
Lolita, Sisi, Yolanda, dan juga Amel kini sedang berkumpul dikamar yang di tempati oleh Lolita. Keempat gadis itu terlihat duduk diatas tempat tidur Lolita dan Aldi sambil melihat lihat foto hasil dari kebun strawberry tadi sore. Tentu saja mereka melihat itu lewat ponsel milik Aldi karena laki laki itu belum sempet mengirim foto fotonya di group. Memang tidak ada privasi di antara Aldi dan Lolita, meskipun Handphone mereka terdapat password pun mereka saling memberi tahu untuk saling menjaga kepercayaan satu sama lain.
"Ini yang ini bagus banget, pas gue sama Regan, Amel sama Evan, Loli sama Aldi dan Sisi sama Fandra" Ucap Yolanda ketika melihat foto yang menampilkan pose ia dan Regan bergandengan tangan dan mengangkat tangannya ke udara sambil tertawa lepas, lalu Sisi dan Affandra yang saling menatap dalam, Amel yang saling berhadapan dengan Evan dengan Evan yang mencubit hidung Amel serta tertawa lepas dan juga Lolita yang di gendong oleh Aldi. Semuanya tertawa lepas kecuali Sisi dan Affandra yang saling menatap dalam.
"Apa Lo sama Regan? ngga salah denger Lo ngaku sama Regan" Ucap Amel dengan nada bicara mengejek. Yolanda yang mendengar perkataan Amel seketika bungkam, ia mengingat kejadian di kebun saat Regan menggombalinya habis habisan dan berhasil membuat jantungnya seakan lompat lompat dan kupu kupu yang berterbangan di perutnya.
Yolanda kemudian menggelengkan kepalanya membuat Sisi yang melihatnya jadi menegurnya "Kenapa Lo geleng geleng kepala? Pusing minta di jedotin?" Tanya Sisi.
"Lagi ngehalu sama Regan main kejar kejaran hahahaha" ucap Lolita ikut menimpali.
"Tapi Sisi sama Affandra kelihatan serasi ya? cocok" Ucap Amel tiba tiba hingga membuat atensi mereka beralih kerah handphone yang yang sekarang di pegang oleh Amel itu.
"Cocok pala Lo cocok" Jawab Sisi ketus. "Eh iya udah kaya foto prewedding njayyyy" Ucap Lolita.
Sisi kemudian merebut ponsel Aksinya ga dan di tangan Amel, dan mencermati setiap foto bersama Yanga dan dirinya dan juga Affandra. Gadis itu hanya menatap datar foto itu tidak menampilkan senyum tipis ataupun senyum lebar.
Tiba tiba Aldi masuk ke dalam kamar dan mengalihkan atesi keempat gadis itu, Aldi pun berjalan menghampiri Lolita dan ketiga temannya.
"Kenapa?" tanya Lolita ketika Aldi Aldi malah merebahkan dirinya dengan paha Lolita sebagi bantalan.
"A***** mentang mentang udah halal bisa semena mena di kamar ngga lihat keadaan lagi ada orang juga" Ucap Yolanda yang melihat Aldi. "Bodo amat, kan gue ngga jomblo, udah halal lagi" Jawab Aldi dengan nada mengejek ke arah Yolanda. "Iya deh yang udah nikah mah halallllllll" ucap Amel ikut menimpali.
"Yuk kita keluar, jangan ganggu pasutri yang sepertinya mau ena ena" Ucap Sisi mengajak kedua temannya itu untuk keluar dari kamar pasutri super gila itu. Yolanda pun mengangguk lalu Mereka keluar bersama dari dalam kamar Lolita dan Aldi.
"Jangan lupa tutup pintunya" ucap Aldi saat ketiga teman Lolita itu sampai di depan pintu. "Hmm" Sisi Hanay berdehem untuk menanggapi ucapan Aldi.
"Hape aku mana?" Tanya Aldi sambil menatap Lolita yang juga menatap Aldi penuh cinta itu. Lolita meraih hape Aldi yang tergelar di atas kasur dan menyerahkan kepada laki laki itu. Aldi pun menerimanya.
"Tolong coklat hangat" ucap Aldi, Lolita pun mengangguk mengangkat kepala Aldi dan memindahkannya diatas kasur lalu ia beranjak untuk ke dapur membuatkan Aldi coklat hangat.
Saat tubuh Lolita sudah menghilang dari balik pintu ponsel Aldi berbunyi, menandakan ada sebuah pesan masuk. Aldi pun membuka aplikasi WhatsApp nya, terdapat satu pesan masuk dari Salsa. Aldi pun membuka dan membaca pesan dari sahabatnya itu
__ADS_1
Salsa
Aldi tolong aku please 🙏
Aldi hanya membaca pesan itu tanpa berniat untuk membalasnya, ia ingat akan jebakan yang ia buat dengan kakaknya sehingga membuat ia dan Lolita hampir saja berpisah.
tak lama Lolita kembali dengan membawa secangkir coklat panas dan juga buah strawberry yang sempat ia petik tadi sore.
Aldi merubah posisinya menjadi duduk dan mengambil alih cangkir yang berisi coklat panas itu dari tangan Lolita dan membawanya menuju balkon kamarnya yang terdapat dua sofa malas dengan meja di tengah tengahnya.
Lolita pun mengikuti Aldi dengan menwa wadah yang berisi strawberry itu. gadis itu meletakkan strawberry biru diatas meja dan ikut mendudukkan dirinya di sofa malas sambil menikmati buah strawberry dan melihat pemandangan pantai di malam hari begitu pula dengan Aldi yang menyeduh coklat hangatnya itu.
Sedangkan di tempat lain kini seorang gadis lebih tepatnya wanita sedang duduk di atas ranjangnya untuk menunggu balasan pesan dari seseorang, wanita itu tak lain dan tak bukan ialah Salsa.
"Kenapa Aldi ngga bales ya?" Gimana Salsa sambil melihat chatnga yang ternyata sudah di read tapi ngga dibalas itu.
"Gue ngga mau seperti ini terus, dan satu satunya yang bisa gue minta tolongin adalah Aldi" Gumam Salsa lagi.
~••••~
Salsa turun dari taxi yang ia tumpangi di depan gerbang rumah Aldi setelah membayar tagihannya.
Salsa nampak ragu untuk memencet bel gerbang rumah Aldi, namun belum sempat ia memencet bel gerbang rumah Aldi sudah terbuka dengan otomatis, itu karena ada kamera yang terdapat di pojok kanan atas sehingga mempermudah pak satpam untuk melihat tamu yang datang, apalagi pak satpam sudah kenal dengan Salsa.
"Non Salsa silahkan masuk non" ucap Pak Satpam mempersilhkan. Salsa pun akhirnya mengangguk dan berjalan masuk, sesampainya di depan pintu rumah Aldi gadis itu memencet bel.
pintu pun terbuka, terlihat Wilna yang membukakan pintu dengan menggendong si kecil Aldo yang mengedot.
"Salsa" Ucap Wilna sambil tersenyum. "Iya bunda" Jawab Salsa sambil tersenyum canggung lalu meraih tangan Wilna untuk ia cium.
"Ayo masuk, sudah lama kamu tidak main ke sini" ucap Wilna mempersilahkan gadis itu untuk masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
"Ah ngga udah bund, bisa tolong panggilkan Aldi saja? Salsa ada kepentingan sama Aldi" ucap Salsa menolak halus ajakan Wilna untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Sayang sekali, Aldi sedang liburan bersama teman temannya di Bandung, bunda juga ngga tahu kapan pulangnya karena anak itu ngga bilang sampai kapan" Ucap Wilna dengan memasang wajah yang bersalah. Seketika Salsa langsung memasang muka kecewa, tapi buru buru gadis itu memasang muka terseyem. "Oh ya udah bud, nanti biar Salsa balik kalau Aldi udah pulang dari Bandung, ya udah salsa Balik dulu ya bund" Pamit salsa sambil mencium tangan Wilna lalu pergi meninggalkan rumah Aldi.
-
-
-
-
-
-
-
-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
oke
__ADS_1