
****Ini part-nya tentang makanan, jadi bagi yang puasa author sarankan untuk membaca malam saja atau sebelum sahur hehehe takut imannya goyah, tapi ngga terlalu buruk juga kalau dibaca asal imannya kuat.
dosa ngga ditanggung author wkwkwk😂😂😂**
Hening.
Saat inilah suasana yang tepat untuk menggambarkan malam ini, dimana semua orang sudah tidur dengan begitu nyenyaknya menikmati mimpi yang sudah menghampiri mereka. Namun tidak dengan Lolita yang kini malah terjaga, perutnya mendadak minta diisi di tengah malam seperti ini, rasanya ia sangat ingin memakan nasi goreng yang sangat pedas.
Lolita melirik ke arah Aldi yang sedang tidur dengan begitu pulasnya, karena tak ingin mengganggu tidurnya Lolita pun memutuskan untuk bangun dan memasak nasi goreng sendiri.
Lolita melirik jam yang ada di nakas, waktu sudah menunjukkan pukul satu lebih empat puluh lima dini hari. Gadis itu kemudian mengikat rambutnya acak lalu berjalan dengan sangat pelan menuju dapur.
Sesampainya di dapur Lolita segera menghidupkan lampunya, kemudian ia pun membuka kulkas untuk melihat apa saja yang bisa ia masak sekalian dalam nasi gorengnya.
tangan Lolita bergerak untuk mengambil sosis, udang, wortel, ayam, telor, dan juga bumbu lainnya.
setelah itu ia pun memulai acara memasak nasi gorengnya di tengah malam.
Lolita mulai memotong sosis melintang, memotong wortel dan mencicipi udang yang sudah di kupas dan juga ayam.
setelah itu ia mulai menggoreng ayam yang sudah ia cuci sambil menghaluskan bumbu yang akan ia gunakan untuk menumis.
setelah ayamnya matang ia pun mengangkat ayam itu dan meniriskanya. Setelah kesat Lolita Mengambil wadah menyuwir nyuwir ayam itu.
setelah itu, Lolita memanskan minyak, setelah dirasa minyak nya sudah panas Lolita pun segera menumis bumbu yang sudah ia haluskan tak lupa ia memasukkan sosis, telur, udang, wortel dan juga ayam yang sudah ia suwir suwir.
ia pun mengorek ayam, udang, wortel dan juga sosis yang sudah ia masukkan terlebih dahulu, setelah itu ia memasukkan nasi yang sudah ia siapkan sebelumnya dan ia pun kembali mengorek nasi itu tak lupa Lolita menambahkan kecap manis.
sedangkan dikamar terlihat Aldi yang masih setia dengan tidur pulasnya, Aldi merubah posisinya menghadap kearah tempat Lolita biasa tidur, ia hendak memeluk istrinya itu, namun ia malah tak mendapati Lolita, dengan mata yang masih terpejam Aldi meraba raba tempat tidur Lolita, namun ia masih tak mendapati Lolita hingga membuat Aldi akhirnya memutuskan untuk membuka mata.
Dengan penglihatan yang masih samar ia mendapati ranjang Lolita kosong, ia pun akhirnya merubah posisinya menjadi duduk.
"Dimana Lolita malam malam begini" Gumam Aldi ketika nyawanya sudah benar benar kumpul, ia menoleh kearah kamar mandi, namun pintu kamar mandi terbuka menandakan bahwa tak ada seorang pun disana.
Aldi pun memutuskan untuk turun dari ranjangnya dan mencari Lolita, Tanpa memakai kausnya terlebih dahulu ia langsung saja berjalan keluar kamar.
Melihat lampu dapur yang menyala, Aldi pun memutar langkahnya menuju ke dapur, dan benar saja ia mendapati Lolita yang sedang menuangkan nasi goreng kedalam piring.
"Sayang" Panggil Aldi ketika ia sudah berada di sebelah Lolita, Lolita hanya menatap ke arah Aldi sekilas kemudahan gadis itu Kembali fokus dengan nasi gorengnya.
"Kenapa?" Tanya Lolita setelah selesai memindah nasi gorengnya dari wajan ke piring itu, ia kemudian menarik kursi lalu mendudukkan dirinya diikuti dengan Aldi.
Lolita langsung mengambil sendok dan garpu lalu menyantap nasi goreng itu tanpa memperdulikan Aldi yang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kenapa sih lihatin aku kaya gitu?" tanya Lolita di sela sela memakan nasi gorengnya itu.
"Aneh aja, tengah malam gini kamu ngapain makan?" ucap Aldi dengan nada bertanya.
"Laper, ga tau juga mendadak pengen makan nasi goreng, sumpah enak banget" Ucap Lolita sambil kembali menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.
"Tolong ambilin minum" Ucap Lolita. Aldi pun membalikkan gelas yang memang sudah tersedia di meja makan lalu menuangkan air kedalamnya dan meletakkan di depan Lolita.
__ADS_1
"Terimakasih sayang" Ucap Lolita dengan malu malu saat mengatakan kata Sayang. Sedangkan Aldi hanya tersenyum mendengar Lolita memanggilnya sayang.
"Iya. Kok bisa malam malam begini kamu makan padahal kamu tadi sudah makan banyak banget di cafe" Ucap Aldi yang masih heran dengan Lolita.
"Aku juga ngga tau" Ucap Lolita sambil kembali memasukkan nasi goreng kedalam mulutnya. Melihat Lolita yang sangat lahap memakan nasi goreng buatannya sendiri itu membuat Aldi menjadi ingin mencicipi juga.
"minta dong sedikit" Ucap Aldi, Lolita pun langsung menyuapi Aldi, dan Aldi pun menerima itu dengan senang hati. Tapi baru saja nasi goreng itu masuk kedalam mulutnya Aldi seketika membulatkan matanya.
"Kenapa?" Tanya Lolita yang merasa heran dengan ekspresi Aldi. Bukannya menjawab Aldi malah langsung menyahut gelas yang berisi air yang belum sempat Lolita minum, ia langsung meneguk air itu hingga habis.
"Gila kamu makan nasi goreng pedes banget kayak gini" Ucap Aldi sambil meletakkan gelas diatas meja. Ia menjelujurkan lidahnya yang masih terasa pedas itu
"Ini ngga pedes kok, pas enak malah" Jawab Lolita dengan santainya. Lolita kembali menuangkan air kedalam gelas lalu menyerahkan gelas itu kepada Aldi, dan pun menerimanya dan kembali meneguk Sampai tandas.
"ngga pedes dari mana, lo kasih cabe berapa sih emang?" Tanya Aldi saat dirasa pedas itu sudah mulai hilang dari lidahnya.
"cuma aku kasih dua puluh doang sama tiga sendok teh bubuk cabe" Jawaban Lolita berhasil membuat Aldi kembali membulatkan matanya.
Cuma dua puluh cabe sama tiga sendok teh bubuk cabe? cuma dia bilang? Lolita benar benar sudah gila.
satu porsi nasi goreng dengan dua puluh cabe dan tiga sendok bubuk cabe, apa ia tidak membaca level berapa bubuk cabe yang ia gunakan itu?
"Aku udah selesai makannya, yuk balik ke kamar" Ajak Lolita pada Aldi yang masih menatapnya tak percaya.
Lolita meneguk air putih yang ia tuang setelah itu ia berjalan meninggalkan Aldi dan juga piring bekas makannya begitu saja.
"kamu mau disitu sampai pagi?" Tanya Lolita, mendengar itu Aldi langsung beranjak dari kursi yang ia duduki, mematikan lampu dapur dan berjalan mengikuti Lolita memuji ke kamarnya.
*
"Aduh kepala ku kenapa jadi pusing gini ya" ucap Lolita sambil memijit pelipisnya. "perasaan semalam baik baik aja" ucap Lolita sambil mencoba bangkit.
Ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah tiga puluh menit Lolita akhirnya keluar dari dalam mandi, ia tampak lebih segar namun terlihat wajahnya yang sedikit pucat.
setelah ia selesai mengganti baju dan menata rambutnya ia pun keluar hendak membantu bundanya di dapur.
"selamat pagi bunda, Bu Tuti" Sapa Lolita pada mertua dan juga Art di rumahnya itu. "Selamat pagi sayang" Jawab Wilna sambil tersenyum. "Selamat lagi non" Jawab Bi Tuti yang juga ikut tersenyum.
"Loli bantu apa ni bund, kok udah tertata rapi dimeja ya" ucap Lolita sambil nyengir. "Ga usah ini juga udah selesai" Jawab Wilna sambil meletakkan susu yang baru saja ia buat di atas meja makan.
"Lo sayang, wajah kamu kok pucat kamu sakit?" Tanya Wilna cemas saat tak sengaja melihat wajah pucat Lolita.
"Ngga papa bund, mungkin Loli kecapekan aja" Jawab Lolita mencoba menghilangkan kekhawatiran Mertuanya itu.
"Benar?" Tanya Wilna yang masih merasa kurang yakin akan jawaban Lolita, dan Lolita pun mengangguk membenarkan.
"Assalamualaikum" Ucap Aldi dan juga ayahnya bersamaan, kedua laki laki itu terlihat baru saja kembali dari lari pagi.
"Waalaikumsalam" Jawab Lolita dan juga Wilna, sedangkan bi Tuti sudah pamit kebelakang terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kenapa bund kok cemas gitu mukanya?" tanya Putra yang melihat raut khawatir di wajah istrinya. "Itu yah, menantu kita pucat banget" Jawab Wilna, Seketika itu Aldi dan ayahnya pun langsung menatap kearah Lolita dengan tatapan khawatir.
"Loli ngga papa kok yah, Al mungkin karena kecapekan aja" ucap Lolita sambil tersenyum. Aldi mendekati Lolita, ia menempelkan punggung tangannya di dahi Lolita "ngga demam" ucap Aldi ketika ia merasa suhu tubuh Lolita normal.
"kan tadi aku udah bilang, aku ngga apa apa, ya udah sekarang kamu mandi aja, terus kita sarapan bersama" Ucap Lolita pada Aldi. Aldi pun mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
"Ayah juga sana mandi, sekalian bangunin Aldo" Ucap Wilna pada suaminya itu, tak jauh berbeda dari Aldi, Putra pun mengangguk dan berjalan menuju kekamarnya.
*
dua puluh puluh menit berlalu,
Aldi dan Ayahnya pun sudah Kembali ke meja makan dan sekarang mereka sudah menikmati makanannya masing masing.
"Ayah Langsung berangkat bund soalnya ada meeting" Ucap Putra pada Wilna ketika ia sudah menyelesaikan sarapannya itu.
"Aldi juga, hari ini Aldi akan ikut sama ayah" Ucap Aldi yang kini sudah beranjak dari duduknya.
Aldi terlihat lebih dewasa dengan setelan formalnya itu.
Wilna dan Lolita pun akhirnya mengantar para suami mereka itu sampai di depan, tak lupa dengan Aldo yang berada di gendongan bundanya.
Wilna mencium punggung tangan suaminya. dan setelah itu Putra pun membalas dengan mencium kening istrinya itu, lalu mencium pipi gembul Aldo. Romantis. ya orang tua Aldi memang selalu romantis.
Lolita yang melihat itu pun berniat akan melakukan hal yang sama, ia meraih tangan Aldi dan menciumnya. Melihat itu Aldi pun sangat terkejut sedangakan wajah Lolita sudah memerah karena malu melakukan hal yang baru pertama kali ia lakukan itu.
"Hati hati di jalan" Ucap Lolita sambil tersenyum canggung. Aldi pun mengangguk lalu ia mencium kening Lolita dengan sayang. Rasanya ia sangat bahagia mendapat perlakuan manis dari Aldi, namun ia juga malu karena Aldi menciumnya dihadapan kedua mertuannya itu dan juga di hadapan adik iparnya.
"Udah ngga usah malu, ayah sama bunda juga gitu waktu muda" ucap Putra menggoda menantunya itu. Sedangkan Lolita semakin dibuat malu tak karuan.
"Ya udah ayo kita berangkat sekarang" Ucap Putra yang dijawab anggukan oleh Aldi, mereka berdua pun memasuki mobil yang berbeda lalu melajukan mobilnya itu meninggal halaman rumah besarnya.
"Ayo masuk sayang" Ajak Wilna pada Lolita ketika mobil suami dan anaknya itu sudah menghilang dibalik pintu gerbang.
Lolita pun mengangguk, namun saat ia hendak masuk ke dalam rumah kepalanya mendadak menjadi berat, semuanya serasa berputar putar tepat diatasnya, samar sama ia mendengar suara Wilna yang bertanya "Sayang kamu baik baik saja?" Namun Lolita sudah tak mampu untuk menjawab dan seketika semuanya berubah menjadi gelap.
-
-
-
-
-
-
Author cuma kasih beberapa part aja ya guys untuk extra part-nya karena setelah ini kita bakal ketemu squel dari MCW tapi bakal menceritakan kisah cinta Dasinta atau Sisi bukan Loli sama Aldi.
tapi Loli sama Aldi masih tetap masuk dalam cerita kok.
__ADS_1