
Baru satu suapan Regan dan juga Evan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, namun seketika kedua laki itu langsung memelototkan matanya dengan sempurna dengan makanan yang baru saja masuk ke dalam mulutnya.
Sedangkan Aldi dan Affandra menikmati makanannya dengan raut wajah yang biasa saja.
"Gila ini masaknya tadi gimana?" Batin Evan dan Regan secara bersamaan. mereka berdua terlihat susah payah untuk menelan makanan itu ke dalam mulutnya.
"Gimana rasanya enak nggak?" Tanya Amel pada Evan, mendengar pertanyaan Amel, Evan langsung menatap Amel dengan tatapan datar lalu meletakkan sendok yang ia pegang di atas piring.
"Ngga enak ya?" Tanya Amel denah wajah yang kecewa. Melihat raut wajah kecewa dari kekasihnya Evan pun tak tega. "Enak kok" Jawab Evan sambil tersenyum dan hendak memasukkan kembali makanan itu ke dalam mulutnya, namun terhenti karena Amel menahan tangan Evan.
"kenapa?" Tanya Evan. "Aku tahu masakan aku ngga enak kan, udah lah ngga usah bohong jangan di lanjutin nanti kamu sakit perut" ucap Amel dengan akta yang berkaca kaca. Melihat itu Evan sudah sangat tidak tega, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kursi Amel lalu memeluk gadis itu.
"Udah ngga papa namanya juga masih latihan wajar kalau masih hambar atau ada bumbu yang kurang" ucap Regan menenangkan. "Mending sekarang kamu siap siap kita cari makan malam di luar aja" Imbuh Evan lagi, dan Amel pun mengangguk lalu melepaskan pelukannya dan berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Hal sama pun dilakukan dengan Regan. ketika melihat raut wajah sedih Amel laki laki itu jadi tidak tega untuk mengatakan yang sebenarnya, bahwa masakan Yolanda situ jauh dari akta layak untuk dimakan.
"Regan, gimana rasanya? ini tuh masakan pertama aku jadi aku ngga tau enak apa ngga" Ucap Yolanda yang melihat Regan memakan makanannya itu.
Sebelum menjawab Regan menuang air putih ke dalam gelas lalu meneguknya terlebih dahulu. "Beruntung dong gue bisa mencicipi masakan pertama Lo" Ucap Regan sambil tersenyum.
"Beneran?" Tanya Yolanda dengan senyum yang berbinar. Gadis itu kemudian mengambil sendok lalu mencoba masakannya. Regan tidak bisa mencegah itu, baru saja masuk Yolanda langsung lari menuju wastafel untuk melepeh makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya itu, setelah itu ia meneguk air banyak banyak.
"Makanan gue ini jauh dari akta layak ke apa Lo ngga jujur sih kalau ngga enak" ucap Yolanda kesal. "Kan gue mau jaga perasaan Lo aja biar Lo ngga kecewa jawab Regan sambil berjalan menghampiri Yolanda yang berdiri sambil menatapnya. "Tapi gue tetap aja kecewa karena Lo bohongin gue" Jawab Yolanda kesal. "Ya udah, kita sekalian aja makan malam sama Evan dan Amel, lagian juga kamu kan belum makan malam" ucap Regan. ntah kenapa ia bisa bersikap seperti itu kepada Yolanda. Yolanda pun mengangguk dan menyusul Amel untuk ganti baju.
"Masakan Lo enak" ucap Affandra pada sisi Setelah menghabiskan makanannya itu.
"Hmmm" Sisi hanya berdehem sebagi Jawaban. "Lo kan udah makan malam, temen Lo kayaknya pada mau pergi ko ikut?" Tanya Fandra basa basi. "Lolita sama Aldi akan disini ngapain gue ikut" Jawab Sisi.
"Eh si, gue kayaknya mau keluar deh sama Lolita" Ucap Aldi tiba tiba. "Ya udah gue di Resort sendiri aja lagian rame juga" Jawab Sisi, gadis itu sama sekali tidak ada masalah jika ia ditinggal sendirian toh biasanya juga ia selalu sendiri.
"Jangan deh Si, mending Lo main aja sama Fandra, Fandra ngga sibuk kan ya?" Tanya Lolita sambil menatap kearah Fandra. Dan ga Dea pun tersenyum dan mengangguk.
"Nah kan Fandra ngga sibuk jadi nanti kamu main aja sama Fandra" ucap Lolita, belum sempat Sisi menjawab Lolita sudah mengajak Aldi masuk kedalam kamar untuk mengganti pakainya.
Sesampainya di kamar
"Emang kamu mau aja aku kemana si? kita kan udah makan malam" Tanah Lolita sambil mendudukkan dirinya di sebelah ranjang diikuti Aldi.
"Ke suatu tempat dan yang pastinya kamu bakal suka" Jawab Aldi "Lagian juga biarin lah Sisi sekali kalau dekat sama cowok" Imbuh Aldi lagi.
"Sebenernya Sisi itu pernah suka sama seseorang" ucap Lolita.
"Siapa?" tanya Aldi yang kini duduk berhadapan dengan Lolita.
"Kamu" Jawab Lolita.
"Kalau itu sih aku ngga heran, emang semua cewek itu pada naksir sama aku" jawab Aldi sombong.
"Sombong" Jawab Lolita dengan gerakan bibir mencibir.
"Bukan sombong tapi emang kenyataan, ya udah sekarang kamu ganti baju kamu terus kita berangkat" Ucap Aldi, Lolita pun mengangguk lalu berjalan menuju ke Almari untuk mengambil baju ganti dan membawanya ke dalam kamar mandi.
tak lama Lolita pun keluar dengan gaun lima centi meter di atas lutut berwarna merah maroon dengan di padukan oleh jaket jeans berwarna grey.
dan gadis itu sudah melihat Aldi yang juga sudah memakai kaus hitam jaket jeans berwarna merah maroon senada dengan gaun Lolita, serta celana jeans dan juga sepatu Kets hitam, sedangakan Lolita menggunakan sepatu flat merah.
__ADS_1
"Udah?" Tanya Aldi ketika melihat Lolita sudah Rapi, Lolita pun mengangguk lalu mereka berjalan bergandengan kebawah, Dibawahnya bertemu dengan Evan yang hendak pergi juga dengan Amel.
"Van, nanti tolong minta pelayan buat beresin dapur" Ucap Aldi sebelum keluar, Evan pun mengangguk mengiyakan.
"Kita sebenarnya mau kemana sih Al?" Tanya Lolita yang ketika melihat Jalanan yang ia lewati itu terus menanjak.
"Udah nanti juga sampai" Jawab Aldi yang masih fokus dengan mengemudinya. Dan Lolita pun Kembali diam dan memainkan ponselnya.
~~~"""~~~
Regan mengambil tisu yang ada di depannya ketika melihat ada noda makanan disudut bibir Yolanda. Tangan laki laki itu bergerak untuk menghapus noda itu, Yolanda yang mendapat perlakuan manis dari orang yang selalu diajaknya berantem itu pun menatap dalam ke arah Regan, begitu pula Regan yang menatap dalam ke arah Yolanda.
"Regan" Panggil Yolanda. Regan pun menurunkan tangannya "Iya?" Jawab Regan.
"Astaga kenapa gue jadi gugup" Gumam Yolanda, "Tapi gue harus ngomong, kalau Kayak gini terus ini namanya nyerang hari secara perlahan" Gumam Yolanda lagi.
"Kenapa? apa ada yang salah dengan perlakuan gue?"
"Iya Lo salah, salah besar"
"Salah apa?"
"Lo tahu nggak dengan Lo berperilaku manis kayak gini, terus kayak tadi waktu di resort sama waktu Lo gombalin gue itu sama saja Lo udah nyerang gue secara perlahan"
"Nyerang apa?"
"Nyerang hati gue"
__ADS_1
Setelah itu suasana berubah menjadi hening. Yolanda tidak melanjutkan ucapannya, begitu pula dengan Regan yang ikut diam.
"Gue udah berusaha buat jaga hati gue bar ngga bisa dengan mudah Lo serang, tapi ternyata Lo dengan mudah mendobrak pintu hati gue" Ucap Yolanda sambil menunduk tidak aku menatap Regan yang sedang menatapnya dalam.
"Yolan" Panggil Regan lembut sambil menyentuh dagu Yolanda agar mau menatapnya.
"Maaf" ucap Regan setalah Yolanda menatapnya.
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
\-
Likenya lambat bangettttt, jadi author males kalo harus crazy up
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
__ADS_1
oke