MY CRAZY BROTHER

MY CRAZY BROTHER
54


__ADS_3

Aruna sampai dikampus dan sudah disambut oleh bestienya, Nysa. Entah sudah berapa lama tidak bertemu dengan Nysa. Mungkin setelah Ia dijebak oleh Adam, baru sekali ini Ia bertemu dengan Nysa.


"Gue kangen banget sama Elo!" Ucap Nysa yang langsung diangguki Aruna.


"Gue juga kangen."


"Lo udah tahu belum?"


Aruna mengerutkan keningnya, "Tahu apa?"


"Abang Gue si Adam, someone your like dipenjara."


Aruna tidak terkejut karena Ia tak sengaja mendengar obrolan Bian dengan Sadam melalui telepon.


"Kasus apa?"


"Narkoba, eh Lo kok biasa aja? Nggak sedih, nggak kaget. Udah move on?" Tebak Nysa.


Aruna hanya tersenyum saja.


"Kok bisa cepet banget move on nya?" Heran Nysa.


"Mungkin ada beberapa hal yang buat gue ilfeel jadi cepet move on." Ungkap Aruna.


"Atau mungkin udah ada orang lain yang bikin Lo jatuh cinta."


Aruna kembali tersenyum karena tebakan Nysa benar.


"Eh beneran? Siapa?"


"Ada lah pokoknya."


"Anjir, sama gue pakai rahasia!" Kesal Nysa.


Merasa tak enak akhirnya Aruna menceritakan pada Nysa, "Gue ehm gimana ya ngomongnya, Gue jadian sama Kak Bian."


Seketika Nysa melonggo, Ia benar benar terkejut dengan apa yang baru saja Aruna katakan.


"Eh Run, Lo masih waras kan? Dia abang Elo!"


Aruna mengangguk, "Tapi kan Elo juga tahu kalau dia bukan abang kandung gue, gue ini cuma anak angkat Sa."


Nysa ikut mengangguk, "Ya tapi kan nggak diembat juga, gue gimana? Nggak mikirin banget perasaan gue!" Protes Nys membuat Aruna tertawa.


"Kalau masalah cinta kadang emang bikin lupa sama temen Sa!"


"Kebangetan Lo Run, gue yang naksir duluan nah malah Elo yang dapet!"


Aruna kembali tertawa, "Cinta nggak bisa dipaksa Sa."


"Iya iya tahu gue! Tapi kok Lo bisa sih jatuh cinta sama Bian? Bukannya Lo benci sama dia?"


Aruna terdiam sejenak, mengingat awal awal kepulangan Bian Ia masih sangat benci pada Kakaknya, namun seiring berjalan nya waktu, keposesifan Bian menumbuhkan cinta dihatinya tanpa Ia sadari.

__ADS_1


"Gue juga nggak tahu Sa, tiba tiba gue nyaman aja sama Kak Bian."


Nysa menghela nafas panjang, "Dan satu lagi, emang orangtua Lo bakal setuju kalau Lo sampai nikah sama Bian?"


Raut wajah Aruna berubah sedih, "Itu gue juga nggak tahu Sa."


Nysa berdecak, "Mau gimanapun nanti, Lo harus tetep perjuangin cinta Lo Run."


Aruna mengangguk lalu tersenyum, merasa mendapatkan support dari Nysa.


Jam kelas berakhir, Aruna dan Nysa menyempatkan untuk makan siang dikantin lebih dulu sebelum pulang.


"Emak Lo keguguran? Emangnya hamil?" Nysa sangat terkejut saat mendengar cerita Aruna yang ingin segera pergi ke klinik setelah ini.


"Iya, baru tahu hamil kemarin ee semalam udah keguguran. Mama gue keliatan sedih banget Sa, nggak tega gue sama Mama." Ucap Aruna dengan raut wajah sedih.


Nysa terdiam cukup lama sambil mengaduk aduk soto nya yang baru saja datang.


"Kenapa Lo? Kesambet?" Heran Aruna melihat Nysa tiba tiba diam.


"Ganjel gue kalau nggak cerita sama Lo tapi gue juga takut salah." Kata Nysa.


"Mau cerita apa?"


"Tapi Lo jangan overthinking dulu ya?" Pinta Nysa yang langsung diangguki Aruna.


"Minggu kemarin waktu gue nganter Saudara gue buat booking hotel, gue ngeliat bokap Lo check in dihotel sama cewek, masih muda sih ceweknya.


Aruna sempat melongo sebelum akhirnya Ia tertawa, "Nggak mungkin, Lo pasti salah lihat kan."


Aruna menggelengkan kepalanya tak percaya, "Nggak mungkin lah Bokap Gue kayak gitu orang Bokap gue sayang banget sama Nyokap."


"Ya semoga saja gue salah lihat ya Run." Kata Nysa merasa tak enak.


"Ya, Lo pasti salah lihat. Nggak mungkin bokap gue selingkuh." Kata Aruna meyakinkan dirinya.


"Tapi waktu itu beneran bokapnya Runa, mata gue masih sehat, nggak mungkin salah lihat." Batin Nysa.


Keduanya mulai menikmati soto yang masih hangat,


"Eh boleh ikut gabung nggak?" Suara Keisha yang saat ini berdiri disamping mereka sambil membawa nampan berisi makan siangnya.


Nysa melirik sinis ke arah Keisha berbeda dengan Aruna yang tersenyum,


"Boleh kok."


Mata Nysa langsung melotot ke arah Aruna, "Bukannya dia musuh bebuyutan Elo?" Bisik Nysa namun masih bisa didengar oleh Keisha.


Aruna hanya menggelengkan kepalanya, memberikan kode pada Nysa agar tidak julid karena Aruna merasa tidak enak.


Nysa memutar bola matanya malas lalu kembali menikmati sotonya.


"Udah kelar kelasnya?" Tanya Keisha.

__ADS_1


"Udah kok."


"Dijemput Bang Bian?"


"Mungkin enggak karena nggak tahu kalau aku ke kampus."


Keisha mengerutkan keningnya, seolah ingin tahu apa yang terjadi.


"Mama aku lagi dirawat, tadi niatnya nggak ke kampus tapi Mama maunya ditemenin sama Papa jadinya ya ke kampus deh." Jelas Aruna detail.


"Oh gitu, barusan mereka selesai meeting, nggak minta dijemput?" Tanya Keisha yang memang baru saja dikabari oleh Sadam jika baru saja selesai meeting.


"Enggak, mungkin nanti naik taksi aja." Kata Aruna.


Keisha hanya mengangguk dan langsung menyantap makanannya.


"Makin deket nih sama Bang Sadam?" Goda Aruna yang juga tak sengaja melihat cincin yang melingkar dijari manis Keisha.


Keisha tersenyum, "Doakan saja yang terbaik."


Aruna ikut tersenyum, Ia memang tidak mengenal Keisha selama ini. Yang Ia tahu dulu Keisha gadis centil yang suka cari perhatian Adam namun berbeda dengan Keisha sekarang, tampak tenang dan lebih kalem tidak lagi centil dan sok berkuasa.


Mungkin Sadam yang sudah merubah sosok Keisha yang sekarang, pikir Aruna.


Selesai makan, Keisha masih kembali ke kelas sementara Aruna dan Nysa keluar kampus.


"Ck, tuh cewek centil ngapain sih deketin Lo, jangan jangan suka lagi sama Bang Bian jadi caper dulu sama Adeknya." Gerutu Nysa sambil berjalan.


"Ehh nggak boleh suudzon. Kalau dilihat Keisha emang udah berubah lebih baik kok." Ungkap Aruna.


"Modus aja tuh modus, waktu bang Adam populer aja ditempelin terus eeh giliran sekarang Bang Adam dipenjara, ditinggalin gitu aja, rasanya mau gue remes tuh cewek centil."


"Keisha tu bukan suka sama Kak Bian tapi dia lagi deket sama Sadam."


"Sadam siapa?"


"Asisten Kak Bian."


"Asisten Kak Bian yang ganteng itu?" Tebak Nysa yang memang pernah tak sengaja bertemu Bian dengan asistennya saat ponselnya hilang waktu itu.


"Jahat banget deh Lo, kenapa nggak dikenalin sama gue malah dikenalin sama bunglon itu!"


"Gue aja nggak tahu kalau mereka kenal, waktu itu nggak sengaja barengan. Mungkin itu yang bikin Keisha baik sama gue." Jelas Aruna yang hanya membuat Nysa berdecak.


Sepulang dari kampus, Aruna menyempatkam mampir ke toko bunga untuk membelikan mawar putih kesukaan Mama Anneta.


Dengan senyum mengembang, Aruna membawa bucket mawar putih itu memasuki klinik tempat Anneta dirawat.


Setelah melewati lorong, Aruna berbelok dan hampir sampai diruang rawat mamanya namun seketika langkah Aruna terhenti kala melihat seorang wanita muda berpenampilan seksi sedang memeluk papanya tak jauh dari pintu ruang rawat Mama Anneta.


Aruna merasa terhipnotis oleh apa yang Ia lihat hingga membuatnya tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya, kaku dan mati rasa.


"Tidak, ini tidak mungkin!"

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2