
Aruna masih merasa ada yang aneh dengan rasa ayam wokunya yang keasinan, Ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi Keisha. Mencoba menelepon Keisha hingga tiga panggilan namun tidak diangkat oleh Keisha.
"Sudahlah sayang, mungkin memang kamu kebayakan ngasih garam jadi asin." ucap Bian yang melihat kegelisahan Aruna.
"Tapi harusnya nggak seasin itu Kak." balas Aruna.
"Ck, tidak diangkat lagi." decak Aruna meletakan ponselnya dimeja lalu ikut berbaring di samping Bian.
Bian langsung memeluk Aruna, "Rasanya sudah lama tidak seperti ini."
Aruna berdecak, "Padahal baru sehari kemarin."
"Jadi malam ini harus double." bisik Bian.
Aruna tersenyum, Ia pasrah saja dengan apa yang akan dilakukan oleh Bian toh Ia juga merasa enak.
Namun baru ingin memulai, ponsel Aruna berdering membuat Aruna segera beranjak dan mengambil ponselnya.
Bian menatap ke arah Aruna kesal.
Aruna tersenyum senang kala mengetahui Keisha yang menghubunginya,
"Maaf menganggu mu Keisha, aku hanya ingin menanyakan sesuatu."
"Tanya apa?"
"Apa kau mencoba ayam woku buatanku? Apa rasanya asin?" tanya Aruna.
"Apa aku harus menjawab jujur." suara Keisha terdengar sedikit tertawa.
"Ya katakan saja dengan jujur bagaimana rasanya?" tanya Aruna tak sabar.
"Rasanya memang sedikit asin."
Aruna langsung saja lemas mendengar ucapan Keisha,
__ADS_1
"Tenang saja, masih belajar jadi jangan terlalu sedih jika rasa masakannya gagal." ucap Keisha lagi.
"Baiklah, terima kasih. Maaf sudah menganggu waktu istirahatmu Keisha." ucap Aruna lalu mengakhiri panggilan.
"Bagaimana?" tanya Bian menatap ke arah Aruna.
"Rasanya memang asin."
Bian tersenyum, menarik tubuh Aruna lalu memeluknya, "Padahal kau sudah ingin berprasangka buruk pada Mbok Siti kan?" tebak Bian dan Aruna tersenyum.
"Aku merasa tidak memberi garam sebanyak itu jadi aku berpikiran buruk."
Bian kembali tersenyum, "Besok lagi sebelum memberikan pada orang lain, kamu harus mencicipi masakan mu sendiri lebih dulu dan pastikan rasanya enak."
Aruna mengangguk lalu membalas pelukan Bian.
"Sekarang waktunya, aku tidak akan membiarkan mu kabur lagi." ucap Bian langsung memulai permainan panasnya bersama Aruna.
Sementara itu, Keisha meletakan ponselnya setelah baru saja Aruna menelepon.
"Apa itu Nona?" tanya Sadam yang langsung diangguki oleh Keisha.
"Hanya sedikit, mungkin jika orang yang menyukai asin tidak akan merasakan asin."
Keisha mengangguk setuju, "Ya, aku juga mengatakan hanya sedikit asin."
...****************...
Dua hari berlalu, hari ini menjadi hari bahagia untuk Aruna dan Bian karena hari ini adalah hari resepsi pernikahan mereka.
Resepsi yang sudah dipersiapkan oleh Anneta dan Ryan untuk mereka berdua.
Semua tamu undangan tampak berdatangan termasuk semua klien Ryan dan juga Bian yang ikut datang memeriahkan kebahagiaan mereka berdua.
"Awasi tempat ini, jika ada yang mencurigakan segera sikat saja! Aku tidak ingin ada yang merusak acara bahagia putraku." perintah Ryan pada Anak buahnya.
__ADS_1
"Baik Tuan."
Setelah selesai memberi briefing pada para anak buahnya, Ryan kembali masuk ke dalam hotel tempat di adakannya acara pernikahan. Ia ikut menyambut para tamu yang datang.
Namun Ryan merasa ada satu tamu yang tak di undang datang ke acara resepsi Bian.
"Kenapa anda menatap saya seperti itu?" tanya Pria yang tak di undang itu.
Ryan tersenyum, "Karena saya merasa tidak mengenal anda, maafkan saya."
Pria itu ikut tersenyum, "Saya ini mantan investor diperusahaan Bian, tentu saja saya harus datang." ucap nya santai.
"Mantan Investor? Apa nama perusahaan anda?" Ryan mulai penasaran.
"Anda tidak perlu tahu," ucap pria itu tersenyum lalu berjalan meninggalkan Ryan.
Ryan merasa gerak gerik pria itu terlihat mencurigakan jadi Ia terus mengawasi pria itu dari jauh.
Sadam yang ikut berada diresepsi pernikahan Bian. Ia yang ikut menyambut tamu terlihat sangat terkejut saat melihat salah satu tamu yang datang dan merasa tak asing dengan tamu itu.
"Bukankah pria itu donatur kampus yang bercinta dengan Jessi? Bagaimana bisa dia berada disini?" heran Keisha.
"Ah iya aku ingat, itu pria yang ada di video, bagaimana bisa Ia berada disini." ucap Sadam akhirnya Ia ingat.
"Aku tidak tahu, apa mungkin dia berniat balas dendam?" Keisha ikut panik.
"Aku tidak tahu, sebaiknya kita awasi gerak geriknya." ucap Sadam yang langsung di angguki oleh Keisha.
Bian dan Aruna segera turun ke acara karena sudah banyak tamu yang menunggu mereka.
Semua tamu tampak memuji Aruna yang terlihat cantik serta Bian yang terlihat sangat tampan.
Namun tidak dengan satu pria yang menatap keduanya dengan tatapan penuh dendam.
"Mereka tidak pantas bahagia setelah menghancurkan kebahagiaanku." ucap pria yang tak lain adalah Pras mantan sugar daddy Jessi.
__ADS_1
Bersambung...
Jangn lupa like vote dan komenn