My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Dua Puluh satu


__ADS_3

Seminggu kemudian


Kini perang sudah dimulai, setiap malam Lolita selalu belajar bersama dengan Aldi, kini sudah memasuki penilaian akhir semester satu hari ketiga, dan semalam Lolita sudah belajar dengan Aldi hingga membuat gadis itu dengan mudah mengerjakan soal ujiannya.


Lolita yang memang sengaja di tempatkan di meja paling depan, tepatnya di depan pengawasan itu pun tak membuat nyalinya menciut.


"Lolita" Amel yang duduk di belakang dengan jarak satu meja itu pun berbisik bisik memanggil nama Lolita, namun gadis itu tak menghiraukannya dan masih saja fokus mengerjakan soal ujiannya.


"Wah sialan menulikan telinga" gerutu Amel yang tak mendapat respon dari Lolita.


Sampai akhirnya suara bel tanda waktu batas mengerjakan pun berbunyi dan semua murid mengumpulkan soal dan jawabannya masing masing.


*


"Sialan Lo di panggil ngga mau nyahut" ucap Amel ketika mereka sudah keluar dari dalam ruangan ujian dan berjalan hendak keluar sekolah.


"Yeee, salah sendiri nggak belajar" ucap Lolita menanggapi ucapan Amel.


"Alah, gaya Lo kek Lo belajar aja" tukas Amel tak terima.


"Gue emang belajar ya" Jawab Lolita.


"Sumpah soalnya susah banget, mana pengawas gue killer banget lagi" ucap Yolanda yang baru saja datang bersama dengan Sisi.


"Orang soal mudah juga di susah susahin" Timpal Sisi


"Nah iya, soal mudah" Lolita ikut menimpali


"Lolita songong banget Yol, menulikan telinga dia ngga mau bagi contekan" Tutur Amel, ramai sadar mereka sudah berada didepan parkiran sekolahnya.


"Alah, paling juga Lolita hitung kancing baju" Timpal Yolanda, mereka berempat menghentikan langkahnya sebelum akhirnya berpisah.


"Palingan itu juga lo Yo" saut Sisi


"Nah" Lolita membenarkan ucapan Sisi. "Ya udah gue duluan" ucap Lolita ketika melihat mobil Aldi kini berhenti tepat di depannya.


"Iya deh iya yang sudah seatap bahkan seranjang mah bebas pulang bareng" ledek Yolanda, Lolita hanya acuh tak acuh dengan ucapan Yolanda lalu Segera masuk ke dalam mobil, Aldi membunyikan klakson nya tanda ia pamit pulang duluan sebelum melajukan mobilnya meninggalkan SMA Gumilang.


*


Tak berselang lama dari Lolita dan Aldi, kini gantian Evan yang menghentikan motornya tepat di depan ketiga gadis itu.


"Gue duluan ya daaa" ucap Amel sambil tersenyum dan naik ke atas motor yang di kendarai Evan.


"Teman kita songong songong ya si" ucap Yolanda sambil menatap Amel yang dan Evan yang kini sudah melaju keluar gerbang.


"Ya kalau Lo mau sama Regan tuh" ucap Sisi sambil menunjuk Regan yang juga baru saja mengeluarkan motornya dari dalam parkiran.


"Ogah banget" jawab Yolanda sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan sisi yang masih berdiri mematung. Mata Sisi tidak sengaja menatap sosok Andra yang kini berjalan menghampirinya.


"Hai si" sapa Andra sambil tersenyum

__ADS_1


"Ada yang udah move on Iki kayaknya" ucap Sisi sambil menatap Andra yang juga menatapnya.


"Move dari siapa?" Tanya Andra. Sisi mengalihkan pandangannya menatap ke arah Salsa yang berjalan keluar gerbang sekolah.


"Move on dari Lolita ke dia" Ucap Sisi sambil menunjuk Salsa menggunakan lirikan matanya, Andra mengikuti arah pandang Sisi dan tiba tiba laki laki itu menjadi tertawa.


"Salah paham kali Lo" jawab Andra masih sambil tertawa, "ya udah pulang bareng kuy dari pada Lo ngga ada yang bonceng kayaknya juga temen Lo si Yolan udah di angkut sama Regan" Imbuh Andra, tangan laki laki itu bergerak menggenggam tangan Sisi hingga membuat Sisi mengalihkan tatapannya menjadi menatap tangan Andra yang menggenggam tangannya.


"Kenapa?" Tanya Andra yang mengikuti arah pandang Sisi


"Habis genggam sana genggam sini, enak banget Lo" Jawab Sisi sambil tersenyum lalu menarik tangan Andra menuju ke parkiran mobil Andra, Andra hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Ternyata Sisi engga sekaku yang orang orang kira.


*


Selama di perjalanan Lolita hanya diam, tumben gadis itu tidak membuka suara padahal biasanya sangat cerewet.


Aldi melirik ke arah Lolita sekilas lalu kembali fokus menatap ke jalanan. "kenapa?" Tanya Aldi kemudian


"Kenapa apanya?" Lolita balik bertanya sambil menatap ke arah Aldi.


"Kamu tumben banget diam, kenapa? Ada yang sedang kamu pikirin?" Tanya Aldi, mata laki laki itu masih tetap fokus dengan jalanan, tak melirik ke arah Lolita yang menatapnya.


"Mikirin... Emm emang aku terlihat lagi mikir ya?" Bukannya menjawab Lolita malah kembali bertanya membuat Aldi jadi gemas hingga memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti? Ini kan masih jauh" ucap Lolita sambil menatap jalanan yang masih jauh untuk sampai rumahnya.


"Kamu kenapa? Ada masalah?" Tanya Aldi sambil menatap ke arah Lolita.


"Sebenarnya" Lolita menjeda ucapannya, gadis itu menatap Aldi serius sambil menggigit bibir bawahnya hingga membuat Aldi semakin penasaran.


"Sebenarnya gue lagi mikir, ada toko roti terdekat ngga sih disini gue pengen kue coklat" ucap Lolita dengan nyengir yang berhasil membuat Aldi yang tadinya menatap Lolita serius kini menjadi menatap Lolita datar sedatar aspal. Ingin rasanya Aldi menghujat gadis di depannya itu namun ia urungkan karena tak mungkin ia menghujat istrinya sendiri dengan kata kata mutiaranya.


"Beliin kue coklat" Ucap Lolita kemudian.


"Mau kue coklat?" Tanya Aldi, dan Lolita mengangguk. "Ada syaratnya" jawab Aldi sambil tersenyum.


"Apa?" Tanya Lolita, Aldi semakin melebarkan senyumnya, laki laki itu kemudian menunjuk ke arah bibirnya.


"Apa?" Tanya Lolita yang tak paham dengan Aldi yang menunjuk ke arah bibirnya sendiri.


"Ga mau ya udah ga jadi beli kue coklat" ucap Aldi sambil memalingkan wajahnya dengan kesal hingga membuat Lolita terseyem, gadis itu kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Aldi dan ----------


Cup


Bibir Lolita mendarat tepat di bibir Aldi hingga membuat laki laki itu tersenyum penuh kemenangan sedangakan Lolita buru buru kembali duduk dan menutup wajahnya yang sudah merah seperti tomat busuk menggunakan telapak tangannya.


"Oke kita beli kue coklat sekarang" ucap Aldi lalu melajukan mobilnya menuju toko kue.


*


Mata Lolita berbinar melihat deretan kue coklat di dalam etalase, Lolita menelan salivanya sendiri membayangkan memakan kue coklat itu.

__ADS_1


"Mau yang mana?" Tanya Aldi yang melihat Lolita seperti ingin menyantap semua kue coklat itu.


"Ini" ucap Lolita sambil menunjuk kue dalam etalase dengan toping full coklat. Aldi pun mengangguk


"Bungkus ini mbak" ucap Aldi pada pelayan toko, pelayan itu pun mengangguk, mengeluarkan kue coklat itu dari dalam etalase dan memasukkannya ke dalam boks, telah mengikat boks itu menggunakan pita dan memasukkan bola kue itu ke dalam kantung plastik berwarna putih, pelayan itu menyerahkan kepada Aldi dan Aldi pun membayar kue itu.


Aldi memberikan Kantung itu kepada Lolita dan mereka pun kembali masuk ke dalam mobil.


*


Andra menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah Sisi. Sisi melepas selt betnya lalu menatap Andra


"Thanks, Lo mau mampir dulu?" Tanya Sisi sebelum ia turun


"Lain kali aja" jawab Andra sambil tersenyum, Sisi pun mengangguk membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil Andra.


Setelah mobil Andra menghilangkan dibalik pintu gerbang rumahnya Sisi kemudian masuk ke dalam rumahnya.


"Dianterin siapa?" Tanya Elena mama Sisi yang kini berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


"Eh mama" Sisi pun berjalan menghampiri mamanya dan menyalimi mamanya.


"Pacar kamu?" Tanya Elena.


"Bukan kok ma, itu cuma teman Sisi" Jawab Sisi yang melihat raut wajah tak suka dari mamanya.


"Kamu boleh berteman sama dia adalah ngga mempengaruhi nilai kamu" ucap Elena lalu berjalan terlebih dahulu meninggalkan Sisi yang diam mematung.


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


okeokeokeeee


__ADS_2