My Crazy Wife

My Crazy Wife
Seratus Empat Puluh Sembilan


__ADS_3

Lolita mendudukkan dirinya di kppursi sebelah brankar Aldi, gadis itu menjadi atap Aldi dengan tatapan sendu.


Melihat Aldi yang terbaring lemah tak sadarkan diri dengan bantuan Alat pernapasan, Cervical Collar dan juga Selang didada dan jarum yang menusuk tangannya dan masih banyak lagi perban di tubuhnya memuat Lolita sangat sedih dan juga ikut merasakan Sakit.


Lolita menggenggam tangan Aldi dan mengelusnya dengan lembut.


"Aldi, aku minta maaf" Ucap Lolita lirih dengan air mata yang sudah luruh. Lolita selalu saja menangis seakan ia tidak akan pernah kehabisan stok air mata.


"Kalau bukan gara gara aku, kamu pasti tidak akan mengalami hal semenyakitkan ini" ucap Lolita. "Ayo buka mata kamu, aku sudah memaafkan kamu" Tutur Lolita lagi.


Suara pintu yang terbuka membuat Lolita Lolita segera menghapus air matanya dan menoleh ke arah pintu. Terlihat Evan yang muncul. Evan pun berjalan menghampiri Lolita. "Lolita gue mau bicara sesuatu sama Lo" ucap Evan. Lolita pun mengangguk "Kita bicara di luar aja" ucap Lolita yang mendapat persetujuan dari Evan.


•••••


Sejenak suasana hening, baik Evan ataupun Lolita tidak ada yang membuka suara, mereka saling menatap ke depan.


Lolita pun menoleh kearah Evan "Mau ngomong apa?" Tanya Lolita. Evan pun menoleh ke arah Lolita "Lo salah paham sama Aldi" ucap Evan. Lolita tau arah pembicaraan mereka, kali ini Lolita memutuskan untuk mendengarkan penjelasan Evan.


"Malam itu rencananya Aldi akan memberikan kejutan untuk Lo, untuk merayakan anniversary pertama kalian, tetapi saat Aldi hendak masuk ke Ballroom ia melihat Salsa yang di seret secara paksa oleh seorang lelaki yang mengaku sebagai calon suaminya, dan Aldi terpaksa bilang kalau Salsa adalah kekasihnya, karena itu satu satunya cara supaya mereka tidak menggangu Salsa lagi jika status Salsa adalah kekasih dari pewaris putra Group. kamu tahu kan yang berkuasa lah yang memang." Evan menjeda ucapannya.


"Sebelum itu Salsa dan Aldi sudah bertemu, Salsa meminta bantuan Aldi namun Aldi tidak mempercayainya dan meninggalkan Salsa di cafe........" Evan pun akhirnya menceritakan semuanya dengan detail, tentang Salsa yang sudah tidak gadis pun tak terlewatkan.


"Astaga" Ucap Lolita yang semakin merasa bersalah. "Jadi om om yang waktu itu--" Lolita menggantung ucapnya.


"Om om?" Tanya Evan. "Iya waktu itu gue sempat lihat Salsa sama om om di mall kayaknya mereka juga mau nonton bioskop" Ucap Lolita. Evan pun mengangguk mendengar ucapan Lolita.


Setelah menceritakan semuanya, Lolita pun memutuskan untuk kembali menemani Aldi, ia tidak mau meninggalkan Aldi terlalu lama sedangkan Evan ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.


Saat Lolita hendak masuk ke ruangan Aldi, ia berpapasan dengan Salsa yang hendak keluar, ternyata gadis itu baru saja menjenguk Aldi.


"Lolita, ini semua ngga seperti yang Lo pikirkan" Ucap Salsa mencoba untuk menjelaskan bahwa ia datang hanya se mata mata untuk menjenguk Aldi.


"Iya gue udah tahu" Ucap Lolita. Salsa kemudian mengangguk saja, ia bersyukur jika Lolita sudah mengetahui yang sebenarnya.


"Syukurlah kalau kamu udah tahu yang sebenarnya, Gue juga minta maaf kalau bukan karena gue yang minta tolong sama Aldi hingga membuat Lo salah paham maka semua ini ngga bakal terjadi" Ucap Salsa penuh sesal.


"Ini semua bukan sepenuhnya salah Lo kok, gue juga salah karena ngga mau mendengarkan penjelasan Aldi" Tutur Lolita.

__ADS_1


"Lolita" Lolita yang merasa namanya di panggil pun menoleh kearah sumber suara, begitu pula Salsa yang ikut menoleh.


Ketiga teman Lolita itu pun berlari menyusul Lolita, dan seketika pandangan mereka tertuju ke arah Salsa.


"Em Lolita, kalau begitu gue pamit duluan ya" Ucap Salsa yang merasa tidak enak, Lolita pun mengangguk dan Salsa pun pergi.


"Gimana keadaan Aldi?" Tanya Amel. Bukannya menjawab Lolita malah membuka pintu dan mempersilahkan teman temannya itu menjenguk keadaan Aldi.


mereka berempat pun masuk ke dalam ruangan Aldi, sedangkan Lolita mendudukkan dirinya di sofa yang ada diujung.


"Astaga Aldi kasian banget si" Ucap Yolanda yang merasa iba dengan keadaan Aldi.


Setelah melihat keadaan Aldi, mereka bertiga menyusul Lolita yang duduk di sofa.


"Lolita yang sabar, kan Dedek Loli kuat" ucap Yolanda memberi semangat untuk Lolita.


"Iya, Lolita kan strong" ucap Amel ikut menimpali. "Kalau Lolinya kuat Aldinya juga kuat" timpal Sisi, mereka saling memberi kata kata mutiara untuk membuat Lolita agar tetap kuat, memberikan semangat agar Lolita tetap sabar.


&&&&&


Lolita Bahkan mandi di kamar mandi yang ada di ruangan Aldi, dan Lolita hanya memejamkan makanan yang dikirimkan oleh mertua atau mamanya. itu pun hanya sedikit, Lolita sama sekali tidak bernafsu untuk makan.


Lolita kini sedang mengelap tubuh Aldi dengan handuk kecil, gadis itu memberikan tubuh Aldi yang sekiranya masih bisa dibersihkan.


Setelah membersihkan tubuh Aldi, Lolita pun kembali menyimpan peralatannya itu dikamar mandi. Setelah itu Lolita Kembali duduk di kursinya, gadis itu terus memandangi wajah Aldi yang semakin tirus dan juga pucat.


"Aldi kamu kapan bangun sih?" Ucap Lolita sambil menyentuh pipi Aldi, gadis itu selalu saja menangis, Lolita lemah jika melihat Aldi Seperti ini.


"Kamu kenapa ngga mau buka mata? kamu ngga rindu sama aku? aku rindu banget sama kamu Aldi" Ucap Lolita.


"Aku rindu pelukan kamu, aku rindu sentuhan hangat kamu, aku juga rindu ciuman kamu, aku rindu segala halangan tentang kamu"


"Aku sudah memaafkan kamu Aldi, aku juga sudah tau yang sebenarnya, aku minta maaf karena tidak mau mendengarkan penjelasan kamu, kamu harus bangun kamu boleh hukum aku, tapi kamu jangan diem terus seperti ini" air mata Lolita semakin deras.


"kamu bilang kamu tidak akan membiarkan aku menangisi kecuali tangis kebahagiaan, tapi ini apa? kamu malah membaut aku menangis setiap hari, kamu jahat tau ngga" Tutur Lolita, air mata gadis itu pun tidak sengaja jatuh mengenai tangan Aldi yang terpasang infus.


Lolita Masih terus mengelus pipi Aldi dengan lembut. Saat Lolita tidak sengaja melirik kearah tangan Aldi, Lolita melihat tangan Aldi bergerak gerak, melihat itu Lolita pun langsung menghapus air matanya dan memencet bel untuk memanggil dokter.

__ADS_1


tak lama pun dokter datang, dan bertanah kepada Lolita apa dan keadaan yang darurat.


"Dokter, tadi saya melihat tengan Dumai saya bergerak gerak" Ucap Lolita senang.


"Itu memang sering terjadi pada orang yang sedang mengalami koma Nona, itu pertanda bahwa pasien merespon apa yang nona lakukan pada pasien, teruslah mengajak pasien berbicara, meskipun ia tidak bisa merespon tetapi ia masih bisa mendengar setiap kata yang nona Katakan" Jelas dokter itu, ada raut kecewa di wajah Lolita ketika dokter tidak mengatakan bahwa Aldi akan segera sadar.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona" Ucap Dokter itu, dan Lolita pun mengangguk.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe


jangan lupa tinggalin jejak


semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.


pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.


Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story


oke

__ADS_1


__ADS_2