
Siang itu Nina sengaja mengundang para wartawan di rumahnya, untuk melakukan konferensi pers. Bukan main-main Nina sengaja ingin membungkam mulut Khalif yang sengaja memfitnahnya hingga menggugatnya cerai.
Tak main-main Nina sengaja mengundang para wartawan dari media terkemuka.
Wanita itu terlihat elegan dan cantik saat duduk di meja panjang di temani dua orang pengacaranya.
Ia tersenyum simpul saat puluhan lampu kamera mengarah kepadanya. Ia tampak begitu cantik dan percaya diri saat menyampaikan maksud dan tujuannya mengundang para wartawan.
Ditempat berbeda Khalif tampak geram saat melihat Nina mulai berani melawannya.
Ia tak menyangka jika wanita polos itu akan berubah menyeramkan dengan mulai berani melawannya.
Khalif berusaha menerobos masuk untuk mengacau acara konferensi pers yang dilakukan oleh Nina.
Namun siapa sangka jika Panji sengaja menempatkan beberapa anak buahnya untuk melarang Khalif memasuki ruangan konferensi pers.
"Dasar Panji brengsek, kenapa dia selalu saja membuatku kesal!" gerutu Khalif
Lelaki itu hanya bisa menunggu Nina keluar dari ruangan konferensi pers.
Khalif tak dapat menyembunyikan rasa kesalnya saat melihat Nina keluar dari ruangannya dengan begitu santai untuk menemui para wartawan yang tak bisa masuk ke ruangan konferensi pers.
Wanita itu tersenyum simpul menatap puluhan kamera yang tengah membidiknya.
Nina sengaja memasang wajah manis membuat Khalif semakin jengah dibuatnya.
Melihat Khalif berdiri di depannya membuat Nina tak bisa mengabaikannya.
Ia kemudian meminta para wartawan yang belum mendapatkan berita tentang konferensi persnya untuk menghubungi pengacaranya.
Para wartawan seketika berangsur-angsur pergi meninggalkan Nina.
"Sebenarnya apa yang ingin ia ucapkan kepada para wartawan?" Khalif berpikir jika Nina sudah menjatuhkannya dengan memberikan berita yang menyudutkan dirinya.
__ADS_1
Karena penasaran Khalif segera mengambil gawai pipihnya untuk menghubungi istrinya itu.
Kali ini ia sengaja merendahkan harga dirinya dengan menelpon wanita itu lebih dulu, Tentu saja hal itu dilakukan untuk mengetahui apa yang di rencanakan oleh sang istri.
Bak gayung bersambut dengan senyuman mengembang Nina begitu bersemangat saat menjawab panggilan dari suaminya tersebut.
Ia kemudian sengaja mengajak Khalif untuk berbicaralah di ruangan VIP yang sudah ia siapkan.
Keduanya bergegas meninggalkan ruangan lobby hotel.
"Apa ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Nina dengan santai
"Sebenarnya apa yang sudah kau sampaikan kepada awak media?" tanya Khalif
"Oh itu, aku pikir hanya wartawan saja yang begitu penasaran dengan apa yang ingin aku sampaikan. Ternyata suamiku juga sama. Padahal kau tahu kenapa aku melakukan hal ini, jadi untuk apa lagi kau menanyakan semua ini padaku," jawab Nina
"Kau yang sudah memulai semua ini dengan menyebarkan foto-fotoku dengan Panji di media. Padahal kau juga tahu jika aku tak mungkin melakukan hal-hal yang memalukan keluarga ku dengan bodyguard ku sendiri. Tapi dengan teganya kau menyebar fitnah seolah aku dan Panji memiliki hubungan spesial dan berselingkuh di belakang mu. Lalu apa aku salah jika memberikan klarifikasi kepada para wartawan tentang foto-foto itu. Kalaupun aku juga melakukan hal yang sama denganmu untuk menyebarkan foto-foto perselingkuhan mu dengan Mutia kepada para awak media dan memberitahukan kepada mereka tentang perselingkuhan kalian maka tidak ada yang salah dengan apa yang aku lakukan. Apalagi hubungan kalian sudah berlangsung lama dan itu bukan isapan jempol semata karena aku memiliki semua bukti-bukti perselingkuhan kalian." jawab Nina dengan entengnya
"Bukan melawan, tapi lebih tepatnya memberikan kebenaran kepada publik apa yang sebenarnya terjadi antara aku, kau, dan Mutia," jawab Nina
Khalif yang sudah tak bisa menahan emosinya segera menarik istrinya itu.
"Sebenarnya apa yang aku inginkan dariku?" tanya Khalif dengan wajah kesalnya
"Bukankah aku sudah memberitahu mu sebelumnya. Aku ingin mengungkapkan kebenaran tentang hubunganmu dengan sekretaris mu itu." Nina kemudian membuka ponselnya dan memperlihatkan foto-foto Khalif dengan Mutia yang ia ambil diam-diam.
Khalif berusaha mengambil ponsel Nina untuk menghapus foto-foto itu, namun sayangnya Nina lebih gesit hingga membuat pria itu merasa semakin dipermainkan olehnya.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku dengan foto-foto itu!" seru Khalif
Nina merasa umpannya sudah berhasil membuat Khalif mengakui kekalahannya.
Ia kemudian menyampaikan apa yang dia inginkan darinya.
__ADS_1
"Pertama aku mau kau membuat pernyataan di depan wartawan jika foto-foto ku yang diunggah ke media online itu adalah fitnah yang kau buat untuk mencari-cari kesalahan ku, karena sebenarnya aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Panji bodyguard ku itu. Kedua kau juga harus meminta maaf kepada ku di depan media karena sudah memfitnah ku memiliki hubungan dengan Panji," ujar Nina
Khalif benar-benar mati kutu dibuatnya. Bagaimanapun juga lelaki itu tak mau jika semua orang mengetahui perselingkuhannya dengan Mutia karena itu akan merusak nama baiknya.
Ia tak punya pilihan lain selain melakukan apa yang diinginkan oleh Nina meskipun ia harus menanggung malu karena berusaha memfitnahnya. Tapi setidaknya ia masih terlihat terhormat karena mau mengakui kesalahannya di depan umum meskipun ia harus menjilat ludahnya sendiri.
"Baiklah kalau begitu, tapi aku minta kau jiga harus menghapus foto-foto itu setelah aku selesai memberikan klarifikasi," ujar Putra
"Ok deal!" seru Nina kemudian menjabat tangan suaminya
Nina kemudian menggandeng lengan suaminya dan mengajaknya duduk di meja yang sudah disediakan olehnya.
"Tes!" seru Nina mencoba mengetes mikrofon di hadapannya
Setelah memastikan mikrofon itu berfungsi, ia kemudian memulai konferensi pers itu.
Ia kemudian memberitahukan kepada para wartawan tentang foto-fotonya yang terpajang di media online sebagai headline news.
Nina mengatakan jika foto-foto itu memang benar tapi tidak seperti yang dibayangkan oleh orang-orang.
"Benar jika foto di sebuah media online itu milikku, tapi semua terjadi secara natural tanpa ada apapun antara aku dengan Panji. Dia melakukan semua itu seperti yang kalian di foto murni sebagai seorang bodyguard yang sedang menjalankan tugasnya. Mungkin kalian tak percaya jika hanya aku yang memberikan klarifikasi itu seorang diri, untuk itulah aku sengaja mengajak suamiku untuk memberikan penjelasan tentang kepada kalian," ujar Nina
Ia kemudian mempersilakan Khalif untuk memberikan klarifikasi.
Nina tersenyum puas saat berhasil membuat Khalif mengikuti kemauannya.
Nina pun menepati janjinya setelah Khalif selesai melakukan tugasnya. Ia bahkan sengaja menghapus foto-fotonya dengan Mutia.
"Sekarang sudah impas kan?" ujar Nina kemudian segera masuk kamarnya setelah para wartawan meninggalkan kediamannya.
...🍁🍁🍁...
Pagi itu Nina sengaja memenuhi panggilan pengadilan Agama. Namun setibanya di sana tak ada sidang. Seorang pegawai pengadilan memberitahukan Nina jika Khalif mencabut kembali gugatan cerainya.
__ADS_1