My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 71


__ADS_3

"Naira!!"


Mutia segera berlari menghampiri Naira yang menyeringai menertawakannya. Wanita itu langsung menjambak rambutnya hingga membuat Naira langsung menjerit kesakitan.


Naira berusaha meraih lengan Mutia yang terus menarik-narik rambut panjangnya.


"Dasar perempuan sund*l, lepasin gue!" seru Naira


Tak berhasil meraih lengan Mutia, Naira pun melepaskan tendangannya hingga membuat Mutia langsung terjungkal ke lantai.


"Aww!" jerit Mutia sambil memegangi kepalanya yang terbentur lantai


Semua karyawan Hawi Corporation hanya menonton kedua wanita itu berkelahi tanpa ada satupun yang mau memisahkan mereka.


Bahkan Dama tampak menikmati perkelahian kedua kekasih putranya itu.


"Sepertinya aku sudah menemukan siapa orang yang akan membantuku mengusir Naira dari sisi Al. Mutia...kali ini sepertinya aku harus berdamai dengan bocah itu untuk mengusir Naira. Karena aku tahu hanya dia lawan yang sepadan untuk menghadapi j*lang sialan itu!" gumam Dama


Sementara itu Khalif hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua wanitanya berkelahi, bukannya memisahkan mereka justru ia malah meninggalkan keduanya karena malu.


"Ah sial, kenapa wanita itu selalu saj membuat ku malu!" gerutunya


Ia kemudian menghubungi asistennya untuk menjemputnya.


Saat Khalif akan meninggalkan lobby gedung, Nina justru menariknya.


"Sekarang bukan saatnya kabur Al, kau harus menyelesaikan tantangan mu untuk mendapatkan seorang investor untuk perusahaan kita," terang Nina


"Tapi aku tidak bisa sekarang,"


"Kenapa tidak bisa, apa karena kekasih mu tidak bisa menemani mu?" tanya Nina sinis


Khalif tampak menghela nafas sambil menatap Naira dan Mutia yang masih berkelahi.


"Aku tidak bisa pergi sendiri untuk menemui Mr. Nicholas, hanya Naira yang bisa menaklukkan hati pria dingin itu," jawab Khalif


"Kalau begitu serahkan kepadaku," jawab Nina


Ia kemudian menarik Khalif menuju ke motor sportnya.


Khalif melotot saat Nina naik keatas motor sport dan memintanya untuk duduk dibelakangnya.


"Cih, yang benar saja, bagaimana mungkin seorang Khalif pembalap nomor satu di Indonesia di bonceng oleh seorang wanita, gak banget!" serunya


"Kalau begitu kau yang bawa!" seru Nina kemudian melompat turun


Khalif segera naik keatas motornya dan diikuti Nina yang duduk dibelakangnya.


Ia melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Gedung Hawi Corporation.

__ADS_1


Khalif menghentikan motornya di sebuah villa mewah yang berada di tengah-tengah taman bunga.


Saat keduanya turun dari motor, seorang pria tampan berkebangsaan asing keluar menyambut kedatangan mereka.


Pria berhidung mancung itu langsung mempersilakan keduanya masuk ke dalam vila.


Saat memasuki ruangan villa keduanya di sambut dengan suara merdu biola yang di mainkan oleh seorang pria tampan berkebangsaan Italy.


Khalif tampak menikmati permainan pria itu, sedangkan Nina justru menitikkan air mata saat mendengar suara biola yang membuat hatinya seperti tersayat-sayat.


Mendengar suara tangis Nina yang tersedu-sedu membuat sang violist menghentikan permainannya.


Khalif tampak mencibir Nina yang masih menangis tersedu-sedu.


"Kenapa kau menangis, apa kau tahu lagu yang dimainkan oleh violist itu?" tanya Khalif dengan nada kesal


Nina hanya menggelengkan kepalanya sambil mengusap air matanya dengan tisu.


"Lalu kenapa kau menangis?" tanya Khalif heran


"Itu...itu karena kau menginjak kakiku," jawab Nina sambil menunjuk kaki Khalif yang menginjak sepatunya


Seketika violist itu tertawa mendengar jawaban Nina.


"Astaga!" seru Khalif langsung mengangkat kakinya


"Sepertinya kau sangat menikmati lagu itu makanya aku tak berani mengganggu mu," jawab Nina


"Tetap saja, kau tidak boleh diam saja saat seseorang menyakitimu. Apapun alasannya kau tidak boleh membiarkan dirimu di sakiti oleh orang lain, mengerti!" seru Khalif


"Iya," jawab Nina mengangguk


"Halo Al, apa kabar?" sapa Nicholas


"Kabar baik Nick, thanks sudah mengundang ku ke sini," jawab Khalif


Nicholas tampak memandangi Nina yang masih sibuk membersihkan kakinya.


Ia kemudian mempersilakan Khalif dan Nina untuk duduk. Sementara itu Nicholas meninggalkan kedua tamunya untuk mengambil sesuatu.


Lelaki itu kembali sambil membawa kotak P3K untuk mengobati kaki Nina yang tampak lecet setelah terinjak Sepatu Pantofel Khalif.


Tanpa sungkan-sungkan ia duduk bersimpuh di depan Nina dan membersihkan luka di kaki gadis itu menggunakan alkohol.


Setelah bersih ia kemudian meneteskan Betadine untuk mengeringkan lukanya. Nick bahkan meniup bekas luka itu saat melihat Nina meringis kesakitan.


Entah kenapa Al merasa kesal melihat perlakuan Nicko yang dianggapnya berlebihan.


Bagaimana bisa Nicko yang dingin tiba-tiba jadi perhatian sama gadis jelek itu, memangnya apa yang membuat ia sampai peduli dengannya??

__ADS_1


Namun Khalif tak berani mengungkapkannya mengingat Nina bukan siapa-siapanya.


"Bagaimana sekarang apa masih sakit?" tanya Nicko


"Udah mendingan, terimakasih." jawab Nina tersenyum menatap Nicko


Nicko kemudian menaruh kotak P3K dan duduk di depan Nina.


Ia kemudian menanyakan kepada Khalif apa yang membuat ia datang menemuinya.


Khalif kemudian menjelaskan lagi jika kedatangannya untuk membicarakan tentang kerjasama yang pernah ia tawarkan sebelumnya.


Khalif kemudian menyerahkan sebuah proposal dan memberikan presentasi singkat kepada Nicholas.


"Seperti yang sudah ku katakan, aku hanya akan menjadi investor di perusahaan mu jika ada yang bisa menandingi permainan biola ku," jawab Nicko


"Bagaimana jika permainan lain, hari ini Naira tidak bisa ikut karena sedang ada urusan,"


"Sorry, aku tidak suka tawar-menawar. Lagipula aku hanya memberimu kesempatan hari ini. Jika kau tidak bisa bermain biola maka aku juga tidak bisa berinvestasi di perusahaan mu," jawab Nicholas


"Bagaimana jika aku menggantikan Naira?" ucap Nina


"Memangnya kau bisa bermain biola?" tanya Khalif


"Kita coba saja," jawab Nina dengan penuh percaya diri


Nicko kemudian mengambil biola miliknya dan memberikannya kepada Nina.


"Silakan,"


"Terimakasih," ucap Nina kemudian segera berdiri.


Meskipun Nina hanya mengetahui teknik dasar bermain biola dan hanya menguasai nada dasarnya saja. Akan tetapi ia sangat optimis bisa menampilkan permainan terbaik untuk memikat hati Nicholas.


"Sebelumnya saya minta maaf kalau permainan biola saya sedikit membosankan karena saya hanya hafal satu lagu saja," ucap Nina


Ia kemudian mulai menggesek biola itu hingga mengeluarkan alunan nada sebuah lagu yang tak ading ditelinga.


"Lagu ulang tahun??" Khalif tampak menepuk keningnya saat mengetahui Nina hanya bisa memainkan lagu selamat ulang tahun.


Sepertinya impianku untuk menjadi CEO Hawi Corporation gagal karena wanita gila itu. Bagaimana ia bisa begitu percaya diri bisa mengalahkan permainan biola Nicholas jika hanya mampu menyanyikan lagu ulang tahun. Kalau cuma itu mungkin anak-anak SD saja bisa!


Sementara itu Nicko tersenyum melihat permainan Nina.


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday... happy birthday Nicko!"


Seketika Nicko terkejut mendengar Nina mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.


Lelaki itu tampak berkaca-kaca mendengar suara Nina. Ia kemudian memeluk gadis itu membuat Khalif lagi-lagi merasa tak nyaman melihat pria itu memeluk Nina.

__ADS_1


__ADS_2