My Crazy Wife

My Crazy Wife
Sembilan Puluh Dua


__ADS_3

Bel tanda istirahat telah berbunyi,semua murid kelas 10 sampai kelas 12 mulai berhamburan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan minta jatah


tapi tidak dengan empat sejoli yang masih tetap setia duduk manis di bangkunya


"nggak ada yang punya cita-cita ngajak gue ke kantin nih?" ucap Lolita dengan muka yang ditekuk


"cita-cita kok ngajak lo ke kantin, ngajak lo ke kuburan noh gue antar sekarang" sahut Amel sambil menatap Lolita yang duduk di belakangnya


"ngapain ke kuburan ngubur lo?" jawab dengan nada bertanya Lolita


"ngegembel aja yuk bosen juga di kelas terus" ajak Yolanda


"enggak usah sok ngajak ngegembel deh Yol, kita aja udah gembel" jawab Lolita dengan wajah begonya


"baru sadar Lo Lol, kalau lo itu emang gembel" Saut Sisi datar membuat Lolita juga menatap datar ke arah Sisi


"ya nggak usah dipasin juga kali Si" Jawab Lolita masih dengan muka datarnya


perdebatan mereka berempat tiba tiba terhenti ketika sosok yang sangat familiar masuk ke dalam kelas mereka, siapa lagi kalau bukan Aldi Si ketos letoy ups ralat mantan ketua OSIS.


ketiga laki-laki itu menghentikan langkahnya tepat di tempat bunga sekolah SMA Gumilang Siapa lagi kalau bukan Salsa


mereka langsung mengambil posisi duduk masing-masing Regan di sebelah Salsa, Aldi di depan Salsa tepatnya di atas meja dan Evan di sebelah Aldi tepatnya di atas meja juga

__ADS_1


Lolita dkk yang menyaksikan itu seketika merubah wajahnya yang tadinya tertawa menjadi datar lempeng seperti aspal


"mendadak kok kelas kita panas ya Mel" ucap Sisi dengan ketus dan juga sengaja di keras-kerasin suaranya sambil melirik kearah Aldi dan juga Salsa yang sedang bercanda dan sesekali tertawa


"Iya nih panas banget jinnya kayaknya banyak banget deh besok besok kayaknya perlu dibawain pak ustad biar pada di ruqyah" sahut Amel tak kalah pedas dan tak kalah kerasnya dengan suara Sisi


"sekalian juga lantainya di pel dipakai kembang tujuh rupa jendelanya juga di lap pakai kembang tujuh rupa biar wangi jadi pada betah yang mau pacaran" imbuh Yolanda lagi yang tak mau kalah dengan teman-temannya


"kalian pada jinnya kan" Sahut Lolita datar


"enak aja kita dibilang jin kita tuh anak baik baik ya bukan seperti yang di depan pelakor deh" Sisi terus mengeluarkan kata-kata pedas nya


jangan lupakan Sisi pokoknya jangan


teman Lolita yang paling pedas mulutnya


tiba-tiba Andra maksud dari luar kelas laki-laki itu langsung menyelonong dan merangkul bahu Lolita, tidak ada penolakan dari Lolita


"eh Andra mau jemput bebeb Lolita ya" Ucap Yolan menyapa Andra


"Kantin Yuk" Ajak Andra


"Lo yang traktir gimana?" Jawab Lolita girang

__ADS_1


"dibuat miskin terus ya gue" jawab Andra sambil tertawa


"Nraktir kita doang mah ngga bakal miskin" Jawab Lolita lagi


"Ya udah oke, apa sih yang ngga buat tuan putri" ucap Andra sambil tertawa


Lolita langsung beranjak dan langsung berjalan menuju ke luar kelas tanpa memperdulikan Aldi yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh kecemburuan, kemarahan dan juga kekecewaan


"Ehem, biasa aja kali liatnya Yol" ucap Amel ketika mereka tepat ada di sebelah Aldi


Sedangkan Salsa menggenggam erat erat tangan Aldi yang mengepal


"ini udah biasa Mel udah biasa" sambung Yolan sebelum akhirnya mereka hilang di telan pintu.


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


Lolita kuat, Lolita semangat buat berjuang kok wkwkwk asal asal vote, like, Koman sama rantingnya lancar terus hehehe:(


__ADS_2