My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Sembilan Belas


__ADS_3

"Mau kemana?" Salsa yang sedang berjalan di koridor sendirian itu pun menoleh ke sebelahnya dan mendapati Andra yang tersenyum ke arahnya. Salsa di buat kagum dengan senyum Andra, gadis itu sempat terpaku sampai tak sadar jika dirinya hampir menabrak seseorang untung Andra langsung menariknya.


"Ah" Ucap Salsa yang terkejut.


"Makannya kalau jalan itu lihat depan" tutur Andra.


"Gue tadi tanya dan Lo belum jawab" ucap Andra lagi.


"Ah iya tanya apa?" tanya Salsa kikuk.


"Lo mau kemana?" Andra mengulangi pertanyaannya.


"Ke kantin" jawab Salsa sambil tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya.


"Sendirian aja?" Tanya Andra lagi, dan Salsa mengangguk.


"Ya udah gue temenin" tutur Andra, mendengar perkataan Andra Salsa tiba tiba mengehentikan Langkahnya membuat Andra juga ikut menghentikan langkahnya.


Andra mengangkat sebelah Alisnya "kenapa?" tanya Andra.


Salsa menatap wajah Andra lekat lekat, "Lo kenapa sih Ndra, disaat orang orang terdekat gue ngejauhin gue tapi ko malah mau deket sama gue, padahal gue udah buat orang yang Lo suka menderita" Ucap Salsa kemudian, tiba tiba wajah gadis itu berubah menjadi sendu ketika mengingat Aldi, Evan, dan Regan kini sudah tidak lagi dekat dengannya, bahkan hanya menyapa seperlunya saja.


"Karena gue tau gimana rasanya di tinggalkan" Jawab Andra dengan wajah yang biasa biasa aja.


"Tapi gue itu jahat Andra" Tutur Salsa lagi


"Gue tau itu, tapi semua orang itu ngga ada yang sempurna, semua pernah membuat kesalahan termasuk lo, Lo tahu kan gue disini terkenal nakal, bad boy, suka ngebantah guru, suka bolos dan lain lain, ketika semua orang nganggep gue sampah, di situ ada Lolita yang nganggep gue sebagi manusia, ketika semua ngejauhin gue, Lolita datang, mengulurkan tangannya dan menjadikan gue sebagai temannya" Andra menjeda ucapannya, sekedar untuk mengambil nafas, mata laki laki itu menatap lekat mata sendu Salsa.


"Dan sekarang gue sedang melakukan apa yang sedang Lolita lakukan dulu sama gue" imbuh Andra lagi.


"Makasih Ndra, karena Lo masih mau menjadi teman gue, dan nganggep gue manusia" cicit Salsa, Andra tersenyum dan mengangguk.


Kalau Salsa boleh jujur, Andra itu tampan, tak kalah tampan dari Aldi, tapi tertutup oleh aura bad boy dan dinginnya itu, sehingga tidak banyak orang yang mau mendekatinya, bahkan senyum Andra juga manis dan mampu menenangkan hati.


"Ya udah sekarang gue temenin Lo ke kantin sekalian makan" ucap Andra yang di jawab Anggukan oleh Salsa.


*


"Eh si Andra lagi deket sama si Salsa ya?" Ucap Yolanda sambil menatap ke arah bangku Salsa dan juga Andra yang ada di pojok belakang sebelah kanan sedangakan mereka di sebelah kiri.


Semua orang pun mengikuti arah pandang Yolanda tak terkecuali Aldi dan juga Lolita.


"Mungkin" jawab Lolita acuh sambil menggidikkan bahunya


"Lo cemburu ya Lol" goda Yolanda


"Mana mungkin gue cemburu, paling juga yang cemburu yang ada di sebelah gue yang sedari tadi matanya ga biasa aja lihat mereka berdua" Sahut Lolita sambil menyenggol lengan Aldi yang memang masih menatap ke arah meja Salsa dan Juga Andra.


"Nggak siapa yang cemburu" Sahut Aldi cepat cepat sebelum Lolita terlanjur salah paham.


"Halah bohong itu Lol" Ucap Regan yang mengompor ngompori, Aldi mun menatap Regan dengan datar hingga membuat laki laki itu mengeluarkan cengiran tanpa dosanya.

__ADS_1


Kini posisi duduk mereka berubah, jika kemarin Sisi yang duduk sama Lolita dan Aldi kini Sisi duduk bersama dengan Yolanda dan Regan sedangakan Lolita yang duduk berempat dengan Lolita dan Amel yang duduk di tengah tengah, karena bangkunya yang panjang dan mampu menampung empat orang.


"Iya gue tahu kok Gan, kalau dia bohong" tutur Lolita lagi


"Nggak buat apa juga aku bohong, jelas jelas di sebelah aku ini lebih cantik, manis dan gemesin" tutur Aldi sambil mencubit gemas hidung Lolita.


"Alibi" cibir Lolita


"Astaga mau bukti?" Tanya Aldi sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita.


"Nggak perlu" jawab Lolita sambil mendorong wajah Aldi.


*


Lolita dan Aldi baru saja sampai dirumah, tetapi mereka sudah di kejutkan dengan kehadiran Satya yang kini sedang bermain dengan Aldo di ruang tamu.


"Bang Satya" Panggil Lolita, Satya yang merasa di panggil pun menengok ke belakang dan mendapati Aldi dan juga Loli yang masih memakai seragam sekolah lengkap.


Lolita mendudukkan dirinya di Sofa berdampingan dengan Aldi, diikuti Satya yang juga ikut beranjak duduk di sofa sambil menggendong Aldo.


"Udah lama bang?" Tanya Aldi bisa basi.


"Lumayan lah, lima belas menitan" Jawab Satya.


"Baru sebentar" celetuk Lolita.


"Ngapain Abang tumben kesini?" Tanya Lolita kemudian.


"Mau cek kabar Lo, masih hidup atau udah dimakan sama Aldi" Jawab Satya santai sambil tersenyum.


"Aldi malah lebih ganas dari megalodon" timpal Satya yang mendapat pelototan dari Aldi, pasalnya laki laki itu paham betul akan arah pembicaraan kakak beradik itu.


"Hehehe bercanda Al" tutur Satya.


"Tuh makanan" ucap Satya sambil menunjuk ke arah kantung plastik Yang ada di atas meja.


"Apa?" Tanya Lolita


"Pizza kesukaan Lo" jawab Satya, mendengar ucapan Satya mata Lolita pun menjadi berbinar. Tangan gadis itu bergerak hendak meraih plastik itu, namun urung karena suara Aldi menginterupsinya.


"Ganti baju dulu baru makan" Ucap Aldi, Lolita pun menatap Aldi kesal.


"Udah buruan ganti baju sono" imbuh Satya.


"Iya iya" Lolita pun beranjak dari tempat duduknya. Dan berjalan menuju ke kamarnya dan juga kamar Aldi.


"Ya udah bang gue juga mau ganti baju dulu" pamit Aldi


"Jangan lama lama, jangan pake ena ena" jawab Satya sambil tertawa.


"Astagfirullah bang, mulutmu" ucap Aldi sambil melenggang pergi meninggalkan Satya dan Aldo yang ada di ruang tamu.

__ADS_1


"Alah sok Lo Al" ucap Satya sambil tertawa yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh Aldi.


*


Lolita Kembali keruang tamu setelah mengganti bajunya dengan pakaian rumahan biasa.


Tak lama juga terlihat Aldi yang juga turun dari tangga dan berjalan menghampiri istri, Adik dan kakak iparnya itu.


"Ck lama, kalian ngga pake ena ena kan di kamar" ucap Satya ketika Aldi mendudukkan dirinya di sebelah Lolita.


"Emang kalau pake ena ena kenapa? Abang iri? Ya udah buruan nikah sama markonah dan maemunah pacar Abang" jawab Lolita dengan santainya sambil membuka kotak pizza dan mengambilnya sepotong untuk dirinya.


"Buset dah bini Lo Al" ucap Satya sambil menggelengkan kepalanya.


"Aldo mau pizza" ucap Aldo dengan suara cadelnya sambil menunjuk ke arah kotak pizza.


"Emang dasar kakak ipar Lo laknat do, ambil sendiri ga mau bagi bagi kesedek baru tahu rasa" ucap Satya, baru saja mulut Satya berhenti mengoceh, dan benar saja Lolita langsung tersedak, Lantara dirinya melupakan keberadaan Aldo si kecil cuma gara gara makanan, Aldi yang melihat itu pun langsung bergegas ke dapur dan mengambil air untuk Lolita.


"Nih minum dulu" ucap Aldi sambil mengulurkan gelas yang berisi air. Lolita pun menerimanya dan segerakan meneguk air itu hingga kini tinggal setengah, Lolita lalu meletakkan gelas itu diatas meja.


"Ini gara gara bang Satya ngga ikhlas ngasih pizza nya jadi Loli tersedak" gerutu Lolita


"Eh buset, emang dasar Lo nya aja yang udah kayak orang ngga makan setahun" jawab Satya


"Bodo amat" ucap Lolita sambil memakan kembali pizza begitu pula dengan si Kecil Aldo.


-


-


-


-


-


-


-


-


Jangan lupa tinggalin jejaknya


hari ini author up 3 episode ya, udah sama seperti crazy, karena setiap episode itu ada 1000 kata lebih, bahkan jadi kalau tiga episode udah 3000 kata.


Semakin cepat likenya maka author juga semakin cepet updetnya


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


dan juga jangan lupa buat mampir ke novel author yang berjudul DaRain Love Story

__ADS_1


bisa follow juga akun Instagram author indriantika26


okeokeokeeee


__ADS_2