MY CRAZY BROTHER

MY CRAZY BROTHER
85


__ADS_3

Ryan melajukan mobilnya menuju rumah yang sudah sangat lama tak Ia kunjungi, ya sangat lama bahkan bertahun tahun Ia tak datang kerumah itu. Rumah yang dulu dibeli dan ditinggali oleh sahabatnya.


Ryan akhirnya sampai dirumah itu, rumah milik Rega dan Amira sahabatnya yang tak lain adalah orangtua kandung Aruna.


Sebelum turun, Ryan melihat seorang pria berdiri didepan pintu rumah tampak menatap ke arah mobilnya. Pria yang sangat Ryan benci karena pria itu sudah merebut kebahagiaannya juga sudah membuat kedua sahabatnya... ah sudahlah belum waktunya semua terbuka. Saat ini Ia hanya ingin membuat Pria itu mendapatkan pelajaran atas apa yang sudah Ia lakukan selama ini.


Ryan mengenakan masker dan kaca mata hitam tak lupa membawa map berisi berkas kasus perceraian yang sudah Ia selesaikan, sebelum akhirnya Ia keluar dari mobil dan berjalan mendekati pria yang masih berdiri menatapnya penuh keheranan.


Ryan membuka kaca mata dan maskernya membuat pria yang saat ini berdiri didepannya sangat terkejut,


"Apa kabar... David." Sapa Ryan dengan senyuman ramah.


Terlihat sangat jelas, tangan David bergetar seolah takut dengan kedatangan Ryan.


"Kau kembali? Untuk apa kau kemari?" Tanya David menatap Ryan tak suka.


"Ada yang ingin ku urus disini, apa pemilik rumah ini ada dirumah?" Tanya Ryan.


"Aku pemilik rumah disini, ada apa kau kemari hah!" Ucap David tampak memberanikan diri menyentak Ryan padahal bibirnya bergetar ketakutan.


"Apa kau yakin sudah menjadi pemilik rumah ini?" Tanya Ryan sinis.


David terlihat gugup namun berusaha menyembunyikan dari Ryan.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kenapa kau harus keluar dari persembunyianmu, aku lebih suka kau pergi kabur seperti dulu dan tidak ikut campur lagi!"


Ryan kembali tersenyum sinis, "Karena sekarang waktunya aku kembali mengambil kembali semua yang sudah dicuri oleh orang tak tahu malu!"


David benar benar sudah buntu, tidak tahu lagi apa yang harus Ia katakan untuk melawan Ryan.


"Jadi apa boleh aku masuk? Aku ingin bertemu dengan nyonya yang tinggal dirumah ini." Kata Ryan ingin memasuki rumah namun David masih menghadangnya, tidak membiarkan Ryan masuk.


"Jadi kau datang lagi karena belum bisa melupakan wanita yang sudah berhasil ku dapatkan?" Ejek David kini tahu kelemahan Ryan.

__ADS_1


"Apa kau yakin masih menjadi milikmu?" Ryan sepertinya tak mau kalah.


"Tentu saja masih, aku tidak akan melepaskan nya sampai kapanpun!" Ucap David penuh percaya diri.


Ryan tersenyum, Ia menarik kerah baju David lalu membisikan sesuatu ke telinga David, "Kau terlalu percaya diri."


Ryan menggeser tubuh David, segera melepaskan kerah baju David lalu memasuki rumah.


"Sialan, siapa yang menyuruhmu masuk!" Umpat David namun terlambat karena Ryan masuk bersamaan dengan Anneta dan Bian yang akan keluar.


"Selamat pagi!" Sapa Ryan pada Bian dan Anneta yang terkejut menatap ke arahnya.


"Anda kesini? Bukankah sudah ku katakan jika jangan datang sebelum menyelesaikan pekerjaanmu?" Kesal Bian menatap Ryan tak suka.


Anneta dan David sama sama terkejut karena Bian mengenal Ryan.


"Aku datang untuk mengantar ini." Kata Ryan memperlihatkan map yang di bawa "Juga ingin bertemu dengan wanita cantik yang tinggal dirumah ini." Kata Ryan sambil memandang genit ke arah Anneta membuat Anneta tersenyum malu.


Bian mengepalkan tangannya, jika saja tidak ada kedua orangtuanya mungkin Bian sudah menghajar pria ini karena berani mencari Aruna bahkan sampai datang kerumahnya.


"Apa maksudmu mengatakan itu Bian, itu sangat tidak sopan." Protes Anneta pada putra semata wayangnya itu.


"Jadi kau sudah memiliki calon suami lagi Anneta?" Raut wajah Ryan pura pura kecewa dan kini giliran Bian yang terkejut karena Ryan mengenal Mamanya.


"Apa maksudmu menanyakan itu pada Mamaku?" Protes Bian.


"Ya karena wanita yang ku cari saat ini adalah Mama mu, kau pikir aku mencari siapa?"


Wajah Bian memerah malu mendengar pernyataan Ryan karena sudah salah paham dengan Ryan. Bian terlalu dibutakan cinta hingga membuatnya posesif seperti ini bahkan langsung salah paham tanpa menunggu penjelasan dari Ryan.


"Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, ini akta cerai orangtuamu, sekarang aku datang karena ingin mengantar ini dan bertemu dengan Mama mu, apa tidak boleh?"


"Apa maksudmu akta cerai? Tidak ada yang bercerai disini." Protes David yang masih ada disana.

__ADS_1


"Buka dan bacalah." Kata Ryan mengulurkan map berisi akta cerai kepada David.


Sembari menunggu David membuka map, Ryan menatap ke arah Bian yang masih kebingungan, "Jadi apa aku boleh datang kesini untuk bertemu dengan Mama mu?"


Bian mendecak kesal, "Dasar pria tua cabul, terserah kau saja!" Ucap Bian segera pergi dari sana karena tak ingin menganggu urusan para orangtua yang ternyata saling mengenal itu.


Amarah David mendadak meluap saat membuka isi map yang ternyata akta cerai dirinya dan Anneta.


"Ini palsu, aku yakin kau pasti memalsukan akta ini!"


Ryan tertawa, "Tentu saja tidak karena ada tanda tanganmu disana."


David melihat kembali akta cerainya dan memang ada tanda tanganya. Sangat terlihat asli itu tanda tanganya.


"Kau pasti memalsukan tanda tangannya!" David masih tak terima.


"Tentu saja tidak, aku membeli tanda tangan itu. Apa kau lupa, seseorang datang memberimu uang seratus ribu dan hanya meminta tanda tanganmu?"


David terdiam, Ia mengingat dua hari yang lalu saat hari pertama Ia menjalani hukuman sebagai office boy di hotel ada seseorang yang mendekatinya, meminta tanda tangan nya lalu memberikan uang seratus ribu dan tentu saja David tidak menolak itu.


"Sial, kau menjebak ku!"


"Bukankah hal itu juga yang sudah kau lakukan pada semua orang?"


David mengepalkan tangannya, Ia memang menginginkan perceraian ini namun setelah kini Mia pergi meninggalkannya membuat David mengurungkan niatnya. Ia masih ingin bersama dengan Anneta dan tidak akan melepaskan Anneta pada Ryan, pria yang mungkin masih dicintai oleh Anneta.


"Perceraian ini masih belum sah, Anneta masih menjadi milik ku!"


"Apa yang kau lakukan? Bukankah ini yang kau inginkan agar kau bisa bersama dengan gadis itu?" Protes Anneta merasa marah dengan David yang plin plan.


"Tidak, aku tidak ingin siapapun, aku hanya ingin dirimu!" Ucap David pada Anneta terdengar tak tahu malu.


"Kau sungguh tidak merasa malu? Setelah kau mengkhianati pernikahanmu dengan scandal perselingkuhan sekarang kau masih bisa mengatakan ingin bersama  Anneta? Kau gila!" Umpat Ryan tak terima.

__ADS_1


David tersenyum sinis, "Kau pikir siapa yang ingin selingkuh? Jika saja Anneta tidak menyebut namamu saat kami berhubungan dan saat dia terlelap mungkin aku juga tidak akan mencari kesenangan dengan wanita lain!" Ucap David membuang akta cerai ke lantai lalu pergi meninggalkan Anneta dan Ryan yang terlihat sangat terkejut.


Bersambung...


__ADS_2