MY CRAZY BROTHER

MY CRAZY BROTHER
19


__ADS_3

Bian menatap ke arah wanita itu dengan tatapan malas. Waktu itu saat mereka bertemu di club malam wanita itu mengenakan dress seksi dan sekarang dikampus pun dia juga mengenakan pakaian seksi.


Sudah sangat terlihat jika dia bukanlah wanita baik baik apalagi melihat tatapan mata genit yang menyebalkan itu membuat Bian sangat muak.


"Keisha, masih inget kan?" Keisha mengulurkan tangannya pada Bian yang masih juga tak meresponnya.


"Gue nggak ada waktu buat ngurusin elo!" Kata Bian lalu berbalik ingin pergi namun Keisha menahan tangannya.


Keisha kembali mencekal tangan Bian namun dengan cepat, Bian melepaskan cekalan tangan Keisha lalu menatapnya tajam.


"Berhenti nyentuh gue!" Bian memberikan peringatan dengan nada marah yang membuat Keisha berangsur mundur.


"Gue cuma mau kenal aja, apa susahnya sih!" Kata Keisha.


"Tapi gue nggak mau kenal sama Elo, jadi stop sok akrab sama Gue!" Kata Bian lalu pergi meninggalkan Keisha.


Keisha masih menatap punggung Bian, "Semakin Lo tolak, semakin gue semangat ngejar Elo!" Kata Keisha sambil tersenyum.


"Ngomong ngomong ngapain dia kesini ya?" Gumam Keisha mengedikan bahunya lalu berjalan memasuki kelas.


Selesai jam pertama, Aruna ke kantin untuk membeli cemilan. Ia merasa aneh saat dirinya berjalan, semua orang menatap ke arahnya lalu berbisik bisik.


"Kenapa lagi sih mereka!" Batin Aruna mencoba tak mengubris dan terus berjalan menuju kantin hingga salah satu dari mereka menghadang Aruna.


"Eh Lo kok bisa banget sih punya suami cool dan super tampan kayak gitu, bagi tipsnya dong." Katanya yang membuat Aruna menatap bingung.


"Maksudnya apa?"


"Ck, pura pura bego lagi. Tadi yang nganter Lo kesini suami Lo kan?"


Aruna membulatkan matanya tak percaya, lagi dan lagi Bian mengaku ngaku sebagai Suaminya, dasar Abang somplak.


"Suami apaan, dia abang gue." Jelas Aruna.


"Ck, songgong banget sih Lo! Masih nggak di akuin lagi." Katanya menatap Aruna kesal lalu pergi meninggalkan Aruna.


"Lo tuh yang songgong, udah dikasih tahu masih aja nggak percaya!" Omel Aruna berjalan memasuki kantin.


Selesai membeli cemilan, Aruna hendak kembali ke kelas namun matanya tak sengaja melihat Adam sedang duduk dikantin berdua bersama Keisha.


Keduanya terlihat dekat dan akrab membuat Aruna sedikit cemburu.


Aruna berdiri disana cukup lama namun Adam tak melihat ke arahnya membuat Aruna kesal dan langsung keluar dari kantin.


"Napa tuh muka?" Tanya Nysa saat Aruna kembali ke kelas dengan mood yang tidak baik.


"Gue ngeliat Kak Adam sama Keisha."


"Lah kan memang mereka selalu bersama." Balas Nysa.


"Ya tahu tapi kan sekarang Kak Adam eh..."

__ADS_1


"Kenapa sama Bang Adam?" Tanya Nysa penasaran karena Aruna tak melanjutkan ucapannya.


"Ya kenapa mereka nggak pacaran aja gitu." Kata Aruna asal karena Ia hampir  mengatakan jika berpacaran dengan Adam, sangat bahaya jika Nysa tahu karena mulut Nysa itu seperti ember bocor yang pasti akan menyebarkan berita ini kemana mana.


"Ngomong ngomong Lo tahu nggak IG nya calon istri Bang Bian?"


"Ck, nggak tahu gue, dia nyebelin banget tahu nggak tiap gue tanya malah ditoyor sama dibilang kepo."


"Ish, gue penasaran banget."


"Ya sama gue juga!"


Ting... ponsel Aruna berbunyi menandakan jika Ia mendapatkan satu pesan.


"Dari siapa?" Nysa ingin melihat namun Aruna menutupinya.


"Sepupu gue." Balas Aruna terdengar gugup karena Ia tidak ingin Nysa tahu jika yang baru saja mengirim pesan adalah Adam.


Nanti pulang sama aku ya.


Pesan dari Adam yang membuat Aruna bingung karena Ia nanti di jemput oleh Bian.


Sebelum membalas pesan Adam, Aruna mengirim pesan untuk Bian dan mengatakan jika tidak perlu menjemput namun jawaban Bian membuat Aruna semakin bingung.


Ntar tetep gue jemput, awas aja Lo balik sama orang lain.


"Ck, rese banget sih. Sekali aja bikin adiknya seneng kenapa sih!" Omel Aruna.


"Nggak apa apa!"


"Lah jadi kena gue." Kata Nysa mengambil salah satu snack milik Aruna dan memakannya.


Sementara itu Adam yang baru saja mendapatkan balasan pesan dari Aruna terlihat sangat kecewa karena Aruna menolak diantar pulang olehnya.


Padahal Adam sengaja mengajak Aruna  pulang bersama dan mengajaknya mampir ke apartemen namun rencana Adam gagal total karena Aruna dijemput oleh Bian.


Aruna sudah menyelesaikan semua kelasnya, Ia segera memasuki sedan hitam yang kini terparkir didepan kampus.


"Kak Bian nyebelin!" Kata Aruna saat memasuki mobil.


Bian tersenyum sinis, "Di bilang jangan gatel, susah amat!"


"Adam cuma mau nganter Aruna aja kak, apa salahnya?"


"Salah banget, nganter jemput itu tugas gue jadi jangan sampai Lo pulang sama orang lain!"


"Ck, kak Bian juga kerja ngapain sih, biar aku di anter sama Mang Torik juga nggak apa apa."


Bian menatap tajam membuat Aruna menundukan kepalanya takut.


Mereka sampai dirumah, terlihat mang Torik mengawasi gerak gerik Aruna membuat Bian curiga.

__ADS_1


"Kenapa Lo?"


"Eng enggak den." Mang Torik tampak pergi meninggalkan Bian.


Bian langsung ke kamarnya, Ia mengecek cctv kamar Aruna namun Ia melihat kamarnya aman, tidak ada siapapun yang masuk kecuali Mbok Inem yang memang membersihkan kamar Aruna.


"Nggak ada yang aneh." Gumam Bian menutup laptopnya lalu keluar lagi untuk makan siang bersama Aruna.


"Tumben mama dirumah?" Tanya Bian saat melihat kedua orangtuanya lengkap berada dirumah namun hanya Anneta yang diajak bicara.


"Papa juga ada dirumah." Kata Aruna terlihat senang.


"Karena Papa kamu nanti malem mau bisnis keluar kota dan Mama juga mau liburan sama temen temen Mama jadi sekarang makan siangnya kita bareng." Jelas Anneta membuat Bian tersenyum sinis karena memang beginilah akhirnya.


Yang mereka pikirkan hanyalah bekerja tanpa memikirkan anak anaknya yang juga membutuhkan perhatian.


Wajah Aruna terlihat cemberut, "Yahh ditinggal lagi deh!"


"Sekarang kamu kan punya pacar, sering sering lah main sama dia biar nggak kesepian." Kata David.


"Boleh Pah?"


"Tentu saja boleh, asal jangan aneh aneh." Kata David lagi.


Bian mengepalkan tangannya, mendengar ucapan David yang begitu santainya memperbolehkan Aruna pacaran.


"Nggak ada pacar pacaran, tugas Lo itu belajar!" Kata Bian.


"Tuh kan, kakak pasti gitu." Adu Aruna pada kedua orangtuanya.


"Masalahnya apa? Selama mereka saling suka nggak ada masalahnya kan?" Tanya David pada Bian.


"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan Aruna dekat dengan pria brengsek itu!"


Aruna menudukan kepalanya, takut mendengar suara marah Bian.


"Bi, Aruna sudah dewasa dia berhak mencari kebahagiaannya." Kata Anneta menengahi.


"Kebahagiaan bisa dicari dengan cara lain!"


"Lalu apa kau akan menikahi adikmu sendiri?" Tanya David terdengar sinis.


"Jika bisa aku akan menikahi Runa sekarang juga demi melindungi dia dari pria brengsek diluar sana."


Semua orang menatap terkejut ke arah Bian,


"Jangan gila kak, bukankah Kakak sudah punya calon istri?"


Baik David maupun Anneta lebih terkejut saat mendengar ucapan Aruna.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2