MY CRAZY BROTHER

MY CRAZY BROTHER
75


__ADS_3

David sedang kebingungan saat ini, Ia harus membelikan Mia ponsel besok namun sekarang saja Ia sudah tidak memiliki sepeser uang, darimana David bisa mendapatkan uang untuk membeli ponsel jika David saja tidak bekerja.


Mobil miliknya juga sudah Ia jual, dan semua mobil yang ada dirumahnya saat ini milik sudah atas nama Anneta dan Bian, tidak mungkin David memintanya.


David melihat ke ranjang, dimana Mia tengah terlelap disana, Ia menghela nafas panjang. Tatapan matanya beralih ke arah lemari kaca yang ada didepan. Lemari kaca yang dipenuhi koleksi tas mahal milik Anneta.


David tersenyum, pikirannya mendadak mengingat pengakuan Mia pagi tadi yang menjual tas milik Anneta.


David bangkit dari duduknya, berjalan ke arah lemari dan membukanya, ada banyak tas mewah disana dan jika dijual pun masih memiliki harga yang cukup tinggi.


"Bagaimana ini? Mungkin jika mengambilnya salah satu tidak akan ketahuan." Gumam David tersenyum licik lalu mengambil salah satu tas yang terlihat mahal. Ya David berniat menjualnya agar Ia bisa memberi uang Mia untuk membeli ponsel.


"Baiklah, mari kita lakukan ini."


David membungkus tas itu dengan kantong plastik hitam agar tidak ada yang curiga.


Buru buru David keluar rumah, beruntung tidak ada yang melihat namun saat didepan rumah, Ia berpapasan dengan Aruna yang akan masuk kerumah.


David melihat pipi Aruna yang masih membiru karena tamparannya, Ia juga melihat pelipis Aruna tertempel perban, semua karena dirinya kemarin.


Aruna menatap ke arah kantong plastik membuat David segera pergi, tak ingin Aruna curiga.


"Aneh, apa yang dia bawa." Gumam Aruna lalu menggelengkan kepalanya dan memilih masuk.


Sementara itu Bian yang masih berada diruangannya, baru saja mendapatkan pesan dari salah satu anak buahnya jika Papanya keluar rumah membawa barang yang mencurigakan.


Bian segera membalas pesan dari anak buahnya itu,


Ikuti dan lihat apa yang dia bawa.


Bian meletakan ponselnya, pikirannya kini teralih memikirkan apa yang dibawa oleh David.


"Apa yang akan dilakukannya kali ini." Gumam Bian lalu menghela nafas panjang.


...


David baru saja turun dari taksi, Ia sudah berada didepan sebuah toko tas bermerek yang cukup terkenal dikota itu.


"Tunggulah disini, setelah berhasil menjual tas ini, aku akan membayar taksinya." Kata David membuat sopir taksi itu langsung melonggo.


"Tidak bisa seperti itu pak, harusnya langsung membayar saat sudah sampai." Protes Sopir itu.


"Ck, aku akan membayar, tenang saja aku tidak akan kabur."


"Tetap tidak bisa, aku tidak mau ditipu dengan cara seperti itu."


David terlihat kesal, "Apa kau baru saja menyebutku penipu?"

__ADS_1


"Ya, jika kau bukan penipu kau pasti akan langsung membayar taksinya."


"Aku memang tidak punya uang, aku kesini untuk menjual tas jadi tunggu aku jika aku sudah menjualnya aku akan membayarmu dua kali lipat!" Kata David lalu pergi begitu saja.


Sopir taksi itu tersenyum, kini Ia tahu apa yang ada didalam kantong plastik hitam itu.


Tanpa menunggu aba aba, Sopir itu langsung menghubungi seseorang.


"Lakukan tugasmu sekarang."


Sopir itu mengakhiri panggilan dan tersenyum puas.


David berjalan memasuki toko, seorang pelayan dengan ramah menyambut kedatangan David.


"Selamat datang Tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin menjual tas."


"Baiklah mari kita lihat tas seperti apa yang ingin Tuan jual."


David segera mengeluarkan tasnya, pelayan itu dengan cepat mengecek keadaan tas yang masih sangat bagus itu.


"Apakah ada surat dan nota pembayaran?"


David terlihat kebingungan, Ia sama sekali tidak tahu tentang surat dan notanya, Ia hanya mengambil tasnya saja.


"Tas ini memang asli, tapi jika menjual kami membutuhkan surat dan notanya, jika Tuan tidak memilikinya apa kami salah jika menuduh Tuan telah mencuri tas ini?" Tanya pelayan Itu dengan tatapan curiga membuat David gelagapan dan gugup.


"Ya sudah jika tidak mau membelinya tapi jangan menuduhku!" Ucap David lalu mengambil tasnya kembali dan buru buru keluar.


David sudah berada diluar, Ia memasukan kembali tasnya ke dalam kantong plastik dan melanjutkan langkahnya, baru selangkah Ia terkejut karena seseorang menabraknya membuat tas yang Ia bawa jatuh.


"Oh Tuan maafkan saya." Kata seorang gadis muda berpenampilan seksi yang menatap ke arah David dengan tatapan nakal.


"Tidak apa."


David mengambil tasnya dan berniat pergi namun tangannya ditahan oleh gadis itu.


"Tas mu sangat bagus Tuan."


"Ya aku berniat menjualnya."


"Benarkah? Bolehkah aku membelinya?" Tanya gadis itu menatap David dengan tatapan penuh minat.


"Berapa kau akan membayarnya?"


"Aku hanya memiliki uang lima juta."

__ADS_1


David tersenyum sinis, uang lima juta tidak akan cukup membeli ponsel Mia.


"Tidak perlu, aku akan menjualnya ditempat lain."


"Tunggu, bagaimana jika sepuluh juta dan eum satu ronde bersamaku." Tawar gadis itu sambil mengedipkan sebelah matanya.


David menatap ke arah gadis itu, dari atas sampai bawah dan tak kalah cantik dari Mia.


David tersenyum, sepertinya cukup untuk menyenangkan adik kecilnya karena beberapa hari terakhir permainan Mia sudah tidak lagi membuatnya bergairah.


"Bagaimana om?" Tanya gadis itu menempelkan tangannya di dada David.


"Baiklah, jika itu mau mu. Dasar gadis nakal." Ucap David.


Keduanya memasuki taksi yang sama, "Bagaimana dengan ongkosnya tadi?" Protes sopir taksi itu.


"Aku yang akan membayarnya, tenanglah." Kata Gadis yang bersama David membuat sopir itu akhirnya diam.


Kini keduanya sudah sampai dihotel, gadis itu izin ke toilet untuk berganti baju dan benar saja saat keluar gadis itu sudah memakai dress satin tipis yang memperlihatkan tubuh seksinya.


"Oh sepertinya aku tidak akan menyesal, lihatlah tubuhnya lebih seksi dari Mia." Batin David tersenyum senang lalu berjalan mendekat ke arah gadis itu.


Selangkah lagi David bisa memeluk gadis itu namun tiba tiba gadis itu menyemprotkan cairan yang membuat kepalanya pusing dan pandangannya berkunang. Semakin lama semakin lemah hingga Ia tak sadarkan diri.


"Dasar pria tua mesum!" Ucap gadis itu merasa jijik dan beruntung karena David belum menyentuhnya.


Gadis itu kembali berganti pakaian, memakai kemeja dan celana jeansnya.


Gadis itu mengambil tas mahal yang dibawa oleh David lalu menghubungi seseorang.


"Aku sudah membawa tasnya, dimana kita akan bertemu?"


"Baiklah aku akan kesana sekarang." Ucap gadis itu lalu pergi meninggalkan David yang tergeletak dilantai.


"Tiga juta untukmu." Anak buah Bian tampak menyodorkan uang ratusan tiga puluh lembar pada gadis yang sudah berhasil membawa tasnya.


Gadis itu tersenyum senang, menerima uang itu lalu memberikan tasnya.


"Aku bisa kaya mendadak jika seperti ini setiap hari." Gumam Gadis itu lalu pergi meninggalkan Anak buah Bian.


Anak buah Bian juga tersenyum senang karena Ia kembali berhasil mengerjakan tugas dari Bian.


Ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Bian,


"Selesai bos, saya sudah membawa barangnya."


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen


__ADS_2