
"Aish, aku kira isinya barang-barang berharga, tapi ternyata cuma sampah," ucap Naira
Saat ia hendak menaruh kembali box hadiah itu ke tempat sampah ia menemukan sebuah flashdisk yang tertinggal di box tersebut.
"Sepertinya dia lupa jika barang berharganya ikut terbuang bersama sampah,". Naira kemudian berniat untuk memberikan flashdisk itu kepada Panji.
Namun saat ia hendak mengetuk pintu apartemen Panji, suara ponselnya berdering.
Seorang pria mengabarinya jika ia sudah menunggunya di lobby. Katena terburu-buru ia pun memilih pergi dan mengembalikan flashdisk itu nanti.
Naira bergegas menuju ke kantor polisi bersama dengan pengacaranya. Ia benar-benar puas saat mengetahui Mutia di tahan.
Ia sengaja menjenguk gadis itu agar bisa melihat bagaimana keadaan Mutia di dalam sel tahanan.
"Oh kasian sekali, kau pasti syok ya karena harus tinggal di hotel prodeo??" goda Naira
"Aku tidak menyangka jika kau akan tega melakukan hal ini kepada Al. Padahal ia sangat mencintaimu. Apa kau sengaja melakukannya untuk mendapatkan kekayaannya," ucap Naira
"Jangan bicara macam-macam dan enyahlah dari hadapan ku!" jawab Mugka
__ADS_1
Ia segera pergi meninggalkan Niara di tuang besuk. Ia tak peduli dan tetap melangkah pergi meski Naira memanggil-manggilnya.
"Setelah ini, apa yang ingin Anda lakukan nona?"
"Aku ingin menjenguk Al, tapi sepertinya nenek sihir itu akan tetap melarangku?" ujarnya lirih
"kalau kita sebaiknya anda balas saja dan beristirahat, kita bisa mencobanya besok lagi,"
"Baiklah kalau begitu," Naira kemudian mengikuti lelaki itu meninggalkan lapas.
Pria itu kemudian mengantarnya pulang.
"Kalau ada sesuatu segera hubungi aku," ucap pria itu setibanya di apartemen Naira
Ia langsung membaringkan tubuhnya sesampainya di rumahnya.
"Awww, apa sih ini!" seru Naira saat sebuah flashdisk jatuh di ranjangnya.
Naira tersenyum saat mengetahui flashdisk itu milik Panji. Ia kemudian mengambil laptop dan menghubungkan flashdisk itu ke laptopnya.
__ADS_1
Naira berharap bisa menemukan sesuatu yang berharga dari benda itu.
Benar saja, ia tampak begitu bahagia saat melihat flashdisk itu berisi tentang dosa-dosa Dama.
"Sepertinya Tuhan sedang berpihak kepadaku, baru saja aku ingin memberikan pelajaran kepada nenek sihir itu dan aku mendapatkan sesuatu yang bisa membuat wanita tua itu menyesal telah menjauhkan aku dari putranya," Naira kemudian melepaskan flashdisk itu
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi besok pagi," ucap Naira.
Keesokan harinya Naira mendatangi kantor polisi dan menyerahkan flashdisk miliknya kepada pihak kepolisian.
Dua orang polisi segera menjemput Dama di kediamannya. Wanita itu akan di tahan dengan tuduhan penggelapan uang perusahaan.
Dama berusaha mengelak tuduhan itu dan menghubungi pengacaranya untuk segera membebaskannya ke kantor polisi.
Wanita yang selama ini tak pernah tersentuh oleh hukum, benar-benar shock dan tidak mengira ia akan menginap di hotel prodeo tersebut.
"Kali ini aku yakin Ibu tidak bisa mengelak lagi, aku harus mengabadikan momen langka ini," Naira kemudian menuju kekantor polisi untuk melihat Dama telah ditahan oleh pihak kepolisian.
Tapi sayangnya Nayla harus kecewa saat melihat Dama tidak ditahan di penjara wanita itu hanya judul film tamu sambil menonton televisi.
__ADS_1
"Sial dia benar-benar kebal hukum. kalau begini Bagaimana aku bisa memberi pelajaran kepada nenek sihir itu," tegas Naira
.