
Keluarga Aldi kini sedang berkumpul bersama di ruang keluarga sambil ditemani dengan camilan yang dapat juga minuman yang baru saja disuguhkan oleh Wilna dengan di bantu oleh Lolita.
"Jadi apa yang ingin papa sampaikan sama Aldi?" Tanya Aldi ketika mama dan juga istrinya itu sudah kembali dengan Aldo yang duduk anteng di sebelah mamanya sambil memainkan robot robotannya.
"Aldi kamu kan sekarang sudah lulus SMA, dan kami juga sudah menikah, kamu punya tanggung jawab yang besar atas istri kamu" Putra menjedanya ucapannya, sedangakan Aldi hanya diam mendengarkan Papanya. Ia sudah tahu arah pembicaraan sang papa.
"Jadi papa memutuskan kamu terjun ke perusahaan, selain kamu akan menjadi penerus kamu juga bisa sekalian belajar" Putra melanjutkan ucapannya sambil menatap Aldi serius
"Aldi sih apa kata ayah aja" Jawab Aldi apa adanya. "Tapi apa nanti Aldi ngga kerepotan yah kalau harus kuliah sambil kerja?" Tanya Wilna sambil menatap suaminya itu.
"Ayah yakin Aldi bisa" Jawab Putra sambil menatap istrinya itu. "InsyaAllah Aldi juga bakal berusaha" Jawab Aldi sambil menatap Bundanya itu lembut kemudian menatap Lolita sambil menggenggam tangan Lolita yang kini duduk di sebelahnya. Lolita pun hanya memberi respon senyuman saat Aldi menatapnya.
"Oh iya, Aldi juga mau bilang kalau Aldi nanti bakal tinggal sendiri sama Loli" Tutur Aldi sambil mengalihkan pandangan kearah kedua orang tuanya.
"Apa kalian yakin mau tinggal sendiri?" Tanya Wilna yang nampak ragu. Aldi pun mengangguk mantap mengiyakan ucapan mamanya.
"Aldi akan tinggal di apartemen yang ayah kasih untuk Aldi" Jawab Aldi. Ya, Aldi sudah memutuskan ia ingin hidup mandiri supaya tidak bergantung terus dengan orang tuanya, dan Aldi pun sadar betul akan tanggung jawabnya yang sekarang.
"Kalau itu sih terserah kamu aja, karena kami juga sudah besar dan kamu berhak menentukan hidup kamu bersama dengan istri kamu" Ucap Putra mendukung keinginan anaknya untuk mandiri.
Mungkin tidak mudah, diusia Aldi yang baru saja menginjak sembilan belas tahun dan Lolita yang baru delapan belas tahun itu untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tua, tapi mereka harus tetap belajar karena mereka sudah memiliki rumah tangga sendiri.
"Bunda Minta susu" Ucap Aldo tiba tiba yang membuat antensi semua orang berpindah ke arah Aldo.
"Ya, sebentar ya bunda buatin" Ucap Wilna lalu beranjak menuju dapur untuk membuatkan susu Aldo.
Tak lama Wilna pun kembali dengan susu yang ada di dalam dot, Wilna pun memberikan susu itu kepada Aldo, dan Aldi pun menerimanya dengan senang hati.
Lolita memperhatikan Aldo yang sedang meminum susu itu dengan antusias itu dengan tatapan yang sulit diartikan, seakan akan ia juga menginginkan susu itu, Lolita menelan salivanya kasar.
"Lolita kenapa?" Tanya Wilna yang tidak sengaja melihat Lolita sedang menatap Aldi yang dengan antusiasnya itu mengedot.
"Loli kok jadi pengen susu juga ga bund" Ucap Lolita sambil nyengir.
"Bi Tuti" Lolita memanggil bisa Tuti yang kebetulan lewat itu. "Iya kenapa Non?" Tanya Bi Tuti sopan. "Bik tolong buatin Loli susu" pinta Lolita, Bu Tuti pun mengangguk lalu berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan nona mudanya itu susu.
"Tumben siang siang gini kamu pengen minum susu" ucap Aldi yang merasa heran dengan Lolita.
__ADS_1
"ngga tau, lihat Aldo minum susu aku jadi pengen" Tutur Lolita.
Tak lama Bu Tuti pun kembali dengan segelas susu ditangannya. "Ini non" Ucap Bi Tuti menyerahkan gelas itu. Lolita pun menerimanya dengan antusias "Makasih bik" Jawab Lolita sambil tersenyum, Bu Tuti pun tersenyum dan mengangguk.
Aldi semakin di buat heran dengan Lolita yang langsung menghabiskan susu itu tanpa jeda, iya Lolita memang suka sama yang berhubungan dengan makanan dan minuman tapi tidak biasanya gadis itu langsung menghabiskan susu dalam gelas sekaligus.
"Kamu itu haus atau emang doyan?" Tanya Aldi pada Lolita yang sudah meneguk habis susunya dan meletakkan gelas susu itu diatas meja.
"Dua duanya" Jawab Lolita sambil nyengir. Sedangkan Wilna hanya menggelengkan kepalanya akan jawaban menantunya itu.
•••••
Yolanda, Amel, Sisi, Aldi, Evan dan Regan menatap Lolita yang sedang memakan ice cream dengan antusias dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ya. mereka kini sedang berkumpul di cafe, niatnya mau makan malam bareng sekalian kumpul bareng.
Mereka heran dengan Lolita, Hoya gadis itu memang sangat menyukai makanan tapi ini lebih dari porsi yang biasanya ia makan.
"Bini Lo kenapa dah Al, dari tadi mulutnya ngga berhenti nguyah, dari kita makan menu utama sampai penutup ia makan terus" Ucap Yolanda sambil menggelengkan kepalanya. Ia heran apa Lolita tidak takut gendut makan segitu banyaknya? Pikir Yolanda yang memang tipe jaga badan sekali.
"Gue juga ngga tau tadi juga gitu siang siang pengen susu cuma gara gara lihat Aldo nyusu" Tutur Aldi yang juga tidak tahu ada apa dengan Lolita.
"Lo kerasukan apa dah? makan segitu banyaknya?" Tanya Amel yang juga heran. "Ngga kerasukan apa apa, emang dasarnya doyan makan" Jawab Lolita dengan santainya.
"Aldi" Panggil Lolita sambil menatap Aldi yang duduk di sebelahnya itu. "Apa?" Tanya Aldi yang juga menatap Lolita.
"Mau asinan kedondong" ucap Lolita dengan muka melasnya yang berhasil membuat teman temanya seketika memelototkan matanya. Apa ia belum kenyang makan nasi goreng seafood, Puding, sup buah, cheese cake dan juga ice cream bahkan habis dua cup dan sekarang minta asinan kedondong?.
"Besok aja ini udah malam mana ada asinan kedondong disini, lagian juga kamu udah makan banyak banget nanti perut kamu sakit" Jelas Aldi, seketika Lolita mengerucutkan bibirnya.
"Tapi aku maunya sekarang" Ucap Lolita dengan mata berkaca-kaca, hingga membuat teman temanya itu semakin keheranan.
"Lo ngidam apa gimana?" Tanya Sisi yang duduk di depannya. "Ga tau, pengen aja kayaknya asem asem enak" Ucap Lolita sambil membayangkan memakan asinan kedondong.
"Wah payah Lolita positif, Aldi lupa ga pake pengaman" Ceplos Regan yang berhasil membuat atensi teman temanya teralihkan kepadanya.
"Kayak Lo udah pengalaman aja" Tutur Evan sambil melempar kulit kacang yang ada di depannya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Regan, Aldi seketika diam. Ia malah teringat akan kejadian waktu itu dimana ia melakukan malam pertamanya dengan Lolita yang penuh cinta itu.
Mengingat Lolita yang terlihat **** tapi ngga **** dan mengingat dirinya sendiri yang ngga pernah kepikiran sama hal mesum tapi sangat lihai. Sungguh pasangan dengan cover yang sangat rapi.
Tiba tiba Aldi terseyum membuat teman temanya menjadi meringis ngeri.
"Lo kenapa jadi senyum senyum sendiri Al?" Tanya Sisi. Mendengar ucapan Sisi Aldi merubah wajahnya menjadi datar.
"Nggak" Jawab Aldi singkat. "Lagi bayangin malam pertama" Ucap Regan tiba tiba yang berhasil membuat Lolita yang sedang minum jusnya itu tersedak.
Uhuukkk
Lolita menatap Regan dengan tatapan yang sulit di artikan. "Kenapa Lo kok sampe tersedak gitu? jangan jangan ucapan gue bener lagi" Ucap Regan dengan tatapan serius.
Lolita seketika di buat gugup akan ucapan Regan, begitu pula dengan Aldi. "Nggak, emang gue aja yang minumnya ngga hati hati" Jawab Lolita dengan ekspresi yang dibuat sebiasa mungkin namun tetap terlihat akan wajah gugupnya itu.
"Bwahahahaha" Tawa Regan seketika pecah, ia merasa lucu minat ekspresi Lolita yang seperti orang baru ketahuan mencuri.
"Kenapa tertawa? emang ada yang lucu?" Tanya Lolita. "Hahahaha, Muka Lo lucu udah kayak orang ketahuan mencuri" Jawab Regan masih dengan tawanya. Lolita mengambil kulit kacang lalu menyimpan Regan dengan kulit kacang itu hingga membuat ia menghentikan tawanya sambil menatap Lolita datar.
Melihat itu tawa teman temanya seketika pecah tak terkecuali Yolanda. "Mula Lo itu lucu, makan tuh kulit kacang" Ucap Lolita dengan kesal.
-
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
Author juga masih belum bisa move on huhuhuhuuuuu masih pengen lanjut gimana ini??????