My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 25


__ADS_3

Meskipun Dama sudah melarangnya untuk menjadikan Mutia sebagai sekretarisnya namun Khalif tak mengindahkan ucapannya.


Ia tetap menjadikan kekasihnya itu sebagai sekretarisnya.


Bukan hanya itu saja, Khalif bahkan membelikan sebuah apartemen mewah dan juga sebuah mobil mewah sebagai hadiah untuknya karena ia sudah membantunya mendapatkan Hawi Corporation.


"Sekarang rencana kita sudah berhasil, lalu kapan kau akan menikahi ku?" tanya Mutia


"Tentu saja secepatnya, sekarang aku hanya perlu mencari kesalahan Nina agar bisa menceraikannya," jawab Khalif


"Kalau kamu tidak bisa menemukan kesalahan Nina kenapa tidak membuatnya saja?" jawab Mutia


"Maksudnya?" tanya Khalif penasaran


"Kita bisa membuat bukti yang menyudutkan Nina, agar kau bisa menceraikannya?" jawab Mutia


"Kau benar sayang, kenapa aku tidak berpikir seperti itu, kamu memang cerdas," jawab Khalif


Malam itu Khalif sengaja memilih menghabiskan malam bersama Mutia di apartemen barunya untuk merayakan keberhasilannya menjadi CEO Hawi Corporation.


*Kediaman Wiraatmadja


Broto tampak menemui Mariyah dan melaporkan tentang perkembangan kasus kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawa Nina.


Wanita itu begitu terkejut saat mengetahui jika kejadian itu bukan kecelakaan namun upaya pembunuhan.


"Kira-kira siapa yang berusaha Nina??" ucap Mariyah begitu terkejut


"Yang jelas dia adalah orang yang tidak suka dengan keberadaannya keluarga Wiraatmadja," jawab Broto


"Apa kau bisa menebak siapa kira-kira orang itu?" tanya Mariyah


"Maaf Nyonya saya tidak ada kapasitas untuk menjawabnya karena bisa menimbulkan spekulasi yang menyudutkan diriku sendiri," jawab Broto


"Kau benar, mungkin orang-orang akan menuduhmu tapi aku tahu kau bukan pelakunya. Lalu bagaimana dengan Pemuda itu?" tanya Mariyah


"Saya sudah bertemu dengannya dan juga mengundangnya untuk datang malam ini," jawab Broto


"Baiklah aku akan menunggunya," jawab Mariyah


Malam itu setelah selesai makan malam, seorang pria tampan bertubuh kekar menemui Mariyah.


Dama yang penasaran pun menanyakan kepada Broto siapa pria itu.


"Dia adalah Panji pemuda yang menyelamatkan Nina," jawab Broto

__ADS_1


"Kenapa nenek mengundangnya?" tanya Dama lagi


"Ia hanya ingin berterima kasih secara langsung Kepadanya," jawab Broto


"Oh begitu rupanya. Aku dengar ada kabar terbaru tentang penyebab kecelakaan Nina?" telisik Dama


Broto kemudian memberitahu Dama tentang kejadian itu yang bukan merupakan kecelakaan namun sebagai upaya pembunuhan terhadap Nina.


"Sudah ku duga jika itu adalah upaya pembunuhan, dan aku tahu benar siapa pelakunya dan orang yang paling menginginkan kematian Nina," tukas Dama


"Katakan padaku siapa dia!" seru Mariyah


"Aku tidak bisa mengatakannya kepada Ibu sekarang karena aku tidak mau membuatmu masuk rumah sakit karena serangan jantung. Tapi yang jelas sekarang kita butuh seseorang untuk melindungi Nina karena aku yakin ia akan kembali berusaha membunuhnya setelah usahanya gagal," jawab Dama


"Kenapa kau tidak mau mengatakannya kepadaku siapa orang itu, apa karena kau membenciku, atau kau tak percaya padaku," tanya Mariyah


Dama kemudian menjelaskan jika ia belum ada bukti kuat untuk menuduh si pelaku meskipun ia yakin jika ialah pelakunya. Ia berjanji kepada Mariyah akan mengurus orang itu dan berusaha menyingkirkannya.


Ia juga akan mengatakan siapa orang itu jika ia sudah mengumpulkan semua bukti-buktinya.


"Baiklah kalau begitu," ucap Mariyah kembali menemui Panji


"Bagaimana jika kita mengangkat dia menjadi bodyguard Nina. Anggap aja itu sebagai ucapan terimakasih kita karena ia sudah menyelamatkan Nina," ucap Dama menghampiri Mariyah


"Benar juga, tapi apakah dia bersedia?" sahut Mariyah


Panji yang memang ingin menjadi bagian dari keluarga Wiraatmadja tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Ia langsung menerima tawaran itu dan menandatangani kontrak kerja malam itu juga.


"Mulai malam ini kau resmi menjadi bodyguard menantuku Nina. Tugas mu adalah menjaga dan melindunginya. Kau juga akan tinggal di sini karena kau akan menjaganya lebih dari 12 jam dan kau harus siap sedia kapanpun dan dimanapun saat ia memerlukan bantuan mu," tutur Dama


"Baik Nyonya,"


Setelah mengantar Panji ke paviliun khusus para pekerja di rumahnya, Dama kemudian mengajaknya untuk menemui Nina.


Ia kemudian memperkenalkan Panji kepada Nina.


"Dia adalah Panji bodyguard kamu yang akan bertugas menjaga dan melindungi kamu mulai sekarang," ucap Dama


"Oh begitu, perkenalkan saya Nina," ucap Nina kemudian mengulurkan tangannya dan menyalaminya


"Panji," jawabnya singkat


"Sekarang kau bisa mulai bekerja, dan tetaplah berjaga di sini. Kau harus memastikan dia aman sebelum meninggalkannya," ucap Dama kemudian meninggalkan mereka

__ADS_1


"Siap!" jawab Panji dengan suara lantang


Nina tampak risih saat Panji terus mengikutinya kemanapun ia pergi.


"Sepertinya aku aman di rumah ini, jadi sebaiknya kamu istirahat saja," ucap Nina kemudian masuk ke kamarnya.


"Baik Nyonya, tapi saya harus memastikan ruangan ini aman sebelum saya pergi," jawab Panji


"Hmm, lakukan saja pekerjaan mu," ucap Nina kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.


Namun Panji langsung menyuruhnya bangun dan memeriksa ranjangnya.


Setelah memastikan semuanya aman pria itu kemudian mempersilakannya untuk berbaring lagi.


"Kalau begitu saya pamit nyonya, hubungi saya jika anda butuh sesuatu," ucap Panji kemudian meninggalkan ruangan itu.


Karena Khalif tak kunjung pulang Nina pun tak bisa tidur. Wanita itu terus menunggunya di depan pintu hingga ia terlelap di sofa.


Pukul tiga pagi Khalif mengendap-endap masuk ke kamarnya.


Panji yang memilih berjaga diluar segera masuk dan menyelimutinya.


Pagi harinya Nina terkejut saat melihat Khalif tengah merapikan pakaiannya.


"Semalam kamu pulang jam berapa?" tanya Nina seketika membuat Khalif langsung menoleh kearahnya


"Kenapa, memangnya aku harus memberitahu mu aku pulang jam berapa?" jawab Khalif dengan nada kesal


"Bukan begitu, aku hanya ingin minta maaf karena ketiduran saat menunggumu pulang. Aku janji lain kali tidak akan ketiduran lagi," ucap Nina


"Aku pulang jam sebelas malam, maaf aku tidak membangunkan mu karena sepertinya kau kelelahan, makanya aku membiarkan mu tidur di sofa," jawab Khalif


"Oh begitu, btw terimakasih sudah memberiku selimut semalam, kau pasti kedinginan semalam. Apa kau demam?" tanya Nina kemudian menempelkan telapak tangannya di kening suaminya.


"Tidak papa, aku baik-baik saja. Aku tahu kau lebih membutuhkannya makanya aku memberikannya untuk mu, bukankan sebagai lelaki harusnya itu yang aku lakukan untuk mu?" jawab Khalif membuat Nina seketika berbunga-bunga.


Bagaimana tidak, ia merasa jika Khalif benar-benar menyayanginya hingga ia rela kedinginan demi dirinya.


Berbeda dengan Nina, Panji yang tahu jika Khalif pulang dini hari merasa kesal karena ia telah membohongi istrinya. Bukan hanya karena ia mengaku pulang lebih awal namun yang membuatnya kesal adalah karena ia mengaku jika dirinya yang menyelimutinya Nina.


Sebelum pergi kerja Khalif meminta Nina untuk melakukan perawatan karena ia akan mengajaknya untuk menghadiri acara perkenalan dengan para investor dan relasi bisnis Hawi Corporation.


Siang itu ditemani Mariyah Nina bersenang-senang menghabiskan waktunya di sebuah klinik kecantikan. Selesai melakukan berbagai treatment perawatan Nina kemudian mengajak Mariyah untuk menikmati kuliner makanan di dekat kampusnya.


"Meskipun kita makan di warung tenda, tapi rasanya seperti makan di hotel bintang lima," ucap Mariyah yang begitu menyukai makanan yang direkomendasikan oleh Nina

__ADS_1


Setelah selesai makan, Nina bahkan mengajak Mariyah untuk belanja aksesoris di pedagang kaki lima. Meskipun seorang konglomerat namun Mariyah tak gengsi untuk menemani menantunya berbelanja di pinggir jalan. Ia bahkan menikmati setiap momen kebersamaannya dengan Nina yang belum pernah ia rasakan sebelumnya bersama anak dan menantu lainnya.


__ADS_2