My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Tiga Puluh Satu


__ADS_3

Lolita dan Aldi baru saja turun dari kamar, kini mereka berjalan menghampiri teman temannya yang sudah menunggunya di sofa ruang tamu.


"Ayo lah cari sarapan" Ucap Lolita ketika ia sudah sampai di depan teman temanya.


"Sarapan di luar aja sekalian kita cobain makanan khas Bandung, kan enak kulineran di kota aslinya" tutur Sisi memberi saran.


"Nah sip itu kuy lah" Jawab Yolanda semangat.


mereka pun berjalan menuju ke basement untuk mengambil mobil masing masing, Aldi memutus untuk membawa mobilnya sendiri begitu pula dengan Evan, mereka mengemudikan mobilnya sendiri sendiri seperti saat hendak berangkat menuju resort.


"Aldi kita mau kemana sih?" Tanya Lolita yang sembilan menikmati perjalanan.


"Muter muter aja sampai ketemu" Jawab Aldi masih fokus dengan mengemudinya.


"Kalau muter terus kapan nyampainya, orang perut udah laper banget juga" Jawab Lolita kesal karena sedari tadi mereka hanya berputar putar. Sapi akhirnya mobil yang di kemudian Evan berhenti di sebuah restoran kuliner di Bandung. Aldi pun ikut menghentikan mobilnya di sebelah mobil Evan.


"Kita makan di sini?" Tanya Yolanda ketika mereka semua sudah keluar dari dalam mobil. Evan pun mengangguk lalu berjalan masuk terlebih dahulu diikuti dengan Amel dan yang lainnya.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan dengan senyum ramahnya, pelayan itu memang di tugaskan untuk menyambut tamu sebelum masuk.


"Bisa tolong carikan tempat duduk buat yang rame rame" ucap Evan.


"Mau yang indoor apa outdoor?" Tanya pelayan itu masih dengan senyum ramah.


"Outdoor aja mbak" Kali ini Lolita yang menjawab sambil tersenyum ramah. pelayan itu pun mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk mengikuti pelayan perempuan itu.


mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran itu Samapi akhirnya mereka bertemu dengan pintu penghubung antara indoor dan outdoor.


"Silahkan di pilih mau meja nomor berapa" Tutur pelayan itu, Lolita pun berjalan terlebih dahulu untuk memilih meja, dan mereka langkah terhenti di sebuah gazebo yang sudah dihias secantik mungkin, dan terdapat sebuah meja di tengahnya.


mereka semua pun mendudukan dirinya di Gazebo itu, dan seorang pelayan kemudian menghampiri mereka untuk memberikan buku menu.

__ADS_1


"Saya mau Cuanki Serayu, Yoghurt Cisangkuy, sama Bandung Makutap dan juga air putih" Ucap Lolita sambil membaca buku menu, setelah itu tatapannya teralihkan kepada Aldi yang duduk di sebelahnya. "Kamu pesen apa Al?" Tanya Lolita pada Aldi. "Samain aja sama kamu" Jawab Aldi. "Lolita pun mengangguk. "Masing masing dua ya mbak, kecuali Bandung Makutanya aja 1" Ucap Lolita sambil menatap pelayan itu, pelayan itu pun mengangguk dan mencatat pesanan Lolita.


"Saya pesen nasi Tutug Oncom, Es Cincau kacang merah" ucap Amel sambil melakukan hal yang sama seperti Lolita yaitu membaca buku menu. dan kemudian tatapannya pun teralihkan kepada Evan "Kamu apa?" Tanya amel. "Gepuk terus minumnya air putih aja" Ucap Evan. pelayan itu pun mengangguk dan Kembali mencatat pesanan Yolanda dan Evan.


"Kalau saya Seblak yang super pedas sama es oyen" ucap Yolanda. "Saya Samain aja" Imbuh Amel.


dan kini terakhir Regan, laki laki itu sudah menyiapkan menu yang akan ia pesan sebelumnya yaitu "Colenak, Nasi Timbel, Es goyobod sama air putih" Ucap Regan.


pelayan itu kembali mencatat semua pesanan mereka bertujuh. "Silahkan di tunggu pesanannya" ucap pelayanan itu kemudian berjalan meninggalkan meja nomor 12 itu.


"Perut karet apa gimana? orang satu persennya segitu banyaknya" Cibir Yolanda pada Regan yang duduk di depannya. Karena meja yang berbentuk Lingkaran membuat semua orang jadi lebih mudah untuk saling menatap.


"Sengaja pesen colenak, Cocol Enak, soalnya ga bisa cocol Lo jadi cocol makanan aja" ucap Regan sambil tersenyum kepada Yolanda.


"Apaan sih ga jelas" Ucap Yolanda sambil memutar bola matanya malas.


"Ya udah di perjelas makannya" Saut Regan. "Apanya?" Tanya Yolanda sambil mengangkat sebelah Alisnya. "Hubungannya" Jawab Regan sambil tersenyum manis. Seketika Yolanda menjadi salah tingkah sendiri gadis itu kemudian memalingkan wajahnya untuk menatap objek lain.


Menatap semua makanan yang sudah tersaji di atas meja, lidah para kaum hawa seakan tergiur akan kenikmatan makanan khas dari Bandung itu.


"Silahkan dinikmati" Ucap Seorang pelayan, setelah itu mereka pun undur diri.


mereka semua mulai menikmati pesanan mereka masing masing dengan tenang.


namun baru satu suap saja Yolanda memasukkan Seblak ke dalam mutunya gadis itu seketika langsung membulatkan matanya sempurna. Lidahnya rasanya tak kuat untuk merasakan pedas yang dipadu dengan panas itu.


"A*jir pedes banget" Umpat Yolanda sambil mengipasi mulutnya. gadis itu segera meraih minuman yang sudah ia pesan, namun ia kesulitan untuk minum karena kebanyakan isi.


Regan yang melihat itu pun langsung menyahut air putih miliknya dan memberikan kepada Yolanda. Yolanda yang merasa sudah tidak tahan pun langsung menyahut air putih itu dari Regan. Setelah rasa panas dan pedas dilidahnya hilang ia kembali menyerahkan gelas itu kepada Regan. Regan pun menerima namun saat menerima gelas itu, tangannya tidak sengaja menyentuh tangan Yolanda. hingga akhirnya mereka berdua pun saling menatap satu sama lain.


Mendadak Jantung Yolanda menjadi dag dig dug, begitu pula jantung Regan. padahal mereka selama ini sudah saling sentuh menyentuh, bukankan tidak sekali dua kali Regan merangkul baku Yolanda.

__ADS_1


"Ehem" Sisi yang berdehem membuat Yolanda segera tersadar dan melepaskan pegangannya. "waktunya makan ini" Ucap Sisi sambil memasukkan kembali makanan ke dalam mulutnya.


"Thanks" Ucap Yolanda lalu kembali melanjutkan memakan Seblak nya yang ia rasa sudah tidak sepanas semula.


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


oke

__ADS_1


__ADS_2