
Ruang keluarga yang dulunya tertata rapi kini sudah tidak berbentuk seperti rumah mewah seorang konglomerat akibat sampah plastik yang berceceran, siapa lagi pelakunya jika bukan manusia manusia dari planet Neptunus, mereka tak lain dan tak bukan adalah Lolita dkk dan Aldi dkk.
yups mereka kini sedang berkumpul dirumahnya Evan.
"Lolita nanti ikut kan?" tanya Amel yang duduk di lantai sambil memakan camilannya dan bersandar dengan nyaman di dada Evan sambil menonton Film yang sedang mereka tonton bareng.
"Kemana?" tanya Lolita merebahkan dirinya dengan paha Aldi sebagai bantalan, mereka semua hanya duduk beralaskan karpet bulu di rumah Evan.
"Bandung" Jawab Amel sambil melirik sekilas ke arah Lolita lalu kembali fokus dengan Film yang kini sedang di tonton sambil menyuapkan camilan ke dalam mulut Evan.
"pasti lah" jawab Lolita sambil merubah posisinya menjadi duduk.
"Kalian pada mau liburan ke Bandung? terus kalian ngga ngajak gue? wah bener bener kalian teman laknat" ucap Yolanda sambil menatap Lolita dan Juga Amel secara bergantian.
"Lupa belum sempat ngasih tahu Lo" jawab Amel sambil merubah Posisinya menjadi duduk tegak
"Tenang aja baby kamu ikut kok nanti" Saut Regan yang duduk di antara Sisi dan juga Yolanda, Tanagn Regan pun bergerak merangkul pundak Yolanda.
"Baby Your head" ucap Yolanda sambil melotot kan matanya menatap Regan.
"Jadi Yolanda doang ini yang diajak gue nggak?" ucap Sisi dengan nada bicara dan wajah yang datar.
"Tentu saja kamu juga ikut dong si" jawab Regan sambil merangkul leher Sisi dengan tangan kirinya. yang malah mendapat doorprize pelototan dari Sisi sehingga membuat Regan melepas rangkulan sambil nyengir kuda.
"Lepasin tangan Lo dari leher gue!" ucap Yolanda geram. "Kenapa sih Beb, lo malau sama Aldi? sama Lolita? Sisi? Amel? ya udah di santuy" Jawab Regan sambil tersenyum.
Yolanda geram bukan main, tangan gadis itu bergerak untuk menarik rambut Regan hingga membuat laki laki itu meringis kesakitan "Lepasin sakit Yol" Teriak Regan, Yoalnda tak Kunjung melepaskan jambakannya "Lo singkirkan lengan Lo dari leher gue" tutur Yolanda.
"Iya iya, tapi lepasin dulu ini" ucap Regan, Yolanda pun melepas Jambakannya dan Regan mengalihkan lengannya dari leher Yolanda "Cantik cantik galak dasar nenek lampir" gumam Regan, Yolanda yang mendengar itu pun memelototkan matanya.
"Lo berdua ini berantem terus ga punya cita cita buat jadian sekalian biar bisa berantem di ranjang, kan enak tuh" ucap Lolita sambil tersenyum menatap ke arah Yolanda.
"wah parah mulutnya ga bisa di jaga, mana maj gue sama dakocan model nenek sihir" Jawab Regan.
"Emang Lo pikir gue mau sama curut kaya Lo?" Saut Yolanda sambil melotot dan meletakkan kedua tangan di pinggang.
"udah dari pada Lo berdua ribut mulu mending jadian aja sekarang" Tutur Evan uang mendapat dukungan dari teman temannya.
"Ogah, lagian gue itu mau nemenin Sisi, biar Sisi tuh ga jomblo sendirian, kan kasihan kalau semua pada punya pasangan nanti Sisi gaada pasangan" Jawab Yolanda sambil menurunkan tangannya.
"Alah, itu mah alibi Lo aja karena Regan ngga nembak Lo iya kan" imbuh Amel, tiba tiba wajah Yolanda berubah menjadi merah bak kepiting rebus.
__ADS_1
"Nah kan wajahnya merah" Goda Regan ambil menunjuk Pipi Yolanda.
"Diem Lo" sentak Yolanda pada Regan
"Ya elah Yo, kalo Lo mau pacaran sama si Regan ya pacaran aja ga usah jadiin gue alsan gengsi Lo" Tutur Sisi yang mendapat dukungan dari teman temannya.
"Nah sisi ngga keberatan tuh" imbuh Aldi.
*
Seorang gadis kini sedang ada di dalam supermarket, gadis itu terlihat kebingungan mencari dompetnya tapi tak kunjung ketemu juga.
"Em mbak, kayaknya dompet saya ketinggalan deh, ini biar belanjaan saya disini dulu saya ambil uang ya, rumah saya Deket kok dari sini" ucap Gadis itu sambil menatap kasih yang kini sedang menunggunya untuk membayar belanjaanya.
kasir itu pun mengangguk dan tersenyum, belum sempat gadis itu meninggalkan meja kasir tiba tiba ada seseorang yang meletakkan botol minuman dingin "Sekalian sama belanjaannya" ucap Laki laki yang kini sudah berdiri di sebuah gadis itu, kasir itu pun tersenyum dan mengangguk dan menerima kartu kredit yang diulurkan kepadanya.
"Eh Andra ngga usah biar gue ambil uang aja" ucap gadis itu yang tak lain ialah Salsa.
"Udah ngga papa" Jawab Andra sambil menerima kembali kartu kreditnya dan menyimpannya ke dalam dompet
"Aduh mbak kalau sama pacarnya kenapa ngga bilang sih, ga tau apa nunggu anti lama gara gara mbak" ucap Ibu ibu yang ada di belakang Salsa.
"eh buk, tapi dia bukan pac----" ucapan Salsa terhenti karena buru buru dipotong oleh Andra
"Kok kamu bilang sama ibu itu gue pacar kamu sih" ucap Salsa sambil menatap Andra.
"Kenapa? ada yang marah gue bilang gitu?" tanya Andra sambil meminum minuman yang sempat ia beli itu.
"Em, ngga ada sih" Jawab Salsa kikuk.
"Ya udah, berarti boleh boleh aja" Jawab Andra sambil menarik kembali tangan Salsa setelah membuang botol kaleng bekas minumannya ke dalam tong sampah yang sudah di sediakan.
"Mau bawa gue kamana?" Tanya Salsa heran
"Ya ke mobil lah" Jawab Andra sesampainya mereka di parkiran mobil, Andra langsung membukakan pintu mobil untuk Salsa dan menyuruh gadis itu masuk.
"jangan, biar gue pulang aja sendiri, nanti malah ngerepotin kamu" tolak Salsa halus
"Udah ngga papa masuk aja, jagain kata kamu tadi ngga ada yang marah" Jawab Aldi yang masih memegang pintu mobilnya
"Tapi kan---" Ucapan Salsa terpotong Karena laki laki itu mentap Salsa dengan tatapan datar tanda tak mau di bantah, Salsa pun menurut dan masuk ke dalam mobil, setelah Andra menutup pintu mobilnya laki laki itu pun masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
*
Selama perjalanan hanya deru mesin mobil saja yang terdengar, tak ada obrolan di antara Andra dan Juga Salsa samping akhirnya Salsa yang mulai membaik mulut pertama
"uang Lo biar gue ganti besok di sekolah" Ucap Salsa sambil menatap ke arah Andra, Andra melirik ke arah Salsa sekilas lalu Kemabli menatap ke depan.
"Ngga usah Lo ganti" Tutur Andra
"Tapi kan" ucapan Salsa terhenti ketiak melihat wajah Andra yang sedang seiris mengemudi mobilnya.
"ya udah kalau gitu makasih" ucap Salsa, setelah itu suasana dalam mobil kembali hening, Samapi akhirnya mobil yang di kendarai oleh Andra itu berhenti tepat di depan gerbang rumah Salsa.
Salsa melepas seltbetnya, Salsa Kemabli menoleh ke arah Andra sebelum gadis itu turun dari mobil "Terimakasih, maaf kalau ngerepotin" ucap Salsa. "iya" jawab Andra sambil mengangguk. Salsa kemudian turun dari dalam mobil.
tin
bunyi tlakson yang menandakan Bahwa Andra akan segera melajukan mobilnya, Salsa pun tersenyum dan melambaikan tangan, setelah dirasa mobil Andra sudah berjalan jauh dari jangkauan matanya, Salsa kemudian membual pintu gerbangnya dan memasuki halaman rumahnya.
-
-
-
-
-
-
-
sehari ini aku up dua ya, dengan jumlah kata yang ngga sedikit.
oke jangan lupa tinggalin jejak kalau mau di upload ini sering sering
soalnya males updet + mikir kalau ngga pada cocol tombol like
pembaca cerdas pasti tahu kan yang diinginkan author
dan jangan lupa juga mampir di novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
__ADS_1
cek cek cekkkkkkk