MY CRAZY BROTHER

MY CRAZY BROTHER
91


__ADS_3

Anneta menangis sendu dikamarnya, mengingat masa lalu kelamnya dimana Ia kehilangan Ryan karena Ia dijebak oleh David.


Kala itu Ia harus melayani keinginan bejat David setiap hari karena David selalu mengancam akan memberikan video hubungan gelapnya dengan David pada Ryan, tentu saja Anneta takut. Anneta sangat mencintai Ryan dan tak ingin kehilangan Ryan namun pada akhirnya Ia kehilangan Ryan.


Satu hari ketika Ia merasakan mual, pusing, lemas dan terlambat haid, Anneta memberanikan diri untuk membeli tespack dan betapa terkejutnya kala hasil tespacknya garis dua, Anneta hamil.


Dengan tangan bergetar, Anneta membawa tespack itu pada David karena sebulan terakhir Ia hanya melakukan dengan David sementara Ryan sedang berada diluar negeri liburan bersama keluarga Ryan.


"Mari kita menikah!" Ajak David tersenyum senang menerima tespack dari Anneta.


Plakk... Anneta menatap ke arah David tajam.


"Kau puas dan menyukainya? Kau benar benar sudah merusak hidupku!" Kecam Anneta.


"Lalu harus bagaimana? Bukankah kita harus bahagia karena apa yang kita lakukan setiap malam membuahkan hasil?"


Anneta menatap David tak percaya, bagaimana bisa David bangga dengan apa yang Ia lakukan saat ini padanya.


"Aku akan menggugurkan kandungan ini!"


Giliran David yang menatap Anneta tajam, Ia bahkan langsung mencengkeran dagu Anneta.


"Berani kau bunuh anak ini, aku akan menyebarkan semua video itu, tidak hanya pada Ryan namun juga semua anak kampus agar mereka melihat betapa liarnya dirimu saat bercinta denganku!"


"Kau gila!"


"Aku tidak gila, aku sudah berbaik hati untuk tanggung jawab dan akan menikahimu lalu kau malah membunuh bayinya? Siapa yang gila?" Sentak David yang akhirnya membuat Anneta terdiam.


Segala ancaman dari David membuat Anneta takut dan akhirnya Ia mendatangi Ryan yang waktu itu sudah pulang dari luar negeri.


"Kau hamil? Aku akan segera menikahimu." Ucap Ryan sangat senang mendengar kehamilan Anneta berbeda dengan Anneta yang malah menangis.


"Ada apa sayang?" Tanya Ryan.


"Aku hamil namun ini bukan anakmu."


Ryan menatap Anneta terkejut dan tak percaya, "Apa yang kau katakan? Dia anak ku sudah pasti dia anak ku. Kita melakukan ini sejak awal. Apa mungkin..."


Anneta mengangguk membenarkan prasangka Ryan, "Maafkan aku."

__ADS_1


"Tidak mungkin, apa yang salah dari kita? Aku sangat mencintaimu, kenapa kau melakukan ini padaku?" Mata Ryan memerah menahan tangis dan amarah.


"Maafkan aku, maafkan aku!" Ucap Anneta menangis sendu.


"Tidak, kau tidak boleh menikah dengan orang lain, kau hanya bisa menikah denganku!" Kata Ryan.


Anneta menggelengkan kepalanya, "Dia bukan milikmu, biarkan pemiliknya yang akan bertanggung jawab." Kata Anneta sambil mengelus perutnya.


"Apa kau tidak mencintaiku? Kenapa kau tega melakukan ini padaku!" Sentak Ryan tak tahan lagi dan meluapkan emosinya.


"Maafkan aku!"


Setelah percakapan itu, Ryan tak menyerah, Ia mencoba meyakinkan Anneta agar mau menikah dengannya namun Anneta tetap pada pendiriannya, Ia akan menikah dengan David yang memang sudah menghamilinya bahkan tidak peduli Ia di usir oleh keluarganya karena keluarganya tidak bisa menerima David.


Anneta dan David memulai hidupnya dari nol, beruntung mereka memiliki sahabat seperti Rega dan Amina yang mengulurkan tangan membiarkan David bekerja diperusahan yang mereka bangun disaat masih kuliah.


Semenjak saat itu juga, Anneta kehilangan Ryan. Ia tak lagi melihat keberadaan Ryan dikampus atau dimanapun. Ryan bak menghilang ditelan bumi.


"Ku dengar dia pindah keluar negeri." Kata Amina.


Anneta tentu saja sedih, tak juga menghancurkan hatinya sendiri namun juga hati Ryan.


Anneta mencari ponselnya, Ia segera mendial nomor Ryan,


"Tolong aku, aku sangat takut."


"Ada apa?" Suara Ryan terdengar khawatir membuat Anneta terdiam sejenak.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Ryan lagi didalam telepon.


"Ti tidak, aku hanya ingin bertanya apa kamu sudah sampai dirumah?"


Terdengar helaan nafas lega dari Ryan, "Aku baru saja sampai, apa kamu sudah merindukanku?" Goda Ryan.


Anneta tersenyum mendengar suara Ryan, entah mengapa mendengar suara Ryan membuatnya tenang dan tidak takut lagi.


"Tidak, aku hanya ingin memastikan kau sampai dirumah dengan selamat."


Ryan tertawa, "Jika aku disana mungkin aku akan langsung mencium mu karena gemas, kau sanagat perhatian."

__ADS_1


"Kenapa tidak melakukannya tadi saat bersama?" Tanya Anneta mengingat seharian bersama, Ryan sama sekali tidak menyentuhnya.


"Karena aku ingin menjagamu. Mungkin dulu aku sudah bodoh karena merusak masa depanmu tapi pastikan mulai saat ini aku akan menjagamu."


Seketika tangis Anneta pecah mendengar ucapan Ryan.


...


Sementara ditempat lain,


Jantung Aruna berdegup sangat kencang melihat tulisan yang dibuat dari kelopak mawar. Ia menatap ke depan, melihat Bian berjalan ke arahnya sambil membawa bucket mawar merah. Tak menunggu lama, Bian mengeluarkan kotak beludru berisi cincin lalu berlutut didepan Aruna.


"Aku tahu mungkin ini terlalu cepat dan aku tahu kita masih terlalu awal untuk lebih serius tapi jujur aku sudah tidak bisa menahannya lagi, aku mencintaimu sangat dan tidak ingin melihatmu bersama orang lain." Ungkap Bian dengan suara lembut sangat lembut membuat Aruna terharu.


"Aruna... maukah kau menikah denganku? Hidup menua bersamaku dan menjadi ibu untuk anak anak ku?" Tanya Bian yanv akhirnya membuat Aruna tak bisa menahan air matanya. Aruna menangis terharu.


"Apa mama akan merestui kita kak?"


Bian mengangguk, "Sebelum ini aku sudah meminta restu mama. Jadi apakah kamu mau menikah denganku?" Tanya Bian lagi penuh harap.


Tanpa ragu dan tanpa berpikir lagi, Aruna akhirnya menganggukan kepalanya, "Ya aku mau menikah dengan Kak Bian." Balas Aruna.


Sadam dan Nysa yang sedari tadi berada disana menyaksikan lamaran romantis yang dibuat oleh Bian itu seketika bersorak gembira kala Aruna menerima lamaran Bian bahkan tanpa sadar Sadam memeluk Nysa karena terlalu senang.


"Woy sadar kak, udah punya bini juga!" Protes Nysa membuat Sadam merasa malu.


"Maaf, reflek.!"


"Nyari kesempatan aja nih suami orang tapi lagi nggak apa apa sih." Celetuk Nysa kembali merentangkan tangannya untuk menerima pelukan Sadam membuat Sadam tertawa dan memukul pelan kepala Nysa.


Bian memasangkan cincin dijari manis Aruna, Ia lalu memeluk erat Aruna..


Mereka sedang berada dalam kebahagiaan tanpa mereka sadari ada yang mengepalkan tangannya dari jauh karena melihat kebahagiaan mereka.


"Aku tidak akan membiarkan Aruna ku dimiliki orang lain." Ucapnya lalu pergi dari sana.


Bersambung...


Jangan lupa like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2