
Amel sedang mendudukan dirinya di ranjang sambil memainkan ponselnya, telfon dari Evan tak ia angkat, bahkan pesan dari Evan pun tak ia balas, jangankan balas, ia bahkan tak membaca pesan dari kekasihnya itu.
"Capek gue denger handphone Lo yang terus bunyi Mel" gerutu Yolanda yang duduk diatas meja belajar Amel.
Amel melirik ke arah ponselnya yang kini kembali berdering dengan foto Evan yang memenuhi layarnya.
Yolanda turun dari atas meja belajar Amel, Gadis itu kemudian berjalan menghampiri Amel yang duduk di tepi ranjang.
"Kalau Lo ngga mau angkat biar gue yang angkat" Yolanda hendak menyahut ponsel Amel dari tangan pemiliknya, namun buru baru gadis itu menjauhkannya.
"Jangan di jawab" Ucap Amel datar
"Amel sayang, kalau ngga Lo jawab dari mana Lo tahu kebenarannya, kenapa bisa Evan itu sama Mila berudaan di Rooftop sekolah saat jam pulang sekolah" ucap Yolanda lalu mendudukan dirinya disebelah sahabatnya itu.
"Gue jelas lihat mereka berdua dengan mata kepala gue sendiri Yolan, Bakan Mila juga megang tangan Evan" Elak Amel
"Cuma megang kan, ngga nyium" tukas Yolanda. Amel memelototkan matanya menatap ke arah Yolanda, gadis itu malah membalas dengan cengiran tak bersalahnya.
Handphone Amel kembali berdering, menandakan ada sebuah notifikasi pesan masuk, Amel melihat handphonenya dan ternyata itu adalah pesan dari Evan yang mengatakan kalau dirinya sekarang berada di depan rumahnya, tapi gadis itu masih tak menghiraukannya.
"Tuh kekasih Lo di depan rumah Lo, ngga mau Lo temuin?" Ucap Yolanda yang juga melihat isi pesan dari Evan.
"Males" jawab Amel malas, padahal dalam hati gadis itu sangat ingin menemui kekasihnya itu.
*
"Liburan akhir semester nanti aku mau pergi ke Bandung sama teman teman" Ucap Aldi yang kini duduk bersebelahan dengan Lolita yang sedang memainkan ponselnya diatas ranjang sambil bersandar di sandaran ranjang
"Kemana?" tanya Lolita mengalihkan pandangan dari ponsel dan menatap Aldi
"Ke resort milik keluarga Evan dekat pantai" Jawab Aldi sambil menatap Evan
"Aku ikut ya" ucap Lolita sambil tersenyum menatap Aldi dengan tatapan berbinar.
"No, ini urusan cowok" Jawab Aldi kemudian yang berhasil membuat senyum di wajah Lolita luntur seketika, gadis itu mengerucutkan bibirnya.
"Sok sokan urusan cowok, paling juga mau kecentilan sama cewek di sana" Tutur Lolita, Aldi terseyum mendengar ucapan Lolita.
"Cemburu cie" goda Aldi sambil menarik hidung pesek Lolita hingga membuat gadis itu kesulitan bernafas dan menepis dengan kasar tangan Aldi.
"Siapa juga yang cemburu" Jawab Lolita sambil memalingkan wajahnya.
"Khawatir gue kepincut sama cewek lain kan" Aldi masih saja menggoda Lolita dengan memainkan rambut panjang gadis itu yang tergerai.
__ADS_1
"Ngga, ya udah kalau mau nyari cewek lain, sana nyari yang banyak sekalian, berdoa semoga ada yang mau sama kamu" ucap Lolita ketus sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Aldi terkekeh dengan ucpan Lolita, "kamu tenang aja, suami kamu ini masih tampan, masih kaya dan masih muda, tentu saja siapa sih yang ngga mau sama seorang Aldi Ferlando Putra yang namanya bahkan terkenal dimana mana" Jawab Aldi sombong.
Lolita geram, gadis itu memutar lehernya menatap Aldi yang sedang tersenyum penuh kemenangan ke arahnya "Dasar sombong, berani kamu nyari selingkuhan, Gue cekik kamu" ucap Lolita sambil menatap Aldi tajam.
Aldi tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Lolita, untung kamarnya udah mode kedap suara jadi ga bakal kedengaran sampe ke kamar mama dan papanya.
Aldi menangkup kedua pipi Lolita, namun Lolita segera menepis dengan kasar tangan Aldi. Namun Aldi tak menyerah, laki laki itu kini Kembali menangkup kedua pipi Lolita, "kamu tenang aja, aku ngga bakal kepincut sama cewek lain, karena hati aku sepenuhnya milik kamu, dan udah terkunci di dalam sarang yang tepat" ucap Aldi yang kini menatap wajah Lolita serius, begitu pula dengan Lolita yang menatap wajah Aldi.
"Gaada wanita yang bisa menggantikan seorang Lolita di hati aku, kamu adalah ratu di hatiku, pemegang kuci di hatiku, gaakan pernah ada yang bisa menggantikan My Crazy Wife ini" imbuh Aldi lagi, seketika hati Lolita menjadi tersentuh dengan kalimat yang di ucapkan oleh Aldi.
Lolita tak menjawab ucapan Aldi, gadis itu langsung saja masuk ke dalam pelukan Aldi, mencari posisi ternyaman dalam dada bidang suaminya itu, Aldi pun membalas pelukan Lolita, tangan kekar laki laki itu bergerak untuk mengelus rambut panjang Lolita yang tergerai.
"aku udah terlanjur sayang sama kamu, jadi jangan pernah kamu hancurin kepercayaan aku dan membuat luka di hati aku untuk kesekian kalinya" cicit Lolita di dalam dekapan nyaman Aldi yang masih bisa di dengar oleh laki laki itu.
"Lo bisa ikut ke Bandung tapi ada syaratnya" ucap Aldi sambil melepas pelukan Lolita.
"Sama istri sendiri pake syarat syarat an" Tukas Lolita dengan nada sinis
"Mau nggak? Kau ngga mau ya udah" Jawab Aldi dengan santainya
"Apa?" Tanya Lolita
"Iya iya, mau apa? Awas kalau macem macem" ancam Lolita
"Lo harus mau belajar, biar nilai Lo bagus dan ngga kesulitan mengerjakan ulangan nanti" tutur Aldi
"Cuma belajar kan? Oke" ucap Lolita sambil tersenyum
"Gue nanti yang bakal bimbing dan awasin Lo sekalian belajar bareng" imbuh Aldi yang membuat senyum Lolita seketika pudar, gadis itu masih ingat saat pertama kali dirinya belajar bersama dengan Aldi, pantang tidur sebelum bisa. Sungguh semenyebalkan itu suaminya.
*
Amel kini sedang mendudukan dirinya di kursi rotan halaman depan rumahnya bersama dengan Evan, Mereka duduk dengan jarak setengah meter, Karena Amel selalu menggeser tubuhnya ketika Evan mendekatinya.
"Lo kenapa ngga bales chat sama telfon gue?" Tanya Evan yang kini memulai membuka suara sambil menatap Amel yang sedari tadi menatap kakinya yang ia mainkan.
"Lagi males" jawab Amel datar.
"Kalau lo ada masalah lo bilang, atau gue berbuat sesuatu yang sekiranya membuat lo marah, sedih atau kecewa lo bilang sama gue, biar gue tahu karena gue bukan malaikat yang bisa tahu segalanya dengan sendirinya" Tutur Evan masih dengan menatap Amel yang sibuk menatap kakinya
"Gue tadi lihat Lo sama Mila di Rooftop dan Mila juga megang tangan lo, Lo masih ada rasa sama dia? Kalau Lo masih ada rasa, Lo bilang jangan main di belakang gue" Jawab Amel masih tak mau menatap wajah Evan.
__ADS_1
Evan menghembuskan nafasnya dengan kasar, ternyata itu yang membuat kekasihnya itu mendiamkannya dari pulang sekolah sampe sekarang jam sepuluh malam.
Evan meraih bahu Amel, memutar sedikit bahu itu agar gadis itu mau menatap ke arahnya. "Lihat gue!" Ucap Evan, Amel pun menurut gadis itu menatap wajah kekasihnya.
"Gue udah ngga ada perasaan sama sekali sama Mila, soal Lo yang lihat gue sama Mila itu Lo salah paham, tadinya gue ngomong sama Mila supaya ia tidak menganggu Lo lagi, karena gue tau Mila pasti akan selalu ngusik Lo dan ngebuat Lo jadi merasa bersalah dan tidak nyaman bersama dengan gue" Jelas Evan, Amel terkejut dengan penuturan Evan, ia tak menyangka jika itu untuk dirinya.
"Hati gue sekarang sepenuhnya milik Lo, ngga ada yang lain apa lagi Mila" imbuh Evan
"Maaf" cicit Amel sambil menunduk
"Lo ngga perlu minta maaf, gue tahu Lo cemburu, cemburu itu tanda cinta tapi kalau berlebihan itu juga nggak baik" ucap Evan sambil tersenyum lalu menarik tubuh mungil Amel ke dalam pelukannya.
-
-
-
-
-
-
-
-
Ini bukan di campur ya teman teman, ini cuma sebagi selingan aja biar ngga Lolita sama Aldi terus yang nongol, butuh tokoh lain juga, karena mereka memang termasuk dalam catatan Lolita dan Aldi wkwkwk
Jangan lupa tinggalin jejak untuk menghargai karya saya, sama seperti kalian yang suka lihat dan baca karya saya, saya juga suka lihat jejak Like dan vote kalian, serta baca komen kalian.
Saya bakal crazy up kalau like nya banyak, soalnya kalau di kasih up banyak pada suka lupa sama like nya.
Buaknnya pemaksaan cuma sedikit maksa wkwkwk
Pembaca cerdas pasti tau kan apa yang diinginkan author hehehe.
Jangan lupa juga mampir ke novel baru author yang judulnya DaRain Love Story dijamin ngga kalah seru dan ngga kalah baper dari kisah Lolita sama Aldi, dijamin bakal bikin kalian greget dan emosi pengen ngehujat kek kalian ngehujat Aldi wkwkwk.
Untuk masalah typo bisa tolong di benarkan karena saya ngga cek terlebih dahulu, capek matanya kalau harus neliti lagi padahal udah natap hp sejam buat ngetik naskah yang kata kalian masih pendek ini huhuhu.
Intinya di balik semua ini ada Saya yang berjuang keras memutar otak dan menyempatkan waktu di sela sela belajar untuk selalu merangkai kata kata untuk menjadi kalimat penghibur kalian semua biar tetap betah dirumah aja dan menemani hari hari kalian semua.
__ADS_1
Semoga semuanya sehat sehat terus dan bisa baca terus karya saya hehehehe 😂