
"Nyonya, sepertinya aku gagal menjalankan misi ini lelaki itu terlalu cerdik hingga meminta bantuan polisi untuk membawa Nina ke rumah sakit," ujar Adolf memberitahukan Dama tentang kegagalannya untuk menghabisi Nina.
"Dasar bodoh, bagaimana bisa kau gagal menghabisi seorang wanita lemah sepertinya," jawab Dama dengan nada dongkol
"Ada seorang pria yang membantunya, dan pria itu sengaja meminta bantuan polisi untuk membawa Gadis itu ke rumah sakit,"
Dama kemudian mengirimkan foto Panji kepada Adolf.
"Apa dia orangnya?" tanya Dama
"Benar nyoya, tapi ada satu lagi pria yang membantunya," jawab Adolf
Ia kemudian menjelaskan ciri-ciri pria itu kepada Bosnya itu. Dama
hampir tak percaya saat mengetahui ciri-ciri pria yang membantu Panji dan Nina, mirip sekali dengan almarhum David mantan kekasihnya sekaligus orang yang selalu membantunya selama ini.
"Tidak mungkin itu dia, selama ini dia sudah mati. Jadi tidak mungkin j David akan bangkit lagi dari kuburnya," batin Dama
Ia kemudian mengingat-ingat saat ia melihat pria yang begitu mirip dengan David di sebuah restoran.
"Apa benar dia bangkit dari kubur, tapi tak mungkin. Mungkin saja Mereka berdua hanya cumi ( cuma mirip )." Dama kemudian segera menghapus rasa penasarannya kepada pria itu.
"Beritahu aku dimana gadis itu di rawat?" tanya Dama
"Rumah sakit Harapan Kasih," jawa. Adolf kemudian mematikan ponselnya
Dama segera bergegas menuju ke rumah sakit tempat Nina di rawat. Wanita itu kemudian mengeluarkan mobil sport miliknya dan melesat menuju ke Rumah sakit Harapan Kasih.
Setibanya di sana ia melihat Panji dan Khalif sedang di seret keluar oleh seorang sekuriti.
"Sepertinya Dewi Fortuna sedang berpihak kepada ku. Aku yakin sekarang Nina sedang sendirian," ujar Dama kemudian segera naik ke lantai dua
Ia kemudian bertanya kepada resepsionis dimana Nina dirawat.
"Paviliun anggrek no 17 ibu," ucap seorang resepsionis memberitahu nya.
"Terimakasih,"
Dengan langkah anggun Dama segera bergegas menuju ruang vip tempat Nina di rawat.
__ADS_1
"Apa Panji begitu kaya, hingga ia mampu membiayai Nina di ruang VIP?"
Dama kemudian menghubungi Adolf sebelum memasuki ruangan perawatan Nina. Ia sengaja meminta pria itu untuk menyelidiki tentang siapa Panji sebenarnya.
Iya ingin tahu dari mana dia itu mendapatkan uang yang banyak sehingga bisa merawat di ruang VIP sebuah Rumah sakit mewah.
Diwaktu yang bersamaan David tiba di rumah sakit, ia kemudian menemui Panji di lobby rumah sakit.
Karena panji dilarang masuk ke ruang perawatan Nina maka pria itu meminta David untuk menjaga Nina sampai Ayah Nina tiba di rumah sakit.
"Kau tenang saja, aku pasti akan menjaganya," David segera bergegas menuju ke lantai dua tempat Nina di rawat.
Setibanya di sana David terkejut saat melihat Dama memasuki ruangan itu.
"Bagaimana bisa kau Adolf gagal menjalankan misinya. Jika Adolf gagal maka aku pun harus ikut campur untuk menghapus kasus ini untuk selama-lamanya," ucap Dama
Wanita itu kemudian mengeluarkan sebuah pengharum ruangan yang sudah diisi dengan racun yang mematikan.
Ia kemudian menyalakan pengharum ruangan itu dan bergegas pergi meninggalkan ruangan itu.
"Selamat tidur panjang Nina, semoga kau akan bertemu dengan nenek di alam baka!"
Ucap Dama kemudian meninggalkan ruangan itu.
Melihat Dama keluar dari ruangan itu David segera bersembunyi di ruangan sebelahnya.
"Sekarang semuanya sudah selesai, aku tinggal mencari dimana pisau itu berada sekarang," Dama kemudian berjalan meninggalkan paviliun anggrek.
Mengetahui Dama sudah pergi David segera keluar.
Ia segera mendobrak pintu ruangan itu dan mengambil pengharum ruangan yang dipasang oleh Dama.
David segera membuang teko dupa itu ke toilet.
"Ternyata dia belum berubah juga," ucap David
Lelaki itu kemudian kembali untuk menjaga Nina.
Tidak berselang lama Dado Aryakunto tiba di tempat itu.
__ADS_1
Ia tertegun saat melihat David tengah menjaga putrinya.
"Siapa anda, kenapa kau ada di sini bersama putriku?" tanya Dado
Entah Kenapa David begitu familiar dengan wajah ayah Nina. Ia seolah mengenal pria tua itu.
"Perkenalkan saya David ayah Panji, kebetulan saya ditugaskan untuk menjaga putri anda karena putraku dilarang masuk rungan ini," jawab David
"Kenapa Panji dilarang masuk ke ruangan ini?" tanya Dado lagi
"Itu karena ia dan suami wanita ini membuat keributan di tempat ini. Sehingga petugas rumah sakit melarang keduanya untuk masuk ruangan ini," jawab David
"Ini tidak benar, ini tidak bisa di diamkan karena sudah melanggar hukum. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa membiarkan hak seorang warga dirampas oleh pihak rumah sakit.
Bagaimanapun juga Khalif adalah suaminya jadi tidak boleh rumah sakit melarangnya untuk mengunjungi istrinya. Ini sudah melanggar ham dan aku harus bertindak!" celoteh Dado kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Aku yakin dia pengacara itu, sepertinya ia tak mengenaliku hingga membiarkan putrinya bersama denganku di sini,"
Sementara itu Dado langsung menghela nafas panjang saat berhasil menghindari David.
"Bagaimana bisa Panji memiliki ayah seorang gengster, apa dia benar-benar akan menjaga putriku. Kenapa aku ketakutan seperti ini!" seru Dado mencoba menenangkan dirinya.
"Ayah kenapa di sini!" ucap Khalif menepuk bahu mertuanya itu
Dado tampak kaget setengah mati saat mengetahui seseorang menepuk bahunya.
"Dasar menantu durhaka, kau hampir saja membuat jantungku copot!" seru Dado kemudian memukuli menantunya itu
"Maaf ayah aku tidak sengaja," jawab Khalif merasa bersalah
"Sebenarnya suami macam apa kamu ini. Bagaimana bisa seorang suami sampai membiarkan istrinya yang terkena kecelakaan sendirian di rumah sakit. Meskipun aku tahu kau tidak menyukai Nina tapi setidaknya jagalah ia saat sakit. Anggap itu sebagai balasan atas apa yang sudah Nina lakukan selama kau sakiti. Ia begitu tulus merawat mu saat kau sakit meskipun selama ini kau selalu menyakitinya. Ia tetap saja mempedulikan mu walaupun ia tahu kau tak akan pernah menyukainya. Kasian sekali nasib putriku, kenapa ia bisa menderita seperti ini. Sebenarnya apa salahku sehingga membuat Nina harus menanggung beban seberat ini seorang diri," tukas Dado kemudian menangis tersedu-sedu
"Apalagi sekarang dia bersama seorang gengster, itu semakin membuat ku khawatir," imbuhnya seketika membuat Khalif panik
" Kau bilang Nina bersama gengster sekarang, maksudmu pria itu adalah seorang gengster!" jawab Khalif menunjuk kearah David
Dado langsung mengangguk pelan.
"Darimana ayah tahu, jika ia seorang gengster?" tanya Khalif lagi
__ADS_1
"Tentu saja karena aku pernah menangani kasusnya, bagaimana aku bisa lupa wajah pria itu," kenang Dado kemudian menyembunyikan wajahnya di balik tubuh Khalif
"Jika benar dia seorang gengster maka Nina berada dalam bahaya!" seru Khalif