MY CRAZY BROTHER

MY CRAZY BROTHER
78


__ADS_3

Pagi sekali David sudah harus bangun karena harus membersihkan lantai lobi sebelum tamu bangun dan berdatangan masuk ke hotel.


Selama dua hari ya hanya dua hari David harus berada disini untuk menjadi cleaning service.


"Lihat saja jika perusahaanku sudah kembali, aku pasti akan membeli hotel ini dan membuat semua karyawan menyesal karena sudah memperlakukan ku seperti ini!" Umpat David sambil mengepel lantai.


"Hey berhentilah berkhayal, ini masih pagi sebaiknya kau lanjutkan pekerjaanmu!" Ucap salah satu satpam melewatinya sambil tersenyum mengejek.


"Aku pasti akan memecat satpam sialan itu jika aku berhasil membeli hotel ini nanti!" Ancam David penuh dendam.


Selesai mengepel lantai, David segera ke restaurant hotel untuk sarapan namun baru sampai dipintu, dua orang satpam melarangnya masuk.


"Aku butuh sarapan, aku harus makan kalian pikir aku robot yang hanya bekerja dan tidak makan?" Sentak David melawan dua satpam yang ada didepannya itu.


"Kau boleh makan tapi tidak disini."


David mengerutkan keningnya heran, semalam saja Ia diperbolehkan makan disini kenapa sekarang dilarang pikirnya.


"Aku tetap ingin masuk dan sarapan!"


"Ck, tunggu disini, aku akan mengambilkan untukmu!"


Salah satu satpam masuk dan mengambil makanan, tak berapa lama Ia keluar membawa sepiring makanan.


"Makan ini!"


David terlihat marah tak terima, "Kalian pikir aku kucing!" Ucap David melihat satpam iti hanya membawa sekepal nasi dan secuil tahu goreng.


"Sudah bagus diberi makan masih saja protes, apa kau tidak tahu jika semua karyawan disini malah tidak boleh makan di restaurant ini!"


"Tapi tetap saja beri aku makanan yang layak!"


"Kau mau tidak? Jika tidak akan kukembalikan ke dalam!"


David langsung merebut piring ditangan satpam, "Terpaksa karena aku tidak mau mati disini." Ucap David lalu pergi dari sana.


David menatap piring berisi nasi sekepal dan sepotong tahu itu, "Ck, kenapa sekarang aku hidup miskin lagi? Sialan, biasanya aku menjadi pengunjung hotel lalu sekarang malah menjadi cleaning service dengan makanan yang sederhana ini!" Umpat David lalu mulai menyuapkan makanan dimulutnya.


Sementara dirumah, pagi sekali Mia pergi ke dapur untuk memberi perhitungan pada Mbok Inem.

__ADS_1


Mia langsung menjambak rambut Mbok Inem yang saat ini tengah memasak, membuat sarapan.


"Apa yang kau lakukan? Lepaskan rambutku!" Teriak Mbok Inem merasa kesakitan karena rambutnya ditarik oleh Mia. Melawanpun Ia juga tak bisa, tenaga Mia lebih kuat darinya.


"Apa yang ku lakukan? Seharusnya aku yang bertanya itu padamu! Kau memberi makanan sampah agar aku diare kan?" Sentak Mia membuat Mbok Inem terkejut karena Mia tahu apa yang Ia lakukan.


"Jangan terkejut, kau pikir aku bodoh! Semalaman aku berada dikamar mandi karena obat sialan mu itu!"


Mbok Inem tertawa, "Bukan kah itu memang pantas kau dapatkan? ****** sepertimu memang pantas makan makanan beracun!"


Mia geram dan semakin menarik rambut Mbok Inem, "Wanita tua sialan, aku akan membunuhmu sekarang juga!"


"Ada apa ini? Apa yang kau lakukan?" Suara Anneta terdengar membuat Mia dan Mbok Inem menengok ke samping dan memang Anneta yang berdiri disana.


Mendengar keributan diluar membuat Anneta segera keluar karena Ia juga sudah mulai sehat hari ini.


"Diam kau wanita penyakitan!" Ucap Mia membuat Mbok Inem tak terima. Sekuat tenaga Mbok Inem melawan lalu menampar pipi Mia.


"Kau benar benar tak tahu malu, lihatlah kau bahkan memakai baju Nyonya, bisa bisanya kau mengatakan hal seperti itu pada Nyonya kami!" Umpat Mbok Inem.


Mia kembali geram, Ia menjambak lagi rambut Mbok Inem, "Kau pikir siapa kau berani menamparku! Wanita tua sialan!"


Mbok Inem melawan membuat Mia tak memiliki pilihan lain selain mengambil pisau yang ada dibelakangnya lalu diarahkan ke leher Mbok Inem.


"Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" Tanya Anneta dengan wajah khawatir takut Mbok Inem terluka.


"Aku ingin kompensasi karena wanita tua sialan ini sudah meracuniku semalam!"


"Racuni apa?" Anneta terlihat tak tahu apa masalahnya.


"Dia memberiku makanan yang membuatku diare semalaman."


"Apa benar mbok?" Tanya Anneta.


Mbok Inem hanya menunduk diam tak menjawab yang menandakan jika ucapan Mia itu benar.


"Ada apa ini?" Bian yang baru saja turun terkejut melihat mbok Inem di jambak oleh Mia yang juga membawa pisau.


Tak hanya Bian, Aruna, Mang Torik dan Mang Asep juga datang melihat kejadian itu.

__ADS_1


Mang Asep mengambil ponselnya berniat merekam kejadian itu namun Mia menatap ke arahnya tajam, "Hentikan atau aku akan benar benar membunuhnya!" Ancam Mia langsung membuat Mang Asep memasukan ponselnya disaku.


"Apa yang kau inginkan?"


"Ku bilang aku mau kompensasi karena dia membuat ku diare semalam, beri aku uang seratus juta dan aku akan segera pergi dari sini." Kata Mia penuh percaya diri. Mia sudah muak berada disini lagipula David juga pergi semalaman tak memberi kabar jadi lebih baik Ia pergi saja dari sini.


"Kau gila, kau pikir kau siapa meminta uang sebanyak itu!" Protes Mang Torik.


"Ya sudah, tapi jangan salahkan aku jika dia mati karena pisau ini." Ancam Mia dengan santai sementara wajah Mbok Inem sudah mulai pucat ketakutan.


"Tunggu." Bian naik ke atas untuk mengambil cek berisi uang seratut juta lalu Ia kembali turun.


"Kau lihat ini apa? Cek seratus juta, sekarang lepaskan Mbok Inem dan pergilah." Kata Bian meletakan cek dimeja dekat Mia berdiri.


Mata Mia berubah biru memandang cek berisi uang yang sangat banyak itu, segera Ia melepaskan Mbok Inem dan pisaunya lalu mengambil cek itu namun siapa sangka Ia malah dicekal oleh Mang Torik dan Mang Asep.


"Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!" Teriak Mia kala kedua tangannya dicekal hingga membuat cek yang ditangannya jatuh ke lantai.


Mbok Inem membalas Mia, Ia kini menjambak rambut Mia membuat Mia teriak kesakitan.


"Wanita tua gila, apa yang kau lakukan!"


"Membalasmu!"


"Sudah mbok, sudah." Pinta Anneta membuat Mbok Inem menghentikan aksinya.


"Lepaskan aku, biarkan aku pergi membawa cek itu!" Pinta Mia.


"Kau pikir kau siapa? Wanita tak tahu malu yang memakai barang barang Mama dan menjual tas Mama!" Kata Bian akhirnya bisa meluapkan kekesalannya.


"Kenapa? Bukankah ini rumah David? Aku bebas melakukan apa saja disini. Kalian ini hanya menumpang." Ucap Mia membuat semua orang semakin geram.


"Mau kita apakan gadis tak tahu malu ini Tuan?" Tanya Mang Torik.


"Bawa dia ke kantor polisi, ambilkan rekaman cctvnya dan katakan jika dia berusaha membunuh Mbok Inem."


Mata Mia melotot marah, "TIDAK, AKU BUKAN PENJAHAT, KALIAN TIDAK BISA MEMBAWAKU KESANA!"


Mang Torik dan Mang Asep tidak peduli dengan teriakan Mia dan langsung membawanya keluar untuk digiring ke kantor polisi.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2