
Keisha menatap Adam dengan tatapan tajam berbeda dengan Adam yang tersenyum meremehkan. Saat ini mereka berada dikamar mandi yang tak terpakai dikampus. Adam terlihat memojokan Keisha menguncinya dengan kedua tangan Adam.
"Mau ngapain Lo?" Tanya Keisha mencoba melepaskan diri namun tidak bisa.
"Semalam gue telepon kenapa nggak diangkat?" Tanya Adam yang semalam memang menghubungi Keisha karena Adam butuh Keisha, setelah hujan hujan dan kedinginan, Adam butuh kehangatan.
"Nggak penting, sekarang lepasin gue!" Pinta Keisha masih memberontak.
"Nggak penting? Apa karena udah punya gebetan baru jadi Lo anggap gue nggak penting huh."
Keisha tersenyum sinis, "Lo nggak lupa kan kalau Lo udah ngebuang gue kayak sampah, trus ngapain sekarang masih nyariin gue? Emang mana cewek cewek club Lo itu?" Keisha tidak lupa dengan apa yang dilakukan Adam sewaktu diclub yang lebih memilih cewek club dari pada dirinya.
Adam mengepalkan tangannya, Ia ingat beberapa minggu ini Ibunya tidak mentranfser uang jajannya tentu saja Ia tidak bisa bersenang senang, Ibunya bahkan tidak bisa dihubungi sejak kemarin padahal Adam sangat membutuhkan uang.
"Nggak peduli, Lo harus datang tiap gue minta!" Kata Adam karena hanya dengan Keisha, Adam bisa menikmati tubuhnya tanpa harus membayar.
"Gue udah nggak mau!"
Adam tersenyum sinis, "Yakin Lo nggak mau?"
Adam mengambil ponselnya lalu memperlihatkan sesuatu pada Keisha yang membuat Keisha langsung membegap mulutnya.
"Brengsek!" Umpat Keisha mencoba merebut ponsel Adam namun gagal.
"Hapus nggak!"teriak Keisha masih mencoba merebut ponsel Adam namun gagal. Keisha harus menghapus video itu, video hubungan panasnya dengan Adam. Keisha benar benar tak menyangka, Adam merekam dirinya saat mereka berhubungan panas.
Adam tertawa puas karena Ia memiliki kunci hidup dari Keisha, dengan video ini, Adam bisa melalukan apapun yang Ia mau pada Keisha, Adam juga bisa meminta kapanpun Ia mau tanp harus membayar.
"Kalau Lo mau video ini aman, gue tunggu di apartemen nanti malam." Kata Adam lalu pergi meninggalkan Keisha yang menangis.
"Sialan! Cowok brengsek!" Umpat Keisha sambil menangis.
Setelah berkenalan dengan Sadam, Keisha sudah hampir melupakan sakit hatinya pada Adam. Sadam memperlakukan dirinya dengan baik membuatnya ingin berubah lebih baik namun sekarang, ancaman Adam membuat Keisha harus jatuh lagi ke lubang yang tadinya sudah Ia tutup.
Keisha tidak bisa melalukan apapun selain menuruti keinginan Adam karena Ia tidak ingin video pornonya tersebar dan membuatnya dikeluarkan dari kampus.
Sementara Adam keluar dari kamar mandi, berjalan ke kelasnya dan tersenyum puas hingga Adam sadar jika tadi Ia juga melihat Aruna datang ke kampus.
Ya Aruna, yang semalam membuatnya kedinginan sudah berada dikampus.
Adam segera menuju ke kelas Aruna, Ia melihat lihat namun tidak ada Aruna disana, Nysa adik sepupunya juga tidak ada.
"Aruna mana?" Tanya Adam pada salah satu teman kelas Aruna.
"Dia sudah pulang."
"Haa? Bukannya ini masih pagi, dosen juga belum ada yang masuk, jangan bohong Lo!" Sentak Adam.
"Hari ini dosen nggak ada yang masuk jadi dia pulang."
"Ck, sial!"
__ADS_1
Adam keluar dari kelas Aruna, tak berapa lama Aruna yang tadinya bersembunyi dibawah meja pun naik ke atas.
"Makasih ya." Ucap Aruna pada Temannya yang mau membantunya berbohong.
"Iya sama sama."
Aruna membuka ponselnya, Ia mencoba mendial nomor Nysa namun sayang nomor Nysa tidak aktif.
Hari ini Aruna sudah berangkat namun Nysa malah tidak berngkat ke kampus bahkan tidak bisa dihubungi membuatnya khawatir.
Seharian saat dikampus, Aruna mencoba menghindari Adam dan Ia berhasil saat jam pulang kampus.
Mobil Bian sudah didepan untuk menjemputnya,
"Gimana? Udah ketemu mantan Lo?"
Aruna malah tertawa, "Tadi dia nyari dikelas trus aku ngumpet."
Bian ikut tertawa, kali pertamanya Aruna melihat Bian tertawa selebar itu.
"Langsung gue anterin pulang ya, habis ini mau meeting." Kata Bian yang diangguki Aruna.
"Kalau memang sibuk, nggak jemput nggak apa apa kak."
"Gue nggak sibuk!"
Aruna berdecak, Bian selalu saja seperti itu padahal Aruna tidak ingin merepotkan Bian.
"Kenapa?"
Keisha tampak terkejut, "Kenapa apanya?"
"Wajah Lo sedih. Kenapa?" Tanya Sadam lagi.
"Lo tahu gue lagi sedih?" Keisha menatap Sadam, tak menyangka jika pria itu sangat mengerti dirinya, kali pertama Keisha memiliki teman pria yang sangat perhatian padanya dalam hal apapun.
"Hidup gue menjijikan banget ya." Keluh Keisha.
"Menjijikan gimana?"
"Waktu masih sekolah gue dijual sama Bokap gue ke orang yang nggak gue kenal sampai gue merusak diri gue sendiri. Gue suka sama cowok, gue nurutin apa yang dia mau sampai dia jebak gue sekarang." Ungkap Keisha dengan air mata berlinang.
"Jebak gimana?"
"Dia vidoein gue waktu hubungan sama dia dan dia ngancem gue mau nyebarin kalau gue nggak nurutin mau dia." Akui Keisha, Sadam mengepalkan tangannya.
"Gue harus gimana? Gue udah nggak mau jadi pelampiasan nafsu dia." Kata Keisha lalu menangis.
Sadam menepuk nepuk punggung Keisha, memberi ketenangan untuk Keisha.
"Lo nggak perlu datang."
__ADS_1
"Tapi gimana kalau dia nyebarin videonya? Bisa hancur masa depan gue!" Kata Keisha membuat Sadam terdiam.
Ting... satu pesan masuk ke nomor Keisha.
Lo nggak perlu datang malam ini, mungkin besok. Gue ada urusan.
Seketika senyum Keisha mengembang kala mendapatkan pesan dari Adam.
"Gue bakal mikir gimana caranya biar Lo terbebas dari ini." Kata Sadam membuat Keisha lega.
Sementara itu, Bian dan Aruna hampir sampai dirumah.
Aruna melihat ponselnya, ada beberapa pesan dari Nysa.
Gue lagi diklinik
Sakit gue
Lo bisa datang sekarang? Gue share tempatnya.
Aruna tentu saja panik setelah membaca pesan dari Nysa.
"Mau kesana sekarang?" Tawar Bian yang langsung diangguki Aruna.
Bian hanya mengantar sampai depan klinik karena Ia harus segera pergi ke tempat meeting.
Bian melajukan mobilnya menuju tempat meeting, disebuah restoran dimana sudah ada Sadam yang menunggu disana.
Bian dan Sadam segera menghampiri klien mereka dan memulai meeting. Tiga puluh menit akhirnya mereka selesai.
Bian sedikit bersantai sambil minum jus yang Ia pesan hingga matanya menatap ke arah gadis yang sangat Ia kenali.
"Nysa? Kenapa dia disini? Bukankah Ia berada diklinik?" Gumam Bian.
"Ada apa Pak?" Tanya Sadam.
Tanpa menjawab, Bian menghampiri Nysa yang tengah makan siang bersama temannya.
"Lo kok disini? Aruna mana?" Tanya Bian membuat Nysa mengerutkan keningnya.
"Aku nggak tau Bang, hari ini nggak ke kampus."
"Bukannya Lo ngirim pesan ke Aruna kalau Lo lagi di klinik?"
Nysa semakin bingung, "Ponsel aku hilang bang, nih baru beli ponsel baru." Nysa memperlihatkan ponsel barunya yang belum Ia buka.
"Shittt!" Umpat Bian lalu berlari keluar dari restoran.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komenn
__ADS_1