My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 79


__ADS_3

"Siapa yang sudah berani mengungkapkan bukti-bukti ini kepada polisi!" seru Dama dengan wajah memerah


Wanita itu tampak begitu geram saat polisi menggelandangnya ke lembaga pemasyarakatan.


"Dari laporan polisi, tercatat Nona Naira yang memberikan flashdisk itu kepada pihak polisi,"


Dama tampak mengepalkan tangannya saat mendengar nama itu.


"Bagaimana bisa bocah sialan itu mendapatkan semua ini," ucapnya dengan nada penasaran


"Kalau tidak salah, hanya Mutia yang dulu mengetahui tentang penggelapan uang yang anda lakukan itu," bisik Hilman pengacara Dama


Dama menyeringai kecil, ia masih ingat bagaimana ia memperlihatkan Mutia saat berusaha mengungkapkan penggelapan yang dilakukannya.


"Benar, tapi setahuku mereka bukanlah teman jadi bagaimana mungkin Mutia akan memberikan benda berharga itu kepada Naira," ujar Dama


"Semuanya bisa saja Nyoya, apalagi saat ini Mutia sedang terjepit di penjara. Tentu saja ia akan melakukan apapun demi bisa keluar dari tempat ini," jawab Hilman


"Kau benar, sekarang aku mau kau menyelidiki kasus ini dan jangan biarkan orang yang sudah mempermalukan aku tidur nyenyak malam ini. Aku ingin membuatnya menangis darah karena sudah berani mengusik seorang Dama Wiraatmadja," tukas. Dama


"Baik nyonya,"

__ADS_1


Dama kemudian segera mengambil tas kecilnya dan bergegas keluar dari lapas.


Naira segera bersembunyi saat melihat Dama keluar dari lapas.


"Bagaimana bisa penyihir itu langsung keluar, bukankah jumlah uang yang dicurinya dari perusahaan sangat besar, lalu kenapa polisi justru mengeluarkannya," Naira terlihat begitu gemas melihat ketimpangan sosial yang ada di depannya.


Ia tak mengira jika Dama bisa melenggang bebas setelah melakukan kejahatan besar.


"Sepertinya, dia memang seorang penyihir sungguhan sampai ia bisa menghipnotis aparat kepolisian hingga melepaskannya secara cuma-cuma," Naira yang kecewa hanya bisa menggerutu


Seorang anak buah Dama James melihat keberadaan Naira di kantor polisi.


Ia kemudian melaporkan kepada atasannya tentang keberadaan Naira di kantor polisi.


"Sepertinya dugaanmu benar Hilman," pungkas Dama


"Maksud anda??" Hilman tampak tak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Bosnya itu


"Naira, sepertinya gadis sun*l itu lah yang berusaha memenjarakan aku. Sekarang ia bahkan sengaja memata-matai ku hari ini," Dama menghentikan langkahnya dan menatap ke depan dimana Naira yang berlari meninggalkan halaman kantor polisi.


"Apa kau melihatnya tadi?" tanya Hilman

__ADS_1


Dama menunjuk seorang gadis yang berjalan menunduk.


"Jadi itu Naira?" tanya Hilman


"Benar, dia adalah Naira putri dari pengusaha real estate terbesar di Jakarta," terang Dama


"Pantas saja ia begitu berani mengusik anda Nyoya," ucap Hilman


"Sebaiknya kau harus berhati-hati dengannya, jangan sampai kau mendekati gadis itu apapun yang terjadi. Aku yakin ada tujuan tersembunyi


yang ingin di capai gadis itu. Aku yakin ia pasti sedang mencari cara lain untuk memenjarakan aku," tukas Dama


"Apapun yang dilakukan oleh Naira, aku tidak peduli kecuali dia sudah mengusikku," imbuhnya


Ia kemudian meninggalkan lapas. Sementara itu di tempat berbeda, melalui pengacaranya Mutia sengaja mengirimkan pesan kepada Nina.


Wanita itu meminta bantuan kepada ayah Nina untuk mengeluarkannya dari penjara.


Ia tahu jika sebenarnya ia tak berhak meminta bantuan kepada ayah Nina setelah apa yang ia lakukan kepada putrinya Nina.


Namun tidak ada cara lain uny membebaskan diri selain meminta dado untuk mengeluarkannya dari lapas.

__ADS_1


"Aku berjanji akan menjadi orang baik dan selalu membantu Nina saat ia kesusahan setelah ini. Jadi tolong bantu aku keluar dari sini om,"


__ADS_2