My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 19


__ADS_3

Malam itu Khalif sengaja mengajak Mutia ke vila keluarganya meskipun pesta ulang tahunnya belum selesai.


Ia sengaja ingin merayakan ulang tahunnya secara private bersama Mutia wanita yang kini sedang membuatnya mabuk kepayang.


Sementara itu Dama yang tak melihat Khalif di pesta ulang tahunnya berusaha mencarinya.


Namun seorang anak buahnya memberitahunya jika Khalif sudah pergi bersama Mutia setelah acara dansa selesai.


"Dasar jal*ng sialan, dia berusaha menjauhkan Khalif dariku. Kita lihat saja siapa yang bisa mengendalikan putra mahkota yang manja itu," Dama berkali-kali mencoba menghubunginya, Namun Khalif selalu mengabaikan panggilannya.


"Kenapa tidak diangkat?" tanya Mutia


"Biarkan saja, gak penting," sahut Khalif kemudian mempercepat laju kendaraannya.


Mutia tersenyum bangga saat mendengar jawaban Khalif. Kali ini ia merasa menang karena berhasil mempecundangi Dama.


Ini baru awal nyonya, aku akan buat Alif semakin jauh darimu bahkan ia akan menentang semua keinginan mu,


Khalif menghentikan motornya di sebuah Vila besar dan mewah di kawasan Cianjur Jawa Barat.


Ia sengaja menyiapkan makan malam romantis untuk gadis itu. Hingga membuat Mutia tampak terkejut setibanya di sana. Gadis itu tidak mengira jika Khalif akan memperlakukannya seperti seorang putri raja. Ia bahkan menarikkan kursi untuknya, kemudian dilanjutkan dengan menuangkan wine di gelasnya. Keduanya menikmati wine sebagai pembuka dinner malam itu.


Selesai meminum wine seorang pelayan mengantarkan makanan utama untuk mereka.


Khalif sengaja mengambil steak milik Mutia kemudian memotong-motong steak untuknya hingga gadis itu tinggal menyantapnya saja tanpa nya repot-repot memotongnya sendiri.


"Terimakasih," ucap Mutia tersenyum simpul


Saat keduanya tengah menikmati makan malam seorang violist menghampirinya dan memainkan sebuah lagu romantis untuk mengiringi keduanya makan.


Selesai makan malam Khalif pun mengajaknya berdansa. Keduanya berdansa dengan begitu romantis.


"Aku senang sekali karena bisa merayakan ulang tahunku dengan wanita yang ku cintai," ucap Khalif


"Aku juga bahagia karena kau memperlakukan aku seperti putri Raja," jawab Mutia


Khalif tersenyum mendengar jawaban Mutia, pria itu kemudian berhenti berhenti berdansa dan mengeluarkan sebuah cincin berlian, "Dari awal aku melihatmu aku sudah jatuh hati padamu. Mungkin ini terdengar buru-buru namin aku tak bisa memungkiri perasaan ku yang terlanjur mencintaimu. Apakah kau mau menerima cintaku dan menjadi kekasihku?" ucap Khalif kemudian bersimpuh di depan Mutia


Mutia tak benar-benar tak percaya jika Khalif akan menembaknya begitu cepat. Ia memang sudah menduga pria itu akan jatuh kedalam pelukannya namun tak secepat itu.

__ADS_1


"Yes I will," jawab Mutia tampak berbinar-binar


Khalif segera bangun dan memeluknya erat.


"Terimakasih karena sudah memberikan kado terindah dalam hidupku," ucap Khalif kemudian menyematkan cincin itu ke jari manis Mutia


Seorang pria diam-diam mengambil gambar mereka saat keduanya tengah berciuman. Ia kemudian mengirimkan gambar itu kepada Dama.


Dama seperti orang yang kebakaran jenggot saat menerima kiriman foto dari anak buahnya itu.


"Dasar jal*ng sialan!" seru Dama sembari melemparkan semua benda-benda di sekitarnya hingga tampak berserakan.


*Prang!!!


Sementara itu Khalif sengaja menghabiskan malam panjang bersama Mutia.


Keduanya tampak begitu bergairah saat sedang memadu kasih.


Dama kembali menghubungi Khalif. Wanita itu masih berharap putranya akan mengangkat ponselnya dan mau mendengarkan nasihatnya.


Namun Khalif yang sedang berada di puncak kenikmatan tak mendengar getar ponselnya.


Sementara Mutia yang mengetahui Dama menelponnya, meneken tombol hijau tanpa sepengetahuan Khalif. Ia bahkan sengaja menyalakan tombol loudspeaker dan mendesah manja menikmati permainan brutal Khalif.


"Astaghfirullah!" seru Dama kemudian melemparkan ponselnya


Sementara itu Mutia tersenyum bahagia saat Dama mematikan ponselnya.


Sekarang kau pasti sangat tersiksa bahkan tak bisa tidur karena membayangkan aku akan mengandung benih putramu,


...---------------...


Seorang pria diam-diam memberikan sebuah bukti-bukti kejahatan Khalif kepada kepolisian. Ia sengaja menutupi wajahnya dan meminta pihak polisi untuk menyembunyikan identitasnya dengan alasan keselamatan.


Selesai dari kantor polisi ia menghubungi seorang wartawan senior sebuah televisi swasta nasional dan memberikan salinan bukti-bukti itu kepadanya.


Awalnya wartawan itu menolak saat mengetahui jika pria itu memberikan video Khalif yang sedang menghancurkan barang bukti.


"Maaf Tuan, saya tidak mau berurusan dengan keluarga Wiraatmadja," tolak sang wartawan mengembalikan USB yang diberikan olehnya

__ADS_1


"Jangan khawatir aku akan mengurus semuanya, kau hanya perlu mengunggah video ini menjadi berita utama pagi ini," ucap pria itu kemudian memberikan amplop coklat kepadanya.


Sang Wartawan kemudian membuka amplop itu, ia sempat tercengang saat melihat isinya.


"Ini terlalu banyak Tuan," ucap Sang Wartawan


Pria itu tersenyum sinis, "Anggap saja itu sebagai bonus dan tolong jadikan berita ini sebagai berita utama yang fenomenal pagi ini," ucap pria itu kemudian beranjak dari duduknya


"Baik Tuan aku akan melakukan apa yang anda perintahkan, terimakasih banyak dab Aku pastikan akan menjadikan berita ini sebagai breaking news dan berita utama di acara berita pagi ini," jawab sang wartawan.


...********...


Pagi itu kediaman Wiraatmadja digemparkan oleh sebuah berita yang mengabarkan bagaimana Khalif menyingkirkan Janaka.


Tentu saja hal itu membuat Dama dan Mariyah begitu shock.


"Bagaimana ini Ibu, apa yang harus kita lakukan??" ucap Dama tampak ketakutan


"Entahlah aku juga tidak tahu. Alif sudah melakukan kesalahan besar jadi ia harus menanggung resikonya," jawab Mariyah


"Tapi aku tidak mau putraku sampai di penjara Ibu. Apa kau mau nama baik keluarga kita hancur karena Khalif di penjara. Lalu bagaimana dengan nasib Wiraatmadja Group dan Hawi Corporation?. Aku tidak mau perusahaan kita kena imbas atas kasus ini dan kita jatuh miskin karenanya. Tolong ibu lakukan sesuatu, aku tahu hanya ibu yang bisa menyelamatkan Alif," ucap Dama tampa memegangi kaki wanita ibu mertuanya


"Bukankah kau lebih mahir dalam hal seperti ini, kenapa harus meminta bantuanku. Aku dengar kemarin kau bahkan menghancurkan semua barang bukti kejahatan Alif, lalu kenapa sekarang kau pura-pura bodoh!" seru Mariyah


"Ah benar juga, kenapa aku tiba-tiba jadi bodoh," ucap Dama tampak mencebikan bibirnya


"Baru sadar kalau kau bodoh!" cibir Mariyah


"Bukan begitu ibu, aku seperti ini karena iblis betina itu sudah menyiksaku semalam hingga tak bisa tidur," jawab Dama


Wanita itu kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi pengacara pribadinya.


"Dimana Alif?" tanya Mariyah


"Dia sedang bersama Iblis itu, aku harap kali ini ibu membantuku untuk mendekatkan Khalif dengan Nina agar Iblis itu tak bisa mendekatinya lagi," tukas Dama


"Meskipun seorang iblis berusaha menggodanya aku percaya jika Alif bukan tipe pria yang mudah tergoda jadi jangan khawatir," sahut Mariyah


"Ah ibu ini seperti tidak tahu pergaulan anak muda jaman sekarang saja, Ibu pasti tidak percaya kan kalau perempuan jaman sekarang akan melakukan apapun demi mendapatkan suami kaya?"

__ADS_1


"Tentu saja aku tahu, itu juga yang dilakukan olehmu bukan?" sahut Mariyah membuat Dama seketika kesal dibuatnya.


Sementara itu, Khalif begitu terkejut saat beberapa orang polisi mendatangi vila dan menangkapnya.


__ADS_2