
"Sekarang semuanya sudah selesai, aku tinggal mencari dimana pisau itu berada sekarang," Dama kemudian berjalan meninggalkan paviliun anggrek.
Mengetahui Dama sudah pergi David segera keluar.
Ia segera mendobrak pintu ruangan itu dan mengambil pengharum ruangan yang dipasang oleh Dama.
David segera membuang teko dupa itu ke toilet.
"Ternyata dia belum berubah juga," ucap David
Lelaki itu kemudian kembali untuk menjaga Nina.
Tidak berselang lama Dado Aryakunto tiba di tempat itu.
Ia tertegun saat melihat David tengah menjaga putrinya.
"Siapa anda, kenapa kau ada di sini bersama putriku?" tanya Dado
Entah Kenapa David begitu familiar dengan wajah ayah Nina. Ia seolah mengenal pria tua itu.
"Perkenalkan saya David ayah Panji, kebetulan saya ditugaskan untuk menjaga putri anda karena putraku dilarang masuk rungan ini," jawab David
"Kenapa Panji dilarang masuk ke ruangan ini?" tanya Dado lagi
"Itu karena ia dan suami wanita ini membuat keributan di tempat ini. Sehingga petugas rumah sakit melarang keduanya untuk masuk ruangan ini," jawab David
"Ini tidak benar, ini tidak bisa di diamkan karena sudah melanggar hukum. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa membiarkan hak seorang warga dirampas oleh pihak rumah sakit.
Bagaimanapun juga Khalif adalah suaminya jadi tidak boleh rumah sakit melarangnya untuk mengunjungi istrinya. Ini sudah melanggar ham dan aku harus bertindak!" celoteh Dado kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Aku yakin dia pengacara itu, sepertinya ia tak mengenaliku hingga membiarkan putrinya bersama denganku di sini,"
Sementara itu Dado langsung menghela nafas panjang saat berhasil menghindari David.
"Bagaimana bisa Panji memiliki ayah seorang gengster, apa dia benar-benar akan menjaga putriku. Kenapa aku ketakutan seperti ini!" seru Dado mencoba menenangkan dirinya.
"Ayah kenapa di sini!" ucap Khalif menepuk bahu mertuanya itu
Dado tampak kaget setengah mati saat mengetahui seseorang menepuk bahunya.
__ADS_1
"Dasar menantu durhaka, kau hampir saja membuat jantungku copot!" seru Dado kemudian memukuli menantunya itu
"Maaf ayah aku tidak sengaja," jawab Khalif merasa bersalah
"Sebenarnya suami macam apa kamu ini. Bagaimana bisa seorang suami sampai membiarkan istrinya yang terkena kecelakaan sendirian di rumah sakit. Meskipun aku tahu kau tidak menyukai Nina tapi setidaknya jagalah ia saat sakit. Anggap itu sebagai balasan atas apa yang sudah Nina lakukan selama kau sakiti. Ia begitu tulus merawat mu saat kau sakit meskipun selama ini kau selalu menyakitinya. Ia tetap saja mempedulikan mu walaupun ia tahu kau tak akan pernah menyukainya. Kasian sekali nasib putriku, kenapa ia bisa menderita seperti ini. Sebenarnya apa salahku sehingga membuat Nina harus menanggung beban seberat ini seorang diri," tukas Dado kemudian menangis tersedu-sedu
"Apalagi sekarang dia bersama seorang gengster, itu semakin membuat ku khawatir," imbuhnya seketika membuat Khalif panik
" Kau bilang Nina bersama gengster sekarang, maksudmu pria itu adalah seorang gengster!" jawab Khalif menunjuk kearah David
Dado langsung mengangguk pelan.
"Darimana ayah tahu, jika ia seorang gengster?" tanya Khalif lagi
"Tentu saja karena aku pernah menangani kasusnya, bagaimana aku bisa lupa wajah pria itu," kenang Dado kemudian menyembunyikan wajahnya di balik tubuh Khalif
"Jika benar dia seorang gengster maka Nina berada dalam bahaya!" seru Khalif
Kedua pria itu kemudian berjalan menuju ke ruang perawatan Nina. Keduanya langsung membelakakan matanya saat melihat Nina tak ada di ranjangnya.
"Dimana Nina, kenapa dia tidak ada?" ucap Khalif tampak terperanjat melihat Nina tidak ada ditempatnya
"Kalau begitu kita harus segera menyelamatkannya," Khalif kemudian menarik lengan Dado.
Namun keduanya seketika menjerit saat melihat David berada di hadapan mereka.
"Huaaaa!" seru keduanya nyaris pingsan andai saja David tak menangkap keduanya.
"Apa kita sudah di surga?" tanya Khalif
"Sepertinya begitu, soalnya banyak makhluk berwarna putih disini," jawab Dado
"Jangan ngaco deh ayah, sebenarnya kalian ini kenapa sih kaya orang ketakutan gitu saat melihat Om David," ucap Nina membuat Dado dan Khalif langsung bangun dan duduk di depannya..
"Itu karena dia seorang gengster," jawab Dado
Ia kemudian menjelaskan kepada Nina jika dirinya takut Nina kenapa-kenapa saat David bersamanya.
"Bagaimana ayah berpikir seperti itu?" tanya Nina
__ADS_1
"Tentu saja dia memiliki alasan kenapa melakukan hal itu. Aku senang ternyata kau masih mengingatku Dado. Aku tidak sangka orang terkenal seperti dirimu masih mengenali seorang kriminal seperti diri ku," tukas David
"Semua manusia itu sama, hanya iman dak takwanya saja yang membedakan mereka di depan Tuhan," jawab Dado
"Kalau begitu kenapa Ayah masih takut dengan Om David, Ayah bahkan sempat berpikir jika Om David akan mencelakai aku, padahal sebaliknya justru Om David lah yang gambar kali-kali menolongku menyelamatkanku dari orang-orang yang ingin membunuhku," jawab Nina
"Astaghfirullah. haladzim, Ya Allah maafkan kekhilafan hambamu ini. Hamba telah salah sangka terhadap Pak David, lalu apa yang harus aku lakukan Tuhan?" ujar Dado
"kalau begitu cepatlah minta maaf kepada Om David," seru Nina
Dado kemudian meminta maaf kepada David.
"Maafkan aku Vid yang sudah berpikir buruk kepada mu," ucap Dado
"Sebetulnya itu normal sih kalau menurut ku. Karena bagaimanapun juga seorang ayah pasti khawatir dengan anak perempuannya. Dan berusaha untuk melindungi mereka," jawab David
"Kau benar Vid, bagaimana kalau mulai sekarang kita berteman saja," ujar Dado
David kemudian menjabat tangan Dado dan memeluk pria itu.
Setelah semuanya Tenang Nina kemudian memberikan pisau yang ia ambil dari kamar Dama.
Seketika Khalif langsung memucat saat melihat pisau itu.
"Bagaimana kau bisa Mendapat pisau itu?" tanya Khalif dengan wajah bergetar
"Tentu saja aku mendapatkan pisau itu dari kamar ibumu," jawab Nina
"Ibu???, kenapa ia menyimpan pisau ini, sebenarnya apa rencanamu Ibu," ucap Khalif
"Kita akan tahu jawabannya nanti," jawab Dado kemudian membawa pisau itu.
"Sebaiknya mulai sekarang kau harus berhati-hati dengan Dama. Wanita itu memang tampak seperti orang baik pada umunya. Tapi sebenarnya ia punya niat jahat terhadap dirimu. Apalagi saat ini kau merupakan ancaman tersebarnya. Ia bisa saja menggunakan semua yang dimilikinya demi mendapatkan apa saja yang ia inginkan. Tapi dan tidak melakukannya," ujar David
Ia kemudian menceritakan kepadanya tentang apa yang terjadi kepada gadis itu beberapa jam yang lalu.
Khalif seketika merasa malu saat mendengar bagaimana ibunya berusaha menyingkirkan istrinya saat tengah sekarat.
"Aku tidak tahu jika gara-gara aku, Ibu akan tega membunuh Nina. Aku menyesal karena sudah membuat ibuku menjadi seorang monster, aku berjanji akan membawa Ibu kembali ke jalan yang benar," ujar Khalif
__ADS_1