
“Bos, aku izin pulang. Putriku jatuh di sekolahnya dan ....”
“Pergilah.”
Kalimat dari pengawal pribadinya itu belum selesai dengan sempurna, Rarendra sudah memotong cepat dan menyetujui tanpa bertanya lebih. Sebagai anak korban broken home, dia sangat mendambakan arti sebuah keluarga. Hanya saja, sampai di usianya sekarang, keadaan itu tetap sama. Dia harus menerima kenyataan semua harap itu hanya akan jadi mimpi tak bertepi, angan-angan semata tanpa tahu kapan akan terwujud.
Papanya seorang yang hidup di dunia hitam, memilih menafkahi keluarga dengan uang haram. Sedangkan ibunya terlahir dari keluarga baik-baik dan terbiasa dengan petuah dan aturan agama. Bak dua sisi mata uang, selamanya mereka tak bisa sejalan walau memaksa bersama.
“Terima kasih, Bos. Setelah memastikan semua, aku janji segera kembali.”
__ADS_1
“Sudah, pergi saja. Putrimu lebih membutuhkanmu dibandingkan denganku. Minta Max ke sini menggantikanmu.” Rarendra bersikap biasa.
Panggilan terputus, tatapan pria itu menerawang. Banyak hal dilewatinya selama ini. Hidup di dunia yang kejam dan keras, terkadang ia merindukan sosok ibu yang menghilang entah di mana. Bersama adiknya, Senia, dia tumbuh dewasa dengan sikap keras sang ayah. Tak ada belaian lembut, kata-kata manis, atau bahkan kasih sayang ditunjukkan dengan hal-hal sederhana. Rarendra memang ditempa keras oleh pria tua yang disapanya Papa.
Berbalik, ditatapnya wajah-wajah pria tampan yang sedang mengobrol ringan. Ketiganya ada pengusaha sukses dan memiliki keluarga harmonis yang membuatnya iri. Di usia matangnya, ia sendiri masih sendiri. Belum ada tanda-tanda ke sana walau banyak wanita mengantre.
♟️♟️♟️
Lana masih menangis sesenggukan di pangkuan Bayu pasca operasi kecil menutup luka di alis mata kanannya. Bermain dorong-dorongan di sekolah, balita itu tak sengaja terjatuh mengenai pinggiran pot semen yang lumayan keras. Alhasil, ketika diangkat, alisnya robek dan darah sudah keluar deras dan membuat panik seisi sekolah.
__ADS_1
Lana tak menjawab. Sebaliknya, gadis kecil itu merebah di dada bidang Bayu dengan manja sambil mendengarkan pria dewasa ber-blazer putih menjelaskan semuanya. Tak jauh dari pasangan ayah dan anak itu, tampak wanita muda yang bisa bernapas lega setelah memastikan anak didik di tempatnya mengabdi dalam keadaan baik-baik saja. Tanggung jawab yang memang pantas dilimpahkan pada pihak sekolah, mengingat kelalaian yang terjadi di lingkungan tersebut.
Di tengah penjelasan dokter, tampak seorang wanita muda menerobos masuk dan mengalihkan perhatian semua orang. Shanuella yang harusnya ada jadwal keluar kota siang ini terpaksa mengurungkan niatnya demi sang putri.
“Sayang.” Shanuella berdiri dengan napas naik turun. Setelah turun dari taksi, dia berlari masuk untuk memastikan keadaan putri semata wayangnya. Tumpuan dan harapan setelah semua tragedi mengerikan di dalam hidupnya lima tahun silam. Kelana Sunshine yang membuatnya bangkit dan siap berperang melawan kejamnya kehidupan.
Cobaan datang silih berganti dan menempanya menjadi wanita berhati besi. Dari gadis manja bergelimang harta, dia menjelma jadi sosok berbeda. Kalau dibandingkan, semua orang akan merasa sekali bagaimana Shanuella bermutasi.
“Mama.” Tangis Lana pecah setelah melihat kehadiran Shanuella. Kedua tangan terulur ke depan, meminta sang mama mendekapnya.
__ADS_1
“Ya, sebentar. Mama masih lelah. Tunggu Mama atur napas dulu.” Bayu buru-buru berdiri sambil menggendong Lana dan memberi tempat duduknya pada Shanuella agar wanita itu ikut mendengar penjelasan dokter.