My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Tujuh


__ADS_3

Aldi duduk diatas tempat tidurnya sambil memangku laptop lipatnya serta kacamata yang terlepas dari matanya.


suara pintu kamar mandi yang terbuka menampilkan seorang gadis dengan handuk kimononya, Siapa lagi kalau bukan Lolita, yups dia adalah Lolita, gadis itu lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi sehingga ia harus keluar hanya menggunakan kimono serta handuk kecil yang melilit rambutnya.


Aldi yang mendengar suara pintu kamar mandi terbuka pun mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah Lolita. tidak bisa dipungkiri jika Aldi tidak tergoda, Aldi juga laki-laki normal yang memiliki hawa nafsu, dan Lolita gadis itu juga memiliki body yang bagus hingga membuat Aldi cukup tergoda.


sebenarnya Lolita juga cukup malu untuk keluar menggunakan kimono itu, tapi apa boleh buat dia pun pasti kedinginan jika tetap di dalam kamar mandi, Lolita melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang ganti yang ada di kamar mereka berdua.


Aldi menelan salivanya dengan kasar, cowok itu kemudian menyingkirkan laptopnya dan melepas kacamatanya kemudian menaruhnya di atas nakas, Aldi berjalan menuju ke dalam ruang ganti dan berdiri tepat di belakang Lolita yang sudah berpakaian lengkap.


Tanpa aba-aba Adi langsung memeluk Lolita dari belakang, hingga membuat si empu terkejut dan buru-buru membalikkan badannya "Astaga Aldi lo bikin gue kaget aja" ucap Lolita Sambil mencoba melepas pelukan Aldi, namun bukannya melepas pelukannya Aldi malah mengeratkan pelukannya "Aldi apaan sih Lo lepasin" Ucap Lolita sambil meronta mencoba melepas lengan Aldi yang sedang melingkar di Perutnya


"Lolita gue itu laki laki normal" Bisik Aldi di telinga Lolita


"Iya gue tau Lo laki laki normal nah terus masalahnya apa?" Tanya Lolita kesal


"Masalahnya Lo udah goda gue" bisik Aldi hingga membuat Lolita merinding


"goda apaan sih orang jelas jelas lo yang nyusul gue kesini" Ucap Lolita kesal


"Lo lewat di depan gue hanya memakai handuk, bukankah itu menggoda namanya?" ucap Aldi lagi, Lolita yang mendengar itu sangat malu, Rona merah seketika menjalar ke pipinya hingga ke telinga, Lolita tahu apa yang dimaksud Aldi, Lolita Itu polos tapi gadis itu tidak benar-benar polos. Lolita cukup pandai untuk berfikir dewasa

__ADS_1


tanpa apa-apa Aldi langsung membalikkan tubuh Lolita sehingga membuat mereka saling berhadapan, "Aldi apaan sih udah gue mau keluar dulu" ucap Lolita ketika melihat tatapan mata Aldi yang penuh dengan gairah


"Lolita please" ucap Aldi, kemudian tanpa aba aba Aldi langsung mencium bibir Lolita hingga membuat Lolita membulatkan matanya sempurna


Apa ini yang di lakukannya dengan Aldi? ah dia sedang melakukan adegan yang seperti ia tonton di drama Korea


Aldi menyapu dengan pelan bibir Lolita, hingga membuat gadis itu membuka mulutnya ketika Aldi menggigit bibir bawahnya, Lolita memejamkan matanya, menikmati setiap lumatan yang di berikan Aldi, Lolita sedikit demi sedikit mulai membalas Lumatan Aldi, gadis itu mengikuti cara Aldi bermain menjelajahi mulutnya hingga akhirnya mereka berdua kehabisan nafas dan melepaskan ciumannya, mereka berdua sejenak saling menatap dalam sambil mengambil nafas.


Aldi kemudian mengusap bibir Lolita lembut dengan ibu jarinya, lalu berjalan keluar meninggalkan Lolita yang masih berdiri termenung mencoba mencerna apa yang barusan ia lakukan dengan Aldi.


Rona merah kembali menjalar di pipi hingga ke telinga Lolita, Gadis itu kemudian menutup matanya menggunakan kedua tangannya, Ah Lolita sungguh tak menyangka dia melakukan ciuman seperti apa yang ia tonton di drama Korea kesukaannya, dan dengan Aldi yang notabene adalah suaminya yang dulunya adalah musuh bebuyutan.


^


Lolita keluar dari dalam ruang ganti, gadis itu mendapati Aldi yang Kembali sibuk dengan laptopnya seperti tidak terjadi apa apa, Lolita mendudukkan dirinya di depan cermin lalu mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer yang ada di laci, setelah rambutnya kering, gadis itu kembali menyimpan hair dryer nya.


Lolita melirik kearah Aldi yang turun dari tempat tidur dan berjalan menuju keluar kamar, "Mau ke mana Lo?" Tanya Lolita ketika Aldi berada di ambang pintu, Aldi menghentikan langkahnya lalu menatap Lolita "Mau ke dapur buat teh hangat" Jawab Aldi, belum sempat laki laki itu keluar Lolita sudah berdiri dari duduknya, dan berjalan mengampiri Aldi "Biar gue yang buatin" ucap Lolita lalu berjalan menuju dapur, Aldi menatap punggung Lolita yang mulai mengecil akibat jarak yang semakin jauh, laki laki itu kemudian terseyem dan membalikkan badannya menuju ke tempat tidur dan melakukan hal yang sama seperti semula


^


Tak lama Lolita sudah kembali dengan membawa satu cangkir teh hangat serta buah apel yang sudah di potong potongnya, Lolita meletakkan nampan itu di atas nakas, lalu memberikan teh hangat itu kepada Aldi, Aldi menerima teh itu sambil tersenyum dan meminumnya "Manis" ucap Aldi lalu menjedanya "tapi masih manis bibir Lo" imbuh Aldi yang membuat wajah Lolita seketika blushing

__ADS_1


Aldi mengambil piring yang berisi buah yang sudah di potong itu dan meletakkan cangkirnya diatas nampan, menusuk buah apel itu menggunakan garpu lalu menyuapkannya ke dalam mulut Lolita yang kini sudah duduk di depannya di pinggiran ranjang, kemudian menusuk kembali irisan itu lalu menyuapkannya ke dalam mulutnya sendiri


"Lolita Lo marah?" Tanya Aldi tiba tiba sambil menatap intens wajah Lolita


"Marah kenapa?" tanya Lolita sambil mengangkat sebelah Alisnya


"Soal tadi" Jawab Aldi


"Tadi apa?" jawab Lolita pura pura lupa


"oh jadi lupa, mau diingetin?" tanya Aldi, Lolita mengangguk **** lalu Aldi mendekatkan wajahnya ke arah Lolita hingga membuat Lolita membulatkan matanya


"iya gue ingat ga perlu Lo ingatin lagi" ucap Lolita sambil mendorong wajah Aldi, sedangakan Aldi tertawa melihat ekspresi Lolita


"Lo marah?" tanya Aldi lagi


"Nggak" Jawab Lolita lalu mengambil alih piring yang di bawa Aldi Karena membuat laki laki itu jadi sedikit kesusahan karena memangku laptop serta memegang piring


Lolita memang tidak marah terhadap Aldi, Karena Lolita mampu berfikir dewasa, Aldi berhak atas dirinya, apalagi setelah ungkapan perasaan Aldi, Lolita jadi tidak marah dengan apa yang di lakukan Aldi, Lolita akan menjadi istri yang baik ketika di rumah, dan akan menjadi kekasih yang baik ketika di luar, karena memang tidak ada yang tahu soal pernikahannya dengan Aldi kecuali keluarga dan sahabatnya, serta satu lagi Andra.


Aldi terseyem mendengar jawaban Lolita, lalu laki laki itu membuka mulutnya tanda minta di suapi, Lolita paham gadis itu menusuk potongan apel menggunakan garpu yang dipegangnya lalu menyuapkannya ke mulut Aldi.

__ADS_1


__ADS_2