
Adam masih menatap ke arah Aruna yang tersipu malu. Ia mengungkapkan perasaannya namun Aruna malah tersipu malu dan diam masih belum memberikan jawaban.
"Emang kak Adam nggak punya pacar?" Tanya Aruna akhirnya.
"Enggaklah,"
"Itu Keisha?" Tanya Aruna lagi mengingat selama ini Aruna sering melihat Adam bersama Keisha.
"Dia temen aku, kemana mana emang suka buntut."
"Tapi dia marah nggak kalau kita pacaran?" Tanya Aruna lagi karena Ia tidak ingin membuat masalah dengan siapapun termasuk dengan Keisha, gadis paling cantik dikampus.
"Ya enggaklah, kan dia bukan siapa siapa aku Run." Balas Adam sambil tertawa kecil.
Aruna kembali diam, seolah masih berpikir untuk memberi jawaban apa pada Adam.
"Kamu nggak suka sama aku ya? Kalau ditolak juga nggak apa apa sih yang penting kita masih bisa temenan." Kata Adam dengan raut wajah kecewa.
Aruna menggelengkan kepalanya, "Aku juga suka sama kak Adam, aku cuma takut kalau nanti-"
"Aku janji bakal bahagiain kamu Run, aku janji bakal jadi pacar yang baik buat kamu Run." Janji Adam yang langsung membuat Aruna meleleh dan akhirnya menganggukan kepalanya.
"Diterima nih?" Tanya Adam tersenyum lebar.
Aruna kembali menganggukan kepalanya karena Ia terlalu malu untuk menjawab.
Fix, Adam menjadi cinta pertamanya juga pacar pertama untuk Aruna.
Adam langsung memeluk Aruna erat membuat Aruna terkejut dengan respon Adam yang menurutnya berlebihan karena selama ini Aruna memang belum pernah kontak fisik dengan pria manapun.
"Eh maaf, terlalu seneng sampai nggak sadar meluk kamu." Kata Adam yang hanya di angguki Aruna.
"Kamu nggak marah kan sayang?" Tanya Adam membuat hati Aruna semakin tak karuan karena Adam memanggilnya sayang.
Aruna menggelengkan kepalanya, "Maaf kak, aku belum pernah dekat dan pacaran dengan siapapun jadi masih terasa aneh buat aku." Jujur Aruna.
"Nggak apa apa sayang, justru aku sekarang merasa beruntung bisa jadi pacar pertama kamu dan aku pengennya sih kita sampai nikah." Ucap Adam yang lagi lagi membuat pipi Aruna memerah.
"Kak kita berangkat sekarang aja gimana?" Tanya Aruna yangn sudah tak tahan mendengar ucapan Adam yang semakin membuatnya gila.
"Oke sayang, kita berangkat sekarang." Kata Adam langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumah Aruna.
Sepanjang perjalanan, Adam tak henti hentinya mengoceh, menceritakan segala hal, berbeda dengan Aruna yang kebanyakan diam. Aruna masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi hari ini. Rasanya seperti mimpi, dalam sekejap Ia bisa menjadi kekasih Adam, pria paling tampan di kampus yang sudah lama Ia kagumi itu.
Jika biasanya Aruna melihat Adam, pria yang cool dan pendiam namun berbeda dengan hari ini. Adam sangat cerewet membuat Aruna semakin senang karena Adam mungkin sudah nyaman bersamanya.
__ADS_1
Setelah membeli tiket, Adam mengandeng tangan Aruna mengajak masuk ke akuarium besar dimana mereka berdua bisa melihat segala jenis biota laut.
"Wah bagus banget." Puji Aruna tampak senang, kali pertama datang kesini bersama dengan orang spesial.
"Seneng banget ya?" Tanya Adam yang tadinya mengandeng tangan Aruna kini berubah menjadi merangkul bahu Aruna.
Aruna sedikit tidak nyaman namun Ia harus mulai membiasakan diri dari sekarang karena mereka sudah sepasang kekasih sekarang.
"Asal nggak yang didalem deh." Batin Aruna membayangkan yang tidak tidak.
Adam dan Aruna mengelilingi seaworld hingga keduanya lelah dan memilih duduk.
Aruna mengambil ponselnya untuk mengajak Adam selfi karena Aruna ingin memamerkan pada Nysa jika keduanya sudah berpacaran.
Namun ucapan Adam membuat Aruna menghentikan niatnya.
"Kita backstreet dulu aja ya sayang, jangan sampai anak kampus tahu." Kata Adam membuat Aruna tentu saja sangat kecewa.
"Kenapa gitu?"
"Jangan marah dulu sayang, jangan salah paham dulu. Aku cuma nggak mau kamu jadi inceran fans aku di kampus. Tahu sendiri kan mereka gimana? Aku cuma nggak mau kamu kenapa napa." Jelas Adam membuat Aruna ingat jika kekasihnya itu memiliki banyak fans dikampus dan mereka sangat bar bar, tidak mudah menerima Adam memiliki kekasih.
"Iya juga sih."
Adam tersenyum, "Makasih sayang atas segala pengertianmu. Kalau foto sementara disimpen sendiri dulu nanti kalau kita sudah wisuda dan mau married baru deh kita go publik." Kata Adam yang akhirnya membuat Aruna luluh dan hanya menurut dengan semua ucapan Adam.
Akhirnya keduanya memutuskan untuk makan siang di foodcourt yang ada di seaworld.
"Kok makan nya cuma sama sayur aja nggak ambil lauk?" Tanya Adam merasa heran banyak lauk yang bisa dipilih namun Aruna hanya makan nasi dan sayur sop saja.
"Aku nggak suka semua jenis daging kak, lebih suka sayur."
"Pantes kulit kamu sehat dan terlihat cantik terus ya ternyata ini rahasianya." Puji Adam.
"Ck, kak Adam gombal terus deh."
Adan tertawa, "Enggak gombal seriusan sayang."
Aruna memilih diam dan melanjutkan makan begitu juga dengan Adam.
Selesai makan keduanya kembali ke mobil.
"Sekarang mau kemana lagi?" Tanya Adam.
Aruna melirik ke arah jam tangannya masih pukul satu siang, masih terlalu awal untuk pulang.
__ADS_1
"Terserah kak Adam aja."
"Gimana kalau bioskop? Kita nonton."
"Boleh deh kak. Tapi aku lagi nggak ada rekomendasi film."
"Nanti kita cari disana."
Aruna mengangguk setuju.
Sampai di bioskop akhirnya mereka berdua memilih satu film luar negeri secara random.
Keduanya memasuki ruangan tak lupa Adam membelikan cemilan popcorn untuk Aruna.
Aruna dan Adam duduk dibangku belakang. Keduanya sama sama fokus menonton film dilayar hingga fokus Aruna terganggu dengan suara aneh yang ada dibangku paling belakang.
Aruna yang penasaran akhirnya menengok ke belakang dan betapa terkejutnya Aruna saat melihat sepasang kekasih sedang berciuman, tangan pria itu bahkan mengerayangi tubuh wanitanya begitu juga dengan tangan wanita yang berada dibagian sensitif dari tubuh prianya.
Aruna terkejut, sangat terkejut hingga akhirnya memilih kembali fokus dilayar. Memang film yang Ia tonton banyak menampilkan adegan ciuman tapi sepertinya tidak pantas melakukan hal itu ditempat seperti ini pikir Aruna.
"Ada apa?" Bisik Adam yang tiba tiba wajahnya mendekat ke wajah Aruna.
Aruna memalingkan wajanya, "Eng enggak apa apa kak."
Film selesai, keduanya kembali ke mobil. Aruna hanya diam saja sedari tadi karena pikirannya yang masih tidak karuan.
Tiba tiba tangan Adam terulur memengang pipi Aruna dan bahkan Adam mulai mendekatkan wajahnya seperti ingin mencium Aruna.
Segera Aruna memalingkan wajahnya,
"Kenapa?" Tanya Adam tampak kecewa.
"Ak aku belum siap kak."
Aruna merasakan ponselnya bergetar dan segera Ia mengambil ponselnya untuk menghilangkan kegugupan diantara mereka berdua.
Mata Aruna langsung saja melotot kala melihat ada seratus panggilan tak terjawab dari Bian.
"Ak aku kayaknya mau naik taksi aja deh kak."
Adam mencekal tangan Aruna yang akan keluar dari mobilnya, "Kak Bian udah telepon banyak banget, bakal kena marah dan aku nggak mau kak Adam kena marah juga jadi baiknya aku naik taksi." Kata Aruna melepaskan cekalan Adam dan langsung keluar dari mobil.
Adam terlihat memukul setir mobilnya, "Sial!"
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yaa