My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Empat Puluh Tiga


__ADS_3

"Lo mau bawa gue kemana?" Teriak Salsa pada Bagas yang duduk di depan sebelah kemudi.


"Ketempat yang bakal jadi surga dunia kita" Jawab Bagas sambil tersenyum menyeringai.


Dan akhirnya mobil yang mereka tempati pun berhenti di sebuah Apartemen mewah, Salsa pun di bawa turun dan dibawa masuk ke dalam Apartemen itu secara paksa.


sesampainya di kamar Salsa langsung di lempar ke atas ranjang dengan kasar


"Kalian berdua belikan baju ganti untuk gadis cantik ini!" Perintah Bagas yang di jawab Anggukan oleh kedua anak buahnya itu.


"Lo mau apa?" Tanya Salsa sambil menyilang kan tanganya di depan dadanya. "Mau menikmati kamu lah cantik" Jawab Bagas sambil mendekatkan dirinya kepada Salsa.


"Jangan" ucap Salsa sambil menangis. "Apanya yang jangan?" Tanya Bagas semakin mendekat, dan dengan gerakan cepat ia langsung menarik baju yang dikenakan oleh Salsa hingga sobek. Dan kini hanya tersisa bra merah muda yang membungkus dua gunung kembar milik Salsa.


Salsa menarik Selimut untuk menutupi tubuhnya itu, tetapi dengan gerakan kasar Bagas menepis selimut itu.


Tanpa Aba aba Bagas langsung membungkam mulut Salsa dengan dengan mulutnya, ******* habis mulut Salsa dengan kasar, dan kemudian turun menuju ke leher Salsa.


Dan kegiatan panas itu pun semakin memanaskan ketika Bagas sudah terbakar oleh gairah


Salsa terus saja menangis mengingat dirinya yang kini sudah tidak suci lagi.


dan Setelah dua jam, Bagas akhirnya terbangunnya. ia melihat Salsa yang masih betah menangis di pojokan. Bagas kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas nakas itu lalu menelepon anak buahnya untuk mengirim pakaian ganti untuk Salsa.


tak lama suara ketukan pintu dari kamarnya itu pun terdengar, Bagas segera memakai kembali pakaiannya lalu Membukakan pintu.


Terlihat Anak buahnya membawa paper bag berwarna coklat, Bahas pun mengambil paper bag itu dan menyerahkan kepada Salsa.


"Pakailah bajumu cantik jika kamu tidak kamu aku terkam lagi" Ucap Bagas. Salsa pun menerima paper bag itu dan berjalan menuju kamar mandi untuk memakai pakaiannya.


Setelah itu Salsa memutuskan untuk pulang ketika ia tidak melihat Bagas berada di kamar itu.


Saat di perjalanan Salsa mampir ke apotek untuk membeli obat kontrasepsi dan juga air putih dan Salsa pun langsung meminumnya setelah membayarnya, tidak perduli dengan tatapan apoteker tersebut


Salsa berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya, sesampainya di kamar Salsa langsung luruh di lantai dan menangis.


suara ketukan pintu itu membuat Salsa segera menghapus air matanya, Salsa berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar tidak terlihat sembab


setelah itu ia pun berjalan membuka pintu dan mendapati ibunya.

__ADS_1


Ibu Salsa pun langsung memeluk putrinya itu "Maafin Mama sayang" Mendengar ucapan Sang Mama Salsa tidak kuasa menahan air matanya (ini ada di chapter berapa author lupa hehehe)


Beberapa hari setelah itu pun Salsa keluar dengan Bagas, dan tentunya Bagas yang memaksa, mereka akan keluar untuk menonton bioskop.


Salsa yang waktu itu sebenernya tidak sengaja melihat Lolita namun ia pura pura tidak melihat pun memutuskan untuk mengajak Bagas pindah tempat.


"Kita mending pindah ke tempat lain aja jangan disini" Tutur Salsa. "Kenapa?" Tanya Bagas. "Udah pindah Aja" Ucap Bagas dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk pindah dan membeli tiket lagi untuk kursi khusus


dan sampai akhirnya selesai nonton, ternyata Lolita juga melihat Bagas, namun itu Hanay sebentar karena Salsa langsung masuk ke dalam mobil Bagas.


Saat di tengah jalan tiba tiba Bagas meminta anak buahnya untuk menghentikan mobilnya.


"Turun!" Perintah Bagas kepada Salsa.


"Kenapa?" Tanya Salsa. "Kalau aku bilang turun ya turun" Bentak Bagas, mau tak mau Salsa pun akhirnya turun di tengah Jalan yang sepi.


Salsa melangkahkan kakinya dengan gontai di trotoar, ya di trotoar, dengan teganya orang yang mengajak untuk pergi malah meninggalkannya di pinggir jalan malam malam seperti ini.


Salsa mendudukan dirinya ditrotoar, gadis itu menunduk dan menangis. "Kenapa ini semua harus terjadi sama gue" ucap Salsa sambil terisak.


"Gue ngga mau kayak gini" ucap Salsa Lagi.


"Salsa, astaga kamu kenapa di pinggir jalan sendirian" ucap seseorang itu sambil berjongkok di depan Salsa.


"Andra" ucap Salsa Lirih


"Lo kenapa sendirian, Lo ada masalah?" Tanya Andra pada Salsa, namun salsa menggeleng dan terseyem, tentu saja Andra tahu bawa itu adalah senyum Yang sangat di paksakan.


"Lo kalau ada masalah bisa cerita sama gue, siapa tahu gue bisa bantu" Ucap Andra lagi, dan Salsa lagi lagi menggeleng "Gue ngga papa" Jawab Salsa seraya tersenyum.


"Andra Lo kenapa baik banget sih" Gumam Salsa.


"Ya udah biar gue anterin pulang" ucap Salsa, salsa pun mengangguk dan mengiyakan.


(Ini ada di chapter 127 gesss)


Sesampainya di rumah Salsa sudah di sambut oleh kedua orang tuanya yang menunggunya di depan rumah. Salsa segera turun dari atas motor sport Andra, begitu pula dengan Andra. "Maaf om, tante saya mengantarkan Salsa pulang telat" ucap Andra sambil mencium punggung tangan orang tua Salsa dengan sopan, meskipun Andra seorang Bad Boy tetapi Andra masih punya sopan santun kepada orang yang lebih tua.


"Iya nak, makasih udah nganterin anak Tante dengan selamat" ucap Ibu Salsa sambil tersenyum tulus. Andra pun mengangguk dan setelah itu pamit untuk pulang.

__ADS_1


saat dirasa Andra sudah menghilang di balik pagar rumah Salsa, ayah Salsa pun menampar dengan keras pipi Salsa hingga gadis itu terhuyung. "Papa" Teriak Mama Salsa sambil memeluk Salsa yang kini sudah menangis sambil memegangi pipinya yang terasa perih, begitu juga mama Salsa yang ikut menangis.


"Kenapa kamu bisa pulang sama laki laki lain? di mana Bagas?" Tanya Papa Salsa dengan nada yang membentak.


"Salsa nggak tau" Jawab Salsa sambil terisak. Papa salsa hendak Kemabli menampar Salsa namun ibunya memeluknya dengan erat.


"Sudah cukup mas kamu itu sudah merusak masa depan anak kita" Ucap Ibu Salsa sambil menangis.


"Kamu ngga usah ikut campur, jika saja dia nggak jadi anak yang bodoh dan putus dengan anak Putra itu tidak mungkin ini akan terjadi padanya" Ucap papa Salsa sarkas lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Salsa dan ibunya yang sedang menangis.


(Ini ada di chapter 128 ye gesss)


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


oke

__ADS_1


__ADS_2