacar. Alay ih bucin segala." Lana menimpali Juan yang sedang menepuk jidatnya itu.


__ADS_2