My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Empat Puluh Lima


__ADS_3

Aldi mencoba menyingkirkan semua tentang Salsa dari pikirannya. Ia harus fokus untuk hari ini, hari ini adalah hari dimana ia akan memberikan kejutan untuk Lolita, kejutan yang sudah ia siapkan jauh jauh hari sebelumnya.


Aldi sudah berada di hotel sejam sebelumnya, dan tentu saja teman teman dan keluarganya juga sudah berada di hotel yang sama, untuk menunggu kedatangan Lolita.


Sedangkan di rumah Lolita sedang siap siap, gadis itu memakai gaun yang sebelumnya dikirim Aldi dan terdapat sebuah note dalam paper bag itu.


*Dandan yang cantik dan pakai gaunnya, nanti kamu akan diantar pak supir ke suatu tempat*


Lolita terseyem kembali membaca note dari Aldi, gadis itu sudah selesai berdandan dan kini ia sedang memperhatikan penampilan di depan cermin



Ini nih, Lolita udah cantik dengan gaun pemberian dari Aldi dan siap untuk berangkat.


Lolita mengambil ponselnya lalu berjalan keluar untuk menemui pas sopir, Sesampainya di luar ternyata pak sopir sudah menunggunya, melihat Nona mudanya sudah siap pak supir pun membukakan pintu mobil untuk nona mudanya itu.


"Silahkan masuk nona" ucap Pak supir itu membersikan Lolita masuk. "Terimakasih pak" Ucap Lolita lalu masuk ke dalam mobil.


Pak sopir pun ikut masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita sebenarnya mau kemana sih pak?" Tanya Lolita kepada pak supir. "Nanti non juga tahu" Jawab pas sopir itu sambil tersenyum dan melihat Lolita dari kaca kecil di depannya.


Setelah itu pun Lolita diam, ia hanya menikmati perjalanannya sambil memainkan ponselnya.


Tak lama mobil yang di tumpangi Lolita itu pun sampai di sebuah hotel mewah bintang lima.


Pak sopir pun membukakan pintu mobil untuk Lolita. "Kok ke hotel pak?" Tanya Lolita. "Iya, kata den Aldi non Loli langsung ke Ballroom aja yang ada di lantai tujuh" Ucap Pak sopir. Lolita pun mengangguk dan berjalan masuk ke dalam hotel.


Lolita pun langsung masuk ke dalam Lift ketika pintu Lift terbuka, dan lift itu pun melaju membawa Lolita ke lantai tujuh.


"Kejutan apa sih yang Aldi mau kasih" Gumam Lolita sambil tersenyum.


Namun saat keluar dari dalam lift Lolita di buat diam membisu ketika melihat Aldi yang ternyata sedang memegang tangan Wanita lain. Lolita hanya diam mencoba mencoba mendengar pembicaraan mereka.


"Siapa kamu berani menghalangi saya untuk membawa dia?" Tanya laki laki itu dengan nada Tinggi.


"Anda pasti tahu kan siapa saya? Aldi Ferlando putra? penerus putra group" Tegas Aldi, mendengar penuturan Aldi laki laki yang ada di depannya itu seketika gelagapan.


"Terus kenapa kalau kamu penerus putra group, dia adalah wanita saya dan saya berhak membawa dia kemanapun" Ucap Laki laki itu untuk menutupi rasa gugupnya.

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah membiarkan Anda membawa Calon tunangan saya, dan Hari ini juga saya akan bertunangan dengannya" Ucap Aldi, mendengar penuturan Aldi, gadis yang dipegang Aldi yang tak lain dan tak bukan ialah Salsa itu membulatkan matanya dengan sempurna begitu pula dengan Laki laki didepan nya yang tak lain ialah Bagas. Laki laki itu juga terkejut bukan main.


Jedaaarrrrrrr


Bak di sambar petir, Jantung Lolita seakan berhenti berdetak mendengar pernyataan Aldi yang mengakui bahwa Salsa adalah tunangan.


Lolita membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Aldi barusan .


"Apakah ini yang kamu bilang kejutan?" Ucap Lolita dengan lantang hingga membuat Aldi yang berdiri membelakanginya pun memutar badannya terkejut dan mendapati Lolita yang yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya.


Semua orang yang ada di situ pun terkejut tak terkecuali Aldi dan Salsa.


"Lolita" Ucap Aldi. Lolita langsung membalikan badannya dan berlari masuk kedalam lift, Aldi yang hendak mengejar namun tangan Salsa menggenggamnya dengan erat hingga membuat Aldi kalah cepat karena pintu lift tertutup.


"Aldi please jangan tinggalin gue" Ucap Salsa sambil menangis hingga membuat Aldi sangat frustasi ia harus mengejar Lolita atau menolong Salsa.


"Gue harus ngejar Lolita" Ucap Aldi, tapi Salsa masih terus memegang Lengan Aldo dengan erat. Aldi menepis kasar tangan Salsa. "Saya akan membayar semua hutang Salsa jadi Anda tidak perlu menikahi Salsa" Ucap Aldi tegas Lalu berlari menuju ke tangga darurat untuk mengejar Lolita, karena pintu Lift belum bisa terbuka.


Aldi lari sekuat tenaga menuruni tangga darurat itu, berharap Lolita masih berada di sekitar hotel itu.


Pintu Lift terbuka dan Lolita segera berlari keluar dari dalam lobi hotel itu dengan air mata yang terus menerus membasahi pipi mulusnya. Lolita sudah tidak perduli dengan make up-nya yang mungkin akan luntur.


Sedangkan Lolita sudah berlari tidak tahu arah, tiba tiba hujan turun sangat lebat mengguyur Lolita yang sedang berlari untuk menghindari Aldi.


Lolita menangis sejadi jadinya di bawah guyuran air hujan, gadis itu pun luruh ke aspal, Hati Lolita sakit, sangat sakit. apa tadi ya ia dengar? Aldi akan bertunangan dengan cewe lain?.


Lolita benar benar tidak mempercayai itu. "Kenapa?" Ucap Lolita pada dirinya sendiri. "Kenapa kamu lakuin ini semua ke aku Aldi, Setelah kamu mengucapkan kata kata manis, dan sekarang kamu menghancurkan semuanya, kamu merusak kepercayaan yang aku berikan kepadamu untuk yang kedua kalinya" Lolita terus saja berbicara pada dirinya sendiri.


tiba tiba kenangan romantisnya bersama dengan Aldi pun berputar putar di kepalanya seperti Dejavu, dan itu membuat Lolita semakin mengencangkan tangisnya


Kenangan di mana Aldi dan dirinya berbaikan dan saling menguntungkan perasaan setelah ke salah pahaman yang panjang.


Kenangan tentang Aldi yang menciumnya di rumah ganti.


kenangan yang Aldi melamarnya di sebuah Danau buatan.


kenangan bersama Aldi waktu pergi nyunset ke pantai berdua dan naik jet ski.


kenangan saat Aldi membuatnya takut di halaman belakang sekolah hingga berkahir jalan jalan dan ciuman di jalanan.

__ADS_1


kenangan nonton bioskop dan juga ciuman lalu terpergok oleh kakek nenek


kenangan bersama Aldi saat liburan di Bandung beberapa hari yang lalu, dimana Aldi memeluknya di balkon saat subuh, menciumnya dan memberikan kata kata manis.


kenangan dimana ia menaiki perahu berdua, membentuk simbol hati menggunakan tangannya.


kenangan di Aldi menggombalinya di kebun strawberry sampai kenangan di bukit bintang.


Semua kenangan itu seakan akan berputar di kepala Lolita, hingga membuat hati Lolita yang kini sakit semakin sakit dan perih.


"Baru saja kamu bilang kamu akan menjadi tempat untukku bersandar dan tempat terkahir untukku berlabuh, baru saja kamu bilang tidak akan membiarkan aku sedih dan menangis, tapi sekarang apa? kamu malah menjadi alasan aku bersedih dan menangis Aldi" Ucap Lolita, gadis itu kemudian melepas Hells nya dan berjalan ditengah hujan yang deras menuju ke rumahnya, rumah Mama Nita dan Doni bukan Rumah Bunda Wilna dan Ayah Putra.


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


oke

__ADS_1


__ADS_2