
"Maafkan aku Nin, sepertinya aku tak bisa mendapatkan investasi dari Tuan Nakamura karena aku tak sanggup lagi melanjutkan pertandingan ini. Tubuhku terasa sangat lemah, aku bahkan tak punya tenaga untuk berdebat denganmu," ucap Khalif dengan suara yang sangat pelan
Wajahnya benar-benar pucat, dengan tatapan matanya yang mulai kosong.
Nina tahu jika kali ini Khalif sedang berjuang untuk membuktikan jika dirinya juga mampu memimpin Hawi Corporation.
"Meskipun aku membencimu, tapi aku tak tega membiarkanmu gagal mendapatkan impian terakhir mu," ucap Nina
"Sayang sekali, padahal dia cuma harus menyelesaikan dua lap terakhir pertandingannya," ucap Max sedikit kecewa
"Kalau begitu biar aku saja yang akan menggantikannya!" seru Nina
"Yang benar saja, ini balapan kelas profesional bukan ajang balapan emak-emak!" cibir Max
"Aku tahu. Meskipun aku tidak memiliki skill pembalap seperti Khalif. Tapi aku akan berusaha untuk mewujudkan Impian terakhir suamiku. Aku takut dia akan menjadi hantu penasaran jika gagal mendapat memenangkan pertandingan ini," ucap Nina tiba-tiba mengubah suasana sedih di dalam boot berubah menjadi gelak tawa
"Astaghfirullah, aku tak menyangka jika istri Al segokil ini. Menurut kalian gimana guys?" ucap Max menanyakan para Kru
"Meskipun hal ini sangat dilarang, tapi bagaimanapun juga yang diucapkan Nina itu memang benar. Kita bisa menutupi identitas Nina dengan pakaian pembalap sehingga tak ada seorangpun yang tahu kalau itu bukan Khalif tapi Nina," jawab Kru lainnya
Semua kru akhirnya setuju untuk menjadikan Nina sebagai pembalap pengganti Khalif.
Salah seorang Kru kemudian memberikan pakaian balap kepadanya. Nina segera bergegas menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.
Tidak lama Nina keluar dengan memakai pakaian balap. Tak seorangpun yang mengenalinya karena ia langsung menutupi wajahnya dengan helm.
Max sekilas memberikan arahan kepada Nina sebelum memasuki area balap.
Setelah Nina mengangguk paham Max segera menyuruhnya untuk segera beraksi.
Nina segera menarik gas motornya sehingga melaju dengan kecepatan tinggi.
"Huaaa!" seru gadis itu saat motornya melaju cepat
Ia tampak berada di urutan belakang karena terlalu lama beristirahat.
Nina harus memutar otak agar ia bisa mengejar para pembalap lain yang sudah berada jauh di depan.
"Meskipun aku tidak memiliki skill pembalap tapi aku memiliki skill emak-emak yang selalu berhasil memenangkan semua perlombaan dengan caranya sendiri. Sebagai golongan ras yang paling kuat di jagat raya ini, aku yakin dengan kekuatan the power emak-emak bisa mengalahkan para pembalap itu!!" Nina kemudian menambah gigi motornya dan menambah kecepatan motornya ke level maksimal.
Ia hampir saja terlempar dari motornya sendiri karena menggunakan kecepatan diatas batas max.
Ia menyerempet beberapa orang pembalap hingga terjadi kecelakaan beruntun di lap terakhir.
Nina segera berlalu pergi setelah berhasil menjatuhkan para rivalnya.
"Yes, meskipun sedikit curang tapi tak apalah demi menyelamatkan suami, apapun akan ku lakukan." ucap Nina
Kali ini Nina sengaja mengurangi kecepatan motornya saat berada di tikungan.
Ia tahu jika dua orang pembalap bersiap menyalipnya.
Melihat ada dua orang pembalap di depannya ia kembali menambah kecepatan motornya dan menyalip kedua pembalap itu. Ia sengaja menyenggol motor salah satu pembalap hingga terguling keluar dari lintasan.
Ledakan keras terdengar saat sebuah motor pembalap terbakar.
Nina kini harus fokus untuk mengejar satu orang lagi yang masih bertahan di urutan pertama.
"Apapun yang terjadi aku harus menjadi juara," Nina kembali menambah kecepatan hingga level maksima. Nina sengaja memejamkan matanya saat motornya melesat tinggi.
Ia hanya bisa pasrah dan berdoa semoga bisa menjadi juara dalam perlombaan kali ini.
*Brakkkk!!!
Beberapa orang tim medis segera menghampiri Nina dan membantunya keluar dari motor yang menindihnya.
"Are you ok?" tanya seorang tim medis
Nina mengangguk pelan. Ia bahkan memilih berjalan tertatih menuju boot dari pada harus di tandu.
__ADS_1
Ia sengaja tak mau mengikuti tim Medis karena takut identitasnya ketahuan.
Sementara itu Max langsung berlari menghampiri dan memapahnya menuju ke boot mereka.
Nina melihat Khalif sudah membaik.
"Sorry ya, aku gagal menjadi juara," ucap Nina kemudian menuju ruang ganti
Selesai berganti pakaian Nina segera mengambil batu es untuk mengompres luka di kakinya.
Seorang kru kemudian menghampirinya.
"Biarkan aku yang akan mengobati kakimu," ucap Pria itu
Ia kemudian menyemprotkan sebuah cairan ke kaki Nina hingga ia merasa rasa nyeri di kakinya sedikit menghilang..
"Sebaiknya kau segera memeriksakan pergelangan kakimu ke dokter setelah acara ini agar tak mengalami peradangan sendi," ucap pria itu
"Baik, terimakasih atas bantuannya," ucap Nina
"Sama-sama," ucap pria itu kemudian meninggalkan Nina
Gadis itu kemudian berusaha berdiri meskipun pergelangan kakinya terasa nyeri.
Ia melihat-lihat koleksi foto Khalif saat menjadi seorang pembalap.
"Dulu kau begitu keren dan sangat sempurna hingga membuat aku begitu mengagumi dan menyukaimu. Sampai-sampai aku tak berpikir panjang saat kau mengajakku untuk menikah dan langsung mengiyakannya. Bak dreams come true, aku pikir aku akan menjadi orang yang paling bahagia saat menjadi istrimu yang merupakan idolaku sendiri. Tapi semuanya salah, semuanya tidak seperti yang ku bayangkan," ucap Nina mengenang perjalanan hidupnya bersama Khalif.
Ia menoleh ke samping saat seseorang memberikan tisu untuknya.
"Terimakasih," ucap Nina
"Sebaiknya kau segera keluar untuk memberikan selamat kepada Al," ujar Max
"Memangnya Al kenapa, apa dia sudah....ah tidak mungkin," Nina buru-buru keluar dari dalam boot untuk melihat apa yang terjadi.
Gadis itu begitu bahagia hingga terus menciumi pialanya kemudian membawa berlari saat Khalif hendak merebutnya.
Namun Nina segera menghentikan langkahnya saat obat peredam nyerinya mulai menghilang.
"Aww kakiku!" serunya kemudian menjatuhkan piala yang di pegangnya
Khalif yang melihat Nina tiba-tiba luruh tampak begitu panik.
Baru kali ini Khalif merasakan begitu panik saat melihat wajah Nina memucat karena menahan sakit di kakinya.
Tak lama Max datang dan membawakan kursi roda untuknya.
Saat ia hendak menggendong Nina, Khalif bahkan melarangnya.
"Jangan coba-coba untuk menyentuh istri ku!" gertak Khalif kemudian mendorong tubuh Max
Khalif segera menggendong Nina dan memindahkannya ke kursi roda.
"Apa kakimu masih sakit?" tanya Khalif
"Masih," jawab Nina dengan raut wajah sedih
Khalif kemudian meminta seorang tim medis untuk memeriksa kaki Nina.
"Bagaimana sekarang apa masih sakit?" tanya Khalif
"Sudah mendingan," jawab Nina
"Kalau begitu sekarang ayo kita kembali ke podium, aku belum memberi selamat kepada lawan-lawan ku," ujar Khalif
Nina mengangguk setuju dan Khalif langsung mendorong kursi rodanya.
Beberapa orang pembalap menghampiri Khalif dan memberikan selamat kepadanya.
__ADS_1
"Huaa Rodriguez!" seru Nina begitu terkejut saat melihat pembalap Idolanya ada di hadapannya
Ia kemudian meminta Khalif untuk memberitahukan kepadanya jika ia ingin berfoto bersamanya.
Rodriguez tak keberatan saat Khalif menyampaikan keinginan istrinya itu.
*Ceklik, ceklik!!
Nina tampak mengangkat dua jarinya saat berfoto dengan bintang idolanya itu.
Melihat pembalap dunia lainnya membuat Nina lagi-lagi ingin berfoto dengannya. Meskipun lelah karena harus menjadi juru bicara untuk memenuhi keinginan sang istri namun Khalif tak mengeluh karena Nina sudah berusaha keras untuk memenuhi impiannya.
"Sekarang siapa lagi?" tanya Khalif dengan wajah lesu
"Tinggal satu lagi idolaku yang belum berfoto dengan ku?" jawab Nina
"Siapa lagi?" tanya Khalif lirih
"Seorang pembalap yang namanya sudah hampir redup, tapi dia berhasil membuktikan jika ia memang layak diidolakan," jawab Nina
"Sebut saja siapa namanya, jangan muter-muter gitu. Makin pusing aku mendengarnya!" seru Khalif
"Orang itu sekarang ada bersamaku," jawab Nina tersenyum sambil memainkan jarinya
Sementara itu Khalif langsung menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari siapa pria yang dimaksud oleh Nina.
"Tidak ada siapapun di sini selain kita berdua," ucap Khalif menggaruk-garuk kepalanya
"Ish dasar gak peka, memangnya kau tidak tahu siapakah pembalap idolaku dulu!" teriak Nina membuat Khalif langsung menutupi telinganya
"Ah iya, aku lupa," jawab Khalif tersenyum menatapnya
"Syukurlah kalau kau sudah ingat!" ucap Nina kemudian segera merapikan penampilannya untuk berfoto
"Tapi ngomong-ngomong siapa dia?" tanya Khalif membuat Nina benar-benar kesal dengannya dan langsung menghajarnya.
*Buughhh!!
"Dasar suami bodoh, apa kau lupa kalau aku mau menikah denganmu karena kau adalah idolaku!" ucap Nina seketika membuat Khalif langsung tersenyum mendengarnya
"Ah iya, Kenapa aku bisa lupa, sorry !" seru Khalif
Ia buru-buru mengeluarkan ponselnya untuk berfoto dengan Nina. Tapi Nina menolaknya karena sudah kesal dengannya.
"Ayolah Nin foto sekali saja, masa gitu doang ngambek!" ucap Khalif memohon padanya
"Maaf sepertinya aku tidak bisa, kekecewaan ku sudah menggunung, hingga aku sulit untuk memaafkan mu kali ini," ujar Nina
"Lagi curhat nih ceritanya!" celetuk Khalif membuat Nina kembali marah dan meninggalkannya
"Ah sial, kenapa perempuan mudah sekali marah. Padahal aku hanya ingin bercanda dengannya, tapi kenapa ia malah jadi wafer, nasib-nasib!" seru Khalif kemudian menyusul Nina.
Setelah keduanya selesai mengikuti acara selebrasi kemenangan, Khalif mengajak Nina untuk menemui Tuan Nakamura di sebuah ruangan khusus.
Seorang pria tua berkebangsaan Jepang tampak dengan ramah menyambut kedua pasangan suami istri itu.
Ia mempersilahkan keduanya duduk sambil menikmati hidangan ala Jepang.
melihat kemampuan balap halif yang masih sangat bagus membuat Nakamura menawarinya untuk kembali bergabung menjadi tim balapnya.
Khalif sebenarnya ingin sekali menerima tawaran itu. Namun di sisi lain ia juga ingin membuktikan kepada almarhum ayah dan neneknya jika ia juga mampu memimpin perusahaan.
Nakamura bisa menerima keputusan Khalif yang memilih untuk mewujudkan keinginan almarhum ayahnya untuk menjadi penerus Hawi Corporation.
Nakamura kemudian memenuhi janjinya untuk berinvestasi di perusahaan Khalif karena ia yakin Khalif akan bisa menjadi pemimpin yang baik yang akan memajukan perusahaannya.
Sementara itu aksi kejar-kejaran Khalif dan Nina seketika menjadi headline news sebuah majalah sport. Berita tersebut bahkan berhasil membuat harga saham perusahaan kembali menguat.
"Akhirnya sekarang kau bisa juga menunjukkan kemampuan mu, Al!"
__ADS_1