My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 82


__ADS_3

Suasana canggung kembali menghinggapi pasangan suami istri itu.


Bagaimana tidak, meskipun mereka adalah pasangan suami istri tapi mereka memang belum pernah merasakan keadaan seperti itu. Berada dalam kamar mandi berdua apalagi Nina yang belum pernah menyentuh suaminya.


"Jangan di situ terus dong, pindah ke sebelahnya," ucap Khalif mencoba memecah ketegangan diantara keduanya.


"Dimana, di sini, atau di sini?" tanya Nina sambil menunjukkan Posisi tangannya


Khalif mengangguk dan meminta Nina untuk melanjutkan menggosok punggungnya.


Selesai membersihkan punggung suaminya Nina kemudian membersihkan rambut pria itu. Khalif tampak terbaring di bathub nya dan membiarkan Nina membasahi rambutnya.


Pijatan lembut Nina membuat pria itu merasa nyaman hingga sempat terlelap sesaat menikmati pijatannya.


Namun cipratan air membuat pria itu langsung terbangun dan memarahi Nina.


"Ish, sengaja banget ya nyiram gue!" cibirnya dengan wajah kesal


"Maaf aku gak sengaja," ucap Nina


"Masa iya gak sengaja, gak percaya!" sahut Khalif segera bangun dan mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya.


Namun karena ia terburu-buru hampir saja ia jatuh karena terpeleset. Beruntung Nina segera menariknya hingga ia keduanya jatuh dengan posisi saling berpelukan.


Nina tampak mengusap kepalanya yang terbentur dinding kamar mandi, sedangkan Khalif segera bangun saat mengetahui dirinya menimpa tubuh Nina yang kecil


"Sorry," ucapnya kemudian berlalu pergi

__ADS_1


Sementara itu Nina berusaha bangun dan kemudian melangkah pergi dengan mengusap-usap bok*ngnya yang terasa nyeri.


Khalif tampak mengintip wanita itu dari balik pintu lemari. Ia sengaja bersembunyi dibalik pintu lemari agar Nina tak melihat ekspresi wajah merahnya saat ia menimpa Nina.


Nina segera kembali ke kamarnya.


Ia buru-buru menuju ke kamar mandi setelah mendapatkan telepon dari Panji.


Selesai membersihkan tubuhnya, Nina segera berganti pakaian dan bergegas pergi.


Khalif yang melihatnya langsung menahannya dan memintanya untuk sarapan pagi bersama sebelum pergi ke kantor.


Karena buru-buru Nina pun segera menuangkan nasi dan lauk pauk ke piring Khalif dan memberikan kepadanya.


"Tangan ku masih susah untuk di gerakkan jadi kau bisa kan menyuapi aku?" ucap Khalif seketika membuat Nina langsung menyemburkan minuman di mulutnya.


"Sorry," ucap Nina langsung membersihkan semburan airnya.


"Bukan begitu, aku hanya kaget aja. Gak nyangka aja kalau kamu bakal minta di suapi sama aku, lagipula kan bisanya sarapan pagi aja gak mau bareng, jadi aneh kan saat mendengar kamu minta di suapi," jawab Nina seketika membuat muka Khalif berubah masam


"Memangnya gak boleh ya kalau aku minta di suapi kamu, apa jangan-jangan kamu memang gak mau nyuapin aku!" sahut Khalif


"Tentu saja boleh," jawab Nina kemudian segera berpindah posisi duduk di sebelah Khalif


Khalif tersenyum senang saat melihat Nina duduk di sampingnya. Namun ia kembali memasang wajah jutek saat Nina mulai menyodorkan sesendok nasi kearahnya.


"Gede banget suapannya, kayanya gak ikhlas banget deh kamu nyuapin aku," gerutu Khalif

__ADS_1


"Maaf aku gak tahu takaran mulut kamu. Kalau aku sih biasa makan segini jadi ya aku kasih kamu segini juga. Tapi kalau menurut kamu kebanyakan yaudah biar aku kurangi," Nina kemudian memasukkan nasi yang ada di sendok itu kedalam mulutnya dan mengisi sendok itu dengan nasi baru dan mengarahkannya ke mulut Khalif.


"Ish, masa aku harus makan pakai sendok bekasmu!" cibir Khalif lagi sambil mencebikan bibirnya


"Ish bawel banget sih, kalau gak mau ya udah makan sendiri sana. Bikin kesel aja pagi-pagi!" seru Nina dengan wajah yang tak kalah kesal


Saat ia akan memasukkan sendok itu ke mulutnya, Khalif segera mencaploknya lebih dulu membuat Nina merasa aneh melihatnya.


"Kok dimakan, katanya gak mau makan pakai bekas aku!" sindir Nina


"Yaudah terpaksa, lagian kamu gak penyakitan kan jadi gak papa," jawab Khalif


"Kata siapa aku gak penyakitan, kamu gak tahu aja kalau gue ini penderita HIV!" ujar Nina membuat Khalif langsung menyemburkan makanannya


"HIV??"


"Ya HIV, Himpunan istri-istri vembalap," jawab Nina seketika membuat Khalif tertawa terbahak-bahak


"Astaga Nina, kirain kamu beneran kena HIV, gak tahunya cuma istri pembalap,"


Khalif kemudian menyuruh Nina untuk kembali menyuapinya, hingga nasi dalam piringnya habis.


Selesai sarapan Khalif mengajak Nina untuk berangkat kerja bersama. Meskipun Nina awalnya keberatan namun Khalif langsung menariknya naik keatas motor sportnya.


"Naik ini, apa gak salah??" tanya Nina terlihat mengernyitkan keningnya saat melihat Khalif mengajaknya naik motor ke kantor


"Iya memangnya kenapa, kamu keberatan?" tanya Khalif

__ADS_1


"Gak sih hanya saja aku khawatir kamu gak kuat saja," jawab Nina


"Kata siapa aku gak kuat mengendarai sepeda motor ini, jangankan sepeda motor bahkan menggendong kamu sampai kantor pun aku kuat," bisik Khalif


__ADS_2