My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 40


__ADS_3

Siang itu Mariyah sengaja mengajak Nina untuk bertemu dengan para pemegang saham di sebuah hotel bintang lima.


Dama tampak begitu kesal saat mengetahui dirinya tidak diajak dalam pertemuan itu. Namun meskipun tak diundang Dama tetap hadir dalam acara tersebut.


"Ah syukurlah kau datang, padahal aku baru akan menghubungi mu tapi sepertinya ikatan batin kita terlalu kuat hingga kau tetap datang meski aku lupa mengundang mu," ucap Mariyah menyambut kedatangan menantunya itu


Dama tampak tersenyum sinis menanggapi ucapan ibu mertuanya itu. Ia tahu benar jika Mariyah memang sengaja melakukan itu karena ia memang tak menyukainya.


Ia kemudian memilih duduk di dekat Nina.


"Siang Ibu," sapa Nina dengan senyum khasnya


"Siang," jawab Dama acuh


Mariyah pun membuka acara itu dengan jamuan makan siang. Semuanya tampak terkesiap dengan kehadiran Khalif yang datang bersama dengan Mutia.


Tampak semua orang memandang kearah Nina saat Khalif memilih datang ke acara tersebut bersama sekretarisnya Mutia.


Melihat semua orang menggunjingkan suaminya Nina pun segera berdiri dan menyambut kedatangan suaminya.


Nina langsung mengandeng Khalif dan mengajaknya duduk di sampingnya.


"Sepertinya suami saya begitu sibuk sampai telat datang ke sini," ucap Nina memberikan klarifikasi


Saat acara makan Nina terlihat mengambilkan makanan untuk Khalif.


Seperti biasa Nina mencoba memperlihatkan kemesraannya di depan para pemegang saham mayoritas.


Ia bahkan sengaja makan di piring yang sama dan sesekali menyuapi suaminya hingga Mutia merasa kesal melihatnya.


Selesai acara makan siang, Mariyah kemudian memperkenalkan Nina sebagai Komisaris Independen yang baru kepada para pemegang saham. Saat itu juga Mariyah memintanya untuk memberikan pidato singkat tentang visi dan misi Nina sebagai komisaris Independen yang baru.


Nina kemudian segera berdiri untuk memberikan pidato singkatnya. Meskipun tanpa persiapan namun Nina berhasil meyakinkan para pemegang saham untuk tidak khawatir dengan penurunan harga saham perusahaan.

__ADS_1


"Aku yakin semua ada pasang surutnya, jika kabar kematian saya membuat harga saham perusahaan menurun, semoga dengan kembalinya saya ke Jakarta akan membuat harga saham kembali naik," ujar Nina kemudian mengakhiri pidatonya


Selesai acara makan siang Nina terlihat berbincang-bincang dengan para pemegang saham mayoritas.


Sementara itu Khalif memilih pergi meninggalkan tempat itu bersama Mutia.


Namun Al begitu terkejut saat seorang asisten pribadinya memberi tahu dirinya jika ada beberapa orang investor yang menunggunya.


Khalif segera menemui para investor yang sudah menunggunya.


Khalif menyapa mereka dengan senyuman manis namun mereka langsung membalasnya dengan surat pembatalan perjanjian kerjasama. Mereka menyampaikan rasa khawatirnya saat melihat penurunan harga saham perusahaan yang begitu drastis.


Bukan hanya itu mereka juga ingin menarik investasi mereka karena tak yakin dengan kinerjanya sebagai seorang CEO.


Menurut mereka selama Khalif menjabat sebagai CEO harga saham terus turun. Namun tak ada satupun kebijakan yang dibuat oleh Khalif untuk memancing kenaikan harga saham.


Khalif dan Mutia berusaha membujuk mereka agar tidak menarik investasi mereka namun tetap saja mereka gagal menghandle mereka.


Namun sayangnya Mariyah melarang Broto untuk membantu Khalif dan justru meminta Nina untuk membantunya menangani mereka.


"Ini adalah tugas pertama mu sebagai seorang komisaris independen, jika kau berhasil meyakinkan mereka untuk tetap berinvestasi di sini," ucap Mariyah


Nina pun segera menuju ke ruang kerja Khalif dan menemui para investor itu.


Saat melihat para investor tampak tegang Nina sengaja menanyakan minuman kesukaan para investor. Setelah itu ia meminta izin untuk membuat minuman untuk mereka.


Tidak lama Nina kembali dengan membawa minuman dingin sesuai request para investor.


"Silakan diminum dulu minumannya sebelum saya lanjutkan pembicaraan kita," ucap Nina


Semua investor langsung meminum minuman yang di buatkan oleh Nina. Mereka tampak begitu senang setelah menikmatinya hingga habis.


"Bagaimana rasanya?" tanya Nina sumringah

__ADS_1


"Segar sekali, benar-benar seperti sedang minum di sebuah restoran mewah," jawab salah seorang dari mereka


"Alhamdulillah kalau bapak suka dengan minumannya. Minuman itu seperti menggambarkan kondisi perusahaan kita sekarang. Mungkin anda tampak ragu-ragu saat hendak meminumnya apalagi saat tahu saya yang membuatnya. Aku yakin anda semua berekspektasi jika minuman itu pasti rasanya tidak sesuai dengan minuman yang biasa anda nikmati di restoran langganan anda. Hingga membuat anda terlihat enggan mencobanya, tapi karena anda menghormati saya maka anda mencobanya. Dan diluar dugaan rasanya hampir sama seperti minuman favorit anda yang dibuat oleh para chef ternama. Karena perusahaan kami sedang mengalami transisi apalagi dengan Ceo yang baru diangkat jadi wajar jika harga saham masih terus menurun. Bukannya karena suami saya tidak bisa bekerja dengan benar tapi karena masih belajar. Jadi saya mohon kepada bapak sekalian untuk memberikan kepercayaan kepadanya, karena kita tidak tahu kemampuan seseorang kalau kita tak memberinya kesempatan," tutur Nina


Sekilas para investor mengangguk-anggukan kepalanya membenarkan ucapan Nina.


"Baiklah kalau begitu kami akan memberinya kesempatan selama tiga bulan kepada kalian," jawab salah seorang investor


"Terimakasih atas kepercayaan anda, saya sebagai komisaris independen akan berusaha menjamin investasi yang anda tanam di perusahaan kami aman dan insya Allah akan mendapatkan keuntungan sesuai perjanjian kita," ucap Nina


...🍀🍀🍀...


Keberhasilan Nina menghandle para investor lagi-lagi membuat Mariyah bangga kepadanya. Tentu saja hal itu semakin membuat wanita tua itu menyayangi Nina hingga membuat Dama semakin iri di buatnya.


Bukan hanya semakin perhatian dengan Nina, Mariyah bahkan berencana memberikan sahamnya kepada Nina, tentu saja hal itu membuatnya semakin iri dengan menantunya itu.


Pagi itu Dama sengaja menemui Mariyah untuk membahas wacana pemberian saham Mariyah kepada Nina.


Ia sengaja membawakan makanan kesukaan sang mertua. Namun sayangnya Mariyah menolak bertemu dengannya.


Tepat di hari yang sama Nina menemuinya hanya berselang beberapa menit setelah kepergian Dama.


Dama semakin membenci Nina manakala Mariyah menyambut kedatangannya dengan suka cita. Ia bahkan mencicipi semua makanan yang dibuat oleh Nina.


"Kenapa ibu tak pernah sedikitpun menyayangiku, padahal selama ini aku sudah berusaha menjadi menantu yang baik untukmu. Tapi tak satupun perbuatan ku yang membuat mu bangga memiliki menantu seperti diriku," ujar Dama begitu sakit melihat kedekatan Nina dengan Mariyah.


Siang harinya Khalif datang menemui Mariyah. Ia tahu jika sang nenek mulai menjaga jarak dengannya setelah tahu hubungannya dengan Mutia.


Kedatangan Khalif menemui Mariyah adalah untuk menjelaskan alasannya kenapa ia mengkhianati Nina.


"Dari awal aku tidak mau menjadi CEO, apalagi menikahi Nina. Tapi ibuku selalu memaksaku untuk menikahi Nina agar aku bisa menjadi CEO Hawi Corporation. Selain aku tidak mencintainya dari awal aku juga sudah mencintai wanita lain saat itu. Dan wanita itu adalah Mutia. Hanya Mutia satu-satunya wanita yang aku cintai nek. Dan aku tidak mau menjadi seperti ayahku yang mengkhianati ibuku dengan menikahi wanita simpanannya. Maka dari itu izinkan aku menceraikan Nina dan menikahi Mutia nek," ujar Khalif bersimpuh di hadapannya


Mariyah tampak berlinang air mata mendengar pengakuan cucunya itu.

__ADS_1


__ADS_2