My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Dua Puluh Lima


__ADS_3

Setelah kejadian itu Aldi tidak mengizinkan Lolita untuk mengikuti lomba apapun membuat Lolita begitu kesal, bahkan sampai sekarang Lolita masih mendiamkan Aldi padahal Ini sudah memasuki hari pembagian hadiah, dan besok adalah pembagian nilai hasil ujian serta pengumuman liburan.


"Lolita" Panggil Aldi namun Lolita tak menghiraukan, Gadis itu langsung saja berjalan ke depan karena namanya sudah di panggil untuk mengambil hadiah karena ia menang juara basket putri dan juga lomba lari.


Seketika senyum terpancar di wajah cantik Lolita ketika kepala sekolah menyerahkan sertifikat dan juga sebuah bingkisan.


Tidak hanya Lolita, sebenarnya semuanya mendapatkan sertifikat namun hanya di wakilkan saja, sehingga Lolita yang maju sekalian untuk mengambil hadiah larinya.


Setelah mengambil foto bersama dengan yang lainnya Lolita kini berjalan menghampiri teman-temannya.


"Dapet hadiah apa?" Tanya Yolanda ketika Lolita sudah mengetikan langkahnya.


"Kepo Lo" Jawab Lolita sarkas.


"Ye santai dong Maemunah" Jawab Yolan yang tak kalah ngegas.


Tiba tiba Regan berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Lolita dan ketiga sahabatnya.


"Loh-lita itu anu" Ucap Regan terbata-bata karena nafasnya yang belum teratur akibat berlari.


"itu apa sih kalau ngomong yang jelas" bentak Yolanda


"itu anu Aldi" jawab Regan sambil menunjuk ke arah belakangnya


"Aldi Kenapa tanya Lolita?" Tanya Lolita


"Aldi terluka darahnya ngalir terus" Jawab Regan dengan panik, Lolita seketika membulatkan matanya terkejut, pasalnya gadis itu sudah mendiamkan Aldi selama tiga hari dan mendadak ia mendapat kabar dari Regan bahwa sekarang Aldi sedang terluka.


Lolita langsung menjatuhkan bingkisan serta sertifikat yang baru saja ia terima dan gadis itu langsung berlari meninggalkan Regan dan juga ketika sahabatnya yang terkejut dan tak kalah khawatir, pasalnya sahabatnya itu tahu jika Aldi mengidap Hemofilia.


"Dasar Maemunah main jatuhin aja" Ucap Yolanda sambil mengambil bingkisan serta sertifikat Lolita.


"Eh buset dah main lari emang dia tahu Aldi di mana sekarang" Ucap Regan sambil menatap punggung Lolita yang semakin menjauh.


"Lah bege" Tutur Amel, sedangakan sisi memutar bola matanya malas.


*


wajah panik terlihat sangat kentara dimuka Lolita, Gadis itu lupa menanyakan Aldi sekarang ada dimana hingga membuat dirinya semakin gugup dan khawatir.


tujuan utama Lolita sekarang adalah UKS Gadis itu melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke UKS. Sesampainya di depan pintu UKS Lolita segera membuka pintu itu dengan kasar dan mendapati ruangan itu kosong.


"sinyal Gue lupa tanya di mana Aldi sekarang" umpat Lolita lalu segera pergi meninggalkan ruang UKS.

__ADS_1


kita kembali berlari menghampiri Regan yang juga kini berlari menyusulnya bersama dengan ketiga sahabatnya.


"Aldi dimana?" Tanya Lolita cemas


"makanya tanya dulu bege jangan langsung lari" jawab Regent ketika sudah menghentikan langkahnya tepat di Lolita


"udah gak usah banyak bacot lo buruan jawab di mana Aldi sekarang!"


"di halaman belakang sekolah" tutur Legends kemudian tanpa basa-basi Lolita langsung saja berlari menuju ke halaman belakang sekolah.


"***** Emang si Lolita hobi banget ninggal Ninggal" Monolong Regan, tiba tiba sebuah tangan telur untuk menjitak kepala laki-laki itu hingga membuat Regan memekik kesakitan.


"***** sakit bege" ucap Regan sambil menatap Yolanda.


"******" ucap Yolanda lalu berjalan dengan cepat menyusul Amel dan Sisi yang udah terlebih dahulu mengikuti Lolita.


*


Sesampainya di halaman belakang Lolita menatap ke seluruh penjuru, namun mata Gadis itu tidak menemukan apapun halaman belakang terlihat kosong.


"nyari siapa?" tanya seseorang dari belakang Lolita, Lolita yang merasa khawatir pun hanya menjawab sekilas "Aldi" tanpa menoleh kearah seseorang yang ada di belakangnya.


"Kenapa dengan Aldi lo khawatir sama dia?" tanya laki-laki itu dengan senyum mengembang.


"Iya" Jawab Lolita. Laki laki itu kemudian berjalan dengan pelan menghampiri Lolita yang terlihat gusar, dan seketika laki laki itu memeluk tubuh Lolita dari belakang. Lolita tersentak kaget dengan perlakuan laki laki yang belum ia ketahui siapa.


seketika Lolita membulatkan matanya dengan sempurna ketika ia tahu bahwa laki-laki yang Ia tonjok itu adalah Aldi.


"Astaga Aldi" ucap balita lalu berjalan menghampiri Aldi dan membantu laki-laki itu untuk bangkit.


"belum juga dapat Maaf udah kena tonjok" ucap Aldi sambil memegangi perutnya.


"salah sendiri buat aku terkejut" ucap Lolita kesal, Lolita menatap Aldi dari ujung rambut hingga ujung kepala, namun gadis itu tidak mendapati Luka di tubuh Aldi.


"Kenapa Lihatain aku seperti itu?" Tanya Aldi


"Kata Regan tadi kamu terluka, mana ngga ada luka sedikitpun juga" Ucap Lolita kesal karena merasa dibohongi oleh Regan.


"Aku emang terluka kok, tergores" Ucap Aldi, seketika membuat wajah Lolita Kemabli menjadi panik, Lolita meraih tangan Aldi dan memeriksanya, namun ia tidak mendapatkan luka apapun di tangannya.


"Bukan tangan Aku yang kegores" Ucap Aldi, Lolita menatap Aldi, "Hati aku yang kegores, sakit banget, karena didiemen selama tiga hari" ucap Aldi sambil tersenyum, seketika Lolita langsung menghempaskan tangannya dengan kasar.


"Apaan sih kamu, kamu tahu ngga aku itu khawatir banget sama kamu waktu Regan bilang kamu terluka terus berdarah, darahnya ngalir terus" ucap Lolita kesal, seketika Aldi menatap ke arah Regan yang berdiri di antara ketiga temannya Lolita serta Evan yang sudah sejak kapan iku berdiri di situ, Sedangakan Regan hanya nyengir kuda.

__ADS_1


Aldi kembali menatap Lolita yang kini sedang menatapnya dengan tatapan kesal, marah juga pastinya Bahakan lebih marah dari kemarin.


"Maaf" cicit Aldi sambil menatap Lolita bersalah, "Aku manga bermaksud buat kamu khawatir, aku lakuin ini supaya kamu mau maafin aku" Imbuh Aldi.


"Tapi kan ngga harus bohongin aku juga dengan bilang kayak tadi, kamu itu tahu ngga sih aku takut banget kalau udah denger kamu luka terus ngeluarin darah, becada kamu ngga lucu tahu nggak" Ucap Lolita dengan nada tinggi, tanpa sadar air matanya jatuh membasahi pipinya. Aldi yang melihat itu pun semakin merasa bersalah.


Aldi menarik tubuh Lolita ke dalam pelukannya, dan Setelah tangis Lolita pecah, gadis itu terisak dalam pelukan Aldi. "Maaf, aku ngga bakal ngilangin lagi, maaf juga udah ngelarang kamu untuk ikut lomba, aku lakuin itu semua karena aku ngga mau kamu kenapa napa" Ucap Aldi sambil mengelus puncak kepala Lolita, Lolita masih terisak, Aldi kemudian melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi Lolita, tangan Aldi bergerak untuk menghapus jejak air mata Lolita.


"Udah jangan nangis" Ucap Aldi yang ikut merasa sesak.


"Ntar malah kita keluar deh sebagi permintaan maaf aku, kamu boleh beli apapun yang kamu mau" ucap Aldi, seketika senyum Lolita langsung terbit, gadis itu sangat senang ketika mendengar sesuatu yang berbau bau dengan geratisan.


Seketika Lolita langsung mengangguk mengiyakan ucapan Aldi.


"Idih ga tau malu banget tadi nangis sekarang senyum" ledek Sisi yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Bodo amat" Jawab Lolita sambil menjelujurkan lidahnya.


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story

__ADS_1


oke.


Ga jadi aku masih Visual, soalnya lama reviuwnya kalo pake visual, Visualnya bisa di bayangin sesuai halu masing masing aja hehehehe


__ADS_2