
Kini Aldi dan Evan sedang berada disebuah Hotel bintang lima.
"Dia ngga tau kalau Lo rencanakan ini semua?" Tanya Evan pada Aldi, dan Aldi pun menggelengkan kepalanya.
"Kenapa ngga Lo adain waktu di Bandung aja?" Tanya Evan. "Ngga lah, nanti repot kalau harus nunggu para orang tua buat pergi ke Bandung" Jawab Aldi.
Pintu Lift pun terbuka dan mereka berdua segera masuk ke dalam Lift. Aldi menekan tombol Angka 7 dan lift pun melaju ke lantai tujuh.
Ting
Pintu Lift pun terbuka, Aldi dan Evan berjalan menuju ke Ballroom yang sudah ia pesan. sebelumnya.
Aldi memang sengaja memesan Ballroom yang tidak terlalu luas yang bisa digunakan untuk acara keluarga, karena memang yang datang hanya kelurganya dan teman temanya saja nanti tidak ada orang lain.
Aldi hanya melihat lihat ballroom yang kan ia gunakan yang sedang di dekorasi itu.
"Perlu ada penambahan nggak kira kira?" Tanya Aldi pada Evan. "Udah perfect kok menurut gue" Jawab Evan yang juga ikut mengamati proses dekorasinya.
Setelah itu Aldi pun keluar dari Balkon itu, dan menuju basement.
"Gue mau kesuatu tempat dulu" Ucap Aldi pada Evan ketika mereka sudah berada di dalam mobil. "Hmm" Dehem Evan
setelah itu Aldi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan malam kita Jakarta.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mereka akhirnya sampai di sebuah mall.
Aldi pun masuk ke dalam mall itu dan kalau menuju ke sebuah toko perhiasan.
"Permisi, saya mau ambil pesanan atas nama Aldi Ferlando putra" Ucap Aldi kepada pelayan toko itu.
"Sebentar ya mas" Ucap pelayan toko itu lalu berjalan meninggalkan Aldi, tak lama pelayan toko itu pun kembali dengan paper bag yang berwarna Merah lalu menyerahkan kepada Aldi.
Aldi pun menerimanya dan setelah itu ia pergi meninggalkan mall itu.
"Kado untuk dia?" tanya Evan, Aldi pun mengangguk membenarkan.
**##**
Setelah mengantarkan Evan pulang Aldi pun kembali kerumahnya, ia mendapati Lolita yang ternyata sudah tertidur dengan Pulas.
Aldi pun menyimpan paper bag yang ia bawa di dalam Almari, setelah itu ia pun melapas jaket dan juga kaus yang ia kenakan kemudian merangkak naik ke atas tempat tidur dan menyusul Lolita ke alam mimpi.
"Sleep Well Sayang" Ucap Aldi, lalu setelah itu pun ia ikut menyusul Lolita ke alam mimpi.
###_-_-_-###
plaakkkkkk
Tamparan keras itu mendarat di pipi mulus Salsa. gadis itu manangis merasakan sakit yang luar biasa, sakit hatinya dan juga sakit karena tamparan dari papanya.
"Kamu dengar ya, kamu harus menikah sama Bagas, kalau sampai kamu kabur papa ngga bakal lepasin kamu" Bentak papa Salsa kenapa Salsa.
"Papa kenapa sih, kenapa harus Salsa? papa tahu ngga sih kalau dia itu udah ngerusak hidup Salsa" Ucap Salsa yang memberanikan diri.
"Kamu sudah terlanjur di rusak kan sama Bagas? terus apa masalahnya? Bagas akan tanggung jawab menikahi kamu" Jawab papa Salsa dengan entengnya. Salsa yang mendengar ucapan papanya itu hanya menggelengkan kepala.
"PAPA, BAGAS ITU OM OM KALAU PAPA LUPA" teriak Salsa, ntah dapat keberanian dari mana Salsa berani berteriak kepada papanya.
"Terus kenapa kalau dia om om? toh dia kaya?" Ucap Papa Salsa lagi.
"Salsa ngga nyangka ya kalau papa itu Setega itu sama Salsa, Salsa ini anak papa terus dimana hati nurani papa sebagai seorang ayah? papa tega nukar Salsa hanya dengan uang" Ucap Salsa yang kini semakin menangis.
__ADS_1
"Itu semua karena kamu bodoh, kamu melepaskan anak Putra itu begitu saja" Ucap papa Salsa lalu meninggalkan Salsa sendirian.
Salsa pun luruh ke lantai, gadis itu menangis sejadi jadinya.
"Ya Tuhan, hidup hamba sudah hancur dan sekarang hamba harus di paksa menikah dengan b****gan itu" ucap Salsa dalam hati.
•°^•°^•
Lolita hanya rebahan tidak jelas saja, jujur saja baru sehari Lolita di rumah setelah liburan dari Bandung kini gadis itu sudah merasa bosan.
Lolita sudah mencoba menghubungi teman temannya untuk diajak main, namun semuanya sibuk katanya lagi ada acara.
Lolita kembali menghela nafas, "Sepi banget sih, apa aku main sama Aldo aja? Aldi juga ngga tau pergi kemana" Monolog Lolita, setelah itu ia pun beranjak dari kamarnya untuk mengajak Aldo bermain di halaman belakang.
###****####
"Minta tolong apa?"Tanya Aldi tanpa bosa basi saat ia sudah sampai di sebuah cafe yang ia janjikan dengan Salsa.
Ya sekarang Aldi sedang duduk berhadapan dengan Salsa karena sebelumnya Salsa kembali menghubungi dia
Flashback
Aldi sedang berada di dalam mobil, ia berniat akan pergi untuk mengecek persiapan di hotel serta pergi ke boutique, namun tiba tiba ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah notifikasi pesan masuk. Aldi pun menghentika mobilnya dan membuka ponselnya dan ternyata itu pesan dari Salsa.
Salsa
Aldi please tolong gue, gue butuh bantuan Lo banget🙏😭
***Aldi**
Tolong apa?
Salsa
Aldi
15 menit lagi sampai*
Setelah membalas pesan dari Salsa Aldi pun melajukan kembali mobilnya menuju ke cafe yang sudah ia janjikan dengan Salsa.
Flashback off
"Ngga mau pesan dulu?" Tanya Salsa. "Nggak gue buru buru" Jawab Aldi.
Salsa pun menunduk lalu sambil menggigit bibir bawahnya, ia bingung harus berbicara dari mana, ia juga merasa sungkan dengan Aldi.
"Minta tolong Apa?" Aldi mengulangi pertanyaannya ketika melihat Salsa diam.
"Al, gue mau minjem uang sama Lo" Ucap Salsa masih sambil nunduk.
"Berapa?" Tanya Aldi. "Lima Ratus Juta" Ucapan Salsa Seketika membuat Aldi membulatkan matanya dengan sempurna. ia terkejut, buat apa Salsa meminjam uang sebanyak itu darinya.
"Gue ngga ada uang sebanyak itu" Jawab Aldi, Sama pun mengangkat kepalanya untuk menatap Aldi.
"Please Aldi tolong gue" ucap Salsa yang kini sudah menangis. Namun obrolan mereka berhenti ketika pelayan menghampiri mereka "Mau pesan apa mas?" Tanya pelayan itu. "Cappucino saja" Jawab Aldi, pelayan itu pun mengangguk dan pergi meninggalkan jejak Aldi.
"Tapi gue emang ngga ada uang sebanyak itu" Jawab di jujur, karena semua uangnya sudah ia gunakan untuk memesan hadiah yang harganya bukan main.
"Kalau gue ngga bisa dapetin uang itu maka gue harus nikah sama Bagas" Ucap Salsa dengan air mata yang semakin deras. Aldi mengeryit dahinya bingung.
Salsa pun memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Aldi.
__ADS_1
Flashback
Setelah papa Salsa tahu jika Salsa dan Aldi putus Papanya berubah menjadi kasar.
dan tiba tiba rentenir datang kerumahnya untuk menagih hutang, siapa yang tahu kalau ternyata setelah Aldi melunasi semua hutang papanya itu papanya akan mengambil hutang lagi.
Salsa yang kebetulan baru pulang itu pun merasa heran dengan orang orang yang sedang berada di rumahnya.
"Papa ada apa?" Tanya Salsa yang memang tidak tahu apa apa.
"Putri Lo cantik juga, kayaknya cocok sama gue" ucap Bagas ketika melihat Salsa, Salsa yang di tanpa seperti itu pun semakin bingung.
"Hai cantik" Sapa Bagas sambil mencolek dagu Salsa. "Jangan pegang pegang" Salsa menepis kasar tangan Bagas. "Galak juga" Ucap Bagas dengan senyuman liciknya.
"Lo kasih putri Lo buat gue, dan Hutang Lo lunas beserta bunganya" Ucap Bagas, Terlihat Papa Salsa yang sedang berfikir sejenak terus akhirnya terseyem. "Boleh Lo ambil aja" Ucap Gilang dengan santainya.
"Maksud papa apa?" Tanya Salsa dengan nada yang sedikit tinggi.
"Papa kamu itu punya hutang sama saya karena ngga bisa bayar jadi kamu yang akan digunakan untuk bayar" Mendengar pernyataan dari Bagas, Salsa membulatkan matanya tidak percaya.
"Papa tega nukar Salsa dengan uang?" Tanya Salsa tidak percaya. "Punya anak gadis cantik kalau ngga dimanfaatin terus buat apa?" Tanya Gilang dengan Santainya.
"Emang kamu bakal sanggup kalau harus bayar hutang papa kamu yang jumlahnya tidak sedikit itu? ha? Lima Ratus Juta" Ucap Bagas sambil mengangkat kelima jarinya di hadapan Salsa.
Mendengar nominal yang sangat banyak disebutkan oleh Bagas, Salsa seketika mebulatkan matanya karena terkejut.
"itu semua salah kamu karena kamu melepaskan anaknya Putra itu dengan mudahnya" Tutur Gilang.
"Papa bilang ini semua salah Salsa? asal Papa tahu, Salsa di sekolah itu dicampakkan dan dibenci sama Aldi itu semua gara-gara apa? gara-gara Salsa melindungi papa dan Salsa harus berpura-pura mengaku kalau semua itu adalah Ego Salsa yang ingin mendapatkan dia, Supaya apa? itu semua karena Salsa melindungi papa supaya papa tidak dipenjarakan karena sudah menipu Aldi" Terang Salsa panjang lebar, tak pipinya sudah basah karena jejak air matanya.
"Dan sekarang papa malah nyerahin Salsa sama si brengsek ini" Imbuh Salsa sambil menunjuk ke arah Bagas.
"Sudahlah cantik, menuding sekarang kamu ikut sama aku saja" Ucap Bagas sambil tersenyum dan memegang tangan Salsa.
Salsa memberontak namun tenaganya tidak lebih kuat dari pada tenaga Bagas.
"Kalian berdua, bawa gadis ini kemobil!" peritah Bagas sambil berjalan mendahului masuk ke dalam mobil, dan dua bodyguardnya itu pun menyeret Salsa dengan paksa menuju ke dalam mobil.
-
-
-
-
-
-
-
-
Tandai typo suka males kalo cek ulang hehehehe
jangan lupa tinggalin jejak
semakin cepat like nya maka semakin cepat pula updet nya.
pembaca cerdas pasti tau yang diinginkan author.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel baru author yang berjudul DaRain Love Story
oke.