
"Maaf?" Tanya Yolanda Lirih sambil mengangkat sebelah Alisnya.
"Maaf kare gue telah merusak pertahan Lo, maaf karena tanpa sepengetahuan dan seizin Lo gue udah nyerang hati Lo" Tutur Regan, mendengar perkataan Regan raut kecewa seakan dan patah hati seakan muncul secara bersamaan.
"Setelah semua ini?" Tanya Yolanda, dan Regan pun mengangguk. "Setelah Lo memporak porandakan perasaan gue?" Tanah Yolanda Lagi, dan Regan pun mengangguk. "Dan Lo pinta maaf?" Tanya Yolanda lagi, dan Regan kembali mengangguk hingga membuat Yolanda begitu kesal dan tentunya marah. Ntah lah kenapa ia bisa marah.
"Oke cukup, jadi emang gue yang terlalu baperan dengan candaan receh Lo itu" Ucap Yolanda sambil tersenyum dipaksakan.
Yolanda mengambil tas slempangnya yang ia taruh di kursi sebelahnya dan memasangkan di tubuhnya dan hendak pergi namun tangannya di cekal oleh Regan yang ikut berdiri.
"Mau kemana?" Tanya Regan. "Pulang" Jawab Yolanda tanpa menatap Regan, gadis itu menyembunyikan matanya yang sudah berkaca kaca
"jangan" cegah Regan. "Kenapa?" Tanya Yolanda masih tetap tidak mau menatap Regan. "Karena gue belum selesai berbicara" ucap Regan. "Udah selesai dan gue udah maafin Lo" Jawab Yolanda sambil melepas cekalan tangan Regan, tetapi bukannya terlepas Regan malah semakin mengeratkan pegangannya. Yolanda memejamkan matanya.
"Belum, karena gue belum nembak Lo" Ucap Regan, Mendengar ucapan Regan seketika Yolanda membukanya matanya dan memutar tubuhnya untuk menatap ke arah Regan dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"Maksud Lo? Lo mau ngegimbakin gue lagi? mau main main dengan perasaan gue lagi?" Tanya Yolanda.
"Gue serius" Ucap Regan. "Meskipun gue orangnya humoris dan sering bercanda tapi gue juga bisa serius disaat saat seperti ini" Imbuh Regan. laki laki itu mengambil sebelah tangan Yolanda dan menggenggamnya dengan erat.
"Gue mau Lo jadi pacar gue" Ucap Regan lagi sambil menatap dalam dalam Yolanda.
"Pacar Lo?" Tanya Yolanda, dan Regan pun mengangguk.
"Gue ngga mau" Jawab Yolanda sambil memalingkan muka. Mendengar jawaban Yolanda wajah Regan yang tadinya berbunga kini berubah menjadi masam.
"Kenapa?" Tanya Regan Lesu. "Karena........." Ucap Yolanda menggantung. "Karena apa?" Tanya Regan yang penasaran akan jawaban Yolanda menolak dirinya.
"Karena gue suka sama Lo jadi gue ngga mau nolak" Jawab Yolanda sambil tersenyum dan kembali menatap Kearah Regan.
Wajah masam Regan seketika berbuah menjadi berbinar ketika mendengar jawaban Yolanda.
__ADS_1
"Serius?" Tanya Regan. "Dua Rius, gue ngga suka mempermainkan perasaan orang kek Lo" Jawab Yolanda sambil menatap Regan kesal. "Ya maaf kan emang sengaja bikin Lo baper" Tutur Evan
~••~
"Udah sampe?" Tanya Lolita ketika mobil yang dikemudikan oleh Aldi ini sudah berhenti. Aldi pun mengangguk kemudian turun dari dalam mobil dan berjalan menuju ke pintu mobil Lolita untuk membukakannya.
"Makasih" Ucap Lolita setelah turun dari dalam mobil. Lolita melihat ke sekeliling "Astaga cantik banget" ucap Lolita.
"Ayo kesitu" Ajak Aldi, Lolita pun mengangguk dan berjalan sambil bergandengan dengan Aldi.
"Cantik ya kalau lihat pemandangan kota Bandung dari atas" Ucap Lolita sambil mendudukkan dirinya diatas rumput rumput, Diikuti Aldi yang juga ikut duduk disebelah Lolita.
"Coba kamu lihat ke atas" Ucap Aldi sambil mendongak, Lolita pun ikut mendongak untuk melihat ke atas "Bintangnya cantik banget, terlihat lebih dekat ya kalau dilihat dari sini" Ucap Lolita sambil tersenyum melihat langit yang penuh dengan bintang bintang itu.
"Ini namanya bukit bintang" Ucap Aldi yang juga ikut menatap ke arah bintang bintang itu.
"Bukit bintang?" Tanya Lolita sambil menatap ke arah Aldi, Aldi pun mengiyakan dan juga ikut menatap ke arah Lolita. "Disini kamu bisa lihat bintang lebih dekat, dan juga kamu bisa melihat pemandangan kota Bandung dari atas" Ucap Aldi sambil menatap ke bawah, Lolita pun mengikuti arah pandang Aldi.
"Kamu suka?" Tanya Aldi, Lolita pun tersenyum dan mengangguk. Lolita pun menoleh ke arah Aldi, menatap wajah tampan suaminya itu dari samping dan disinari oleh cahaya yang Hanay remang remang membuat Aldi terlihat sangat tampan.
"Aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu terseyem, tidak akan membiarkan air mata jatuh dan membasahi pipi mulus,mu kecuali air mata kebahagiaan" Ucap Aldi sambil menatap ke arah Lolita, laki laki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Lolita, memegang tengkuk Lolita lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Lolita.
Aldi ******* bibir Lolita dengan lembut menyalurkan rasa cintanya, Aldi menekan tengkuk Lolita untuk memperdalam ciumannya, Lolita pun membuka mulutnya membiarkan Aldi menjelajahi isi mulutnya.
Aldi dan Lolita melepas ciumannya ketika mereka berdua kehabisan pasokan oksigen, mereka berdua pun saling menatap lalu kembali melanjutkan ciumannya.
Aldi membuka mulutnya, membiarkan Lolita juga menjelajahi isi mulutnya. Tidak ada nafsu yang membaut ciuman Merkea terasa panas, karena mereka berciuman untuk saling mencurahkan cinta bukan mencurahkan Hasrat.
Aldi pun melepas ciumannya dan menarik Lolita supaya berdasar pada tubuhnya, menatap indahnya pemandangan kota yang dihiasi dengan cahaya lampu.
"Teruslah seperti ini, menjadi tempat untukku bersandar, dan menjadikan tempat untuk ku menatap setelah sekian lama berlabuh tanpa tahu tempat dan tujuan" Ucap Lolita.
__ADS_1
"Aku akan selalu menjadi tempat kamu bersandar, dan sekali kamu menetap maka aku tidak akan membiarkan kamu pergi untuk mencari persinggahan lain" Jawab Aldi sambil mencium dahi Lolita lembut.
-
-
-
-
-
-
-
-
Author ini ngebut loh sayang, bentar lagi bakal konflik yang sesungguhnya jadi kalau yang pada ngga siap boleh pindah haluan, dan author ngga bakal skip konflik ini okeee
dan sebentar lagi bakal ending yang sesungguhnya bukan main prank.
pengennya sebelum puasa ini yah tamat biar ngga lupa sama Alurnya.
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
oke