
"Gue mau kita pisah" Ucap Lolita dengan entengnya.
Bagai ditusuk belati, Aldi selama sudah kehilangan dunianya mendengar ucapan yang sangat tidak ingin ia dengan dari mulut Lolita itu.
ucapan itu dua kalau terdengar dari mulut Lolita membuat Aldi begitu lemas.
"Setelah itu Lo bebas mau tunangan atau nikah sekalian dengan Salsa" Imbuh Lolita lagi.
Aldi bungkam, mulutnya terasah terkunci.
"Gue lelah tau ngga ngejalanin hubungan sama Lo, Lo itu sudah berkali kali menghancurkan kepercayaan gue, Lo itu sudah berkali kali menghancurkan hati gue, dan itu dengan orang yang sama" Ucap Lolita sambil menatap Dalam Aldi.
"Gue tunggu surat dari pengadilan" Ucap Lolita lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya, Lolita langsung masuk ke dalam kamar dan mengunci kamarnya, tanpa memperdulikan panggilan dari mamanya.
Lolita langsung duduk di balik pintu sambil menangis sejadi jadinya.
kenapa bisa mulutnya berkata ingin pisah ketika hatinya menginginkan Aldi.
Menginginkan bahwa semua ini hanya sekedar mimpi dan saat ia bangun semuanya baik baik saja.
###••••###
Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Gue ingin kita pisah, gue tunggu surat dari pengadilan" Ucapan Lolita seluruh terngiang ngiang dikepalanya.
Aldi memutar stirnya dengan kasar, tiba tiba ada seorang ibu ibu hendak menyeberang, Aldi yang melihat itu pun mencoba menghindari dan membantunya stirnya ke kiri, tiba tiba di depan ada sebuah Mobil yang juga Mekkah sangat kencang.
Bruakkkkk
Mobil Aldi dan mobil itu saling bertabrakan, kecelakaan naas itu pun terjadi.
banyak orang orang yang mengerubungi mobil Aldi dan juga mobil yang menabrak mobil Aldi.
Tak lama datang sebuah Ambulance yang dan juga mobil Polisi. Aldi pun langsung dipindahkan keatas kasur dorong dan di bawa masuk ke dalam ambulance, dan Ambulance itu pun melaju dengan kecepatan yang tunggi menuju ke rumah sakit.
Darah yang terus mengalir itu membuat suster suster itu panik.
dan Sesampainya di rumah sakit Aldi langsung di bawah masuk ke ruang UGD dipasangkan Alat bantu pernafasan dan juga infus.
Terlihat banyak sekali darah yang keluar hingga membuat wajah Aldi Bahakan tidak kelihatan karena darah, begitu juga dengan sekujur tubuhnya.
Suster pun memberikan darah Aldi, "Pasien kehilangan banyak darah Dok" Ucap Salah seorang suster.
"Kita mungkin membutuhkan delapan sampai sepuluh kantung darah" Jawab Sang dokter.
Tidak ada angin tidak ada hujan, Foto Lolita dan Aldi yang ada di nakas tiba tiba saja pecah membuat Lolita yang sedang duduk bersandar di belakang pintu sambil memeluk lututnya itu sangat terkejut akan suara nyaring dari figura kaca yang bersentuhan dengan lantai.
Lolita pun berjalan mengampiri pecahan figura itu, Lolita mengambil fotonya dan juga Aldi, "Aw" Ringis Lolita ketika tanahnya tidak sengaja mengenai pecahan kaca. Lolita menatap fotonya dan Aldi dengan tatapan nanar.
tiba tiba Handphone Lolita berbunyi menandakan ada sebuah telfon, Tertera nama Evan di layarnya. Lolita pun menggeser tombol berwarna hijau lalu menempelkan ponsel itu ketelinganya.
"Hallo kenapa Van?" Tanya Lolita.
"Aldi kecelakaan" Dua kata dalam satu detik yang mampu membuat dunia Lolita seakan roboh. ponsel yang dipegangnya pun jatuh kelantai, air mata yang baru saja berhenti mengalir itu pun kembali membasahi pipi nya yang memang sudah terasa lengket akan air mata.
Lolita menutup mulutnya. "Hallo Lolita Lo masih di situ kan?" Ucap Evan di sebrang telfon.
__ADS_1
tiba tiba Lolita teringat akan Aldi yang mengisap Hemofilia.
Aldi pun buru buru berlari tanpa membawa Handphonnya.
"Aldi pasti butuh darah" Gimana Lolita dengan air mata yang masih terus menggucur.
Lolita menyetop taxi yang kebetulan lewat
"Kerumah sakit yang terdekat dari sini pak" Ucap Lolita pada supir taxi itu, supir taxi itu pun mengangguk dan melanjutkan ke Rumah sakit Pelita yang terdekat dari lokasi rumah Lolita sekarang.
Hanya itu yang ada difikirkan Lolita sekarang, karena Aldi baru saja pulang dari rumahnya.
Taxi yang di tumpangi Lolita pun berhenti, dan Lolita pun segera turun setelah membayar tagihannya. Lolita berlari menuju ke meja resepsionis "Sus, pasien kecelakaan dimana?" Tanya Lolita cemas.
"Masih di ruang UGD Nona" ucap suster itu, Lolita pun langsung berlari menuju ke ruang UGD tanpa mengucapkan terimakasih.
Sesampainya di depan ruang UGD sudah ada Evan dan juga Regan, tak lama Wilna dan Putra pun sampai juga di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Aldi?" Tanya Lolita pada Evan dengan nada khawatir yang sangat kentara. "Iya bagaimana keadaan Aldi?" Tanya Wilna yang juga tak kalah khawatir.
"Belum tahu Lol, Bund, dari tadi belum ada dokter maupun suster yang keluar" Jawab Evan yang juga tak kalah khawatir.
"Suster bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Putra saat seorang suster itu keluar.
"Pasien membutuhkan banyak darah, dan di rumah sakit ini golongan darah yang cocok sama pasien tinggal 4 kantung, dan kita membutuhkan 8 \- 10 Kantung darah" Jelas suster itu.
"Ambil darah saya saja sus" Ucap Lolita dan Wilna secara bersamaan.
"Mari ikut saya" Ucap sangat suster yang berjalan terlebih dahulu dan diikuti oleh Wilna dan juga Lolita.
Setelah empat jam pengambilan darah itu pun selesai dan suster itu pun membawa kantung darah itu keruang UGD.
Lolita menghampiri Wilna yang masih berbaring di atas kasur itu.
"Bunda" Panggil Lolita lirih. Wilna pun tersenyum menatap menantunya itu.
"Maafin Loli" ucap Lolita sambil menangis dihadapan Wilna. "Maaf untuk apa?" Tanya Wilna. "Maaf, kalau bukan karena Loli Aldi ngga mungkin sampai kecelakaan" Ucap Lolita yang sudah terisak.
__ADS_1
Wilna pun tersenyum lalu menggeleng. "Kamu tidak salah sayang, kamu juga kan sudah menyelamatkan nyawa Aldi" Ucap Wilna lembut.
"Sudah mesin sekarang kamu istirahat dulu, kamu kan pasti lemes habis donor darah" Tutur Wilna lembut. Lolita pun mengangguk dan kembali ke kasurnya lalu membaringkan tubuhnya.
Lolita dan Wilna tak henti hentinya menggumamkan doa untuk Aldi, semoga Aldi baik baik saja.
Tiba tiba pintu terbuka menampilkan Nita dan juga putra yang baru saja masuk mengampiri Lolita dan juga Wilna.
"Mama" Ucap Lolita ketika melihat Mamanya itu. "Papa, bagaimana keadaan Aldi?" Tanya Lolita pada Putra.
"Aldi sudah dipindahkan di ruang rawat, kata dokter kemungkinan saat Aldi sembuh nanti akan cacat" Ucap Putra dengan nada bicara yang sangat berat. Mendengar itu Lolita dan Wilna tak kuasa menahan air matanya.
"Loli mau jenguk Aldi" Ucap Lolita sambil turun dari tempat tidur, namun keadaanya yang masih lemah tidak memungkinkan dirinya untuk sampai keruang Aldi. Lolita hampir saja terjatuh jika kita tidak buru buru menangkap tubuh Lolita.
"Kmu istirahat saja dulu, nanti baru jenguk Aldi" Ucap Pura sambil membantu Lolita kembali ke atas tempat tidur.
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
oke
__ADS_1