My Crazy Wife

My Crazy Wife
Bab 6


__ADS_3

"Aku memang tidak melihat wajah pembunuhnya, tapi aku masih ingat ia memakai helm pembalap," kenang Janaka


Dama yang sengaja menguping pembicaraan mereka langsung membelakakan matanya. Dama merasakan tubuhnya panas dingin saat mendengar ucapan Janaka. Ia bisa menembak jika pelaku yang menabrak Janaka adalah Khalif putranya. Sebagai ibunya ia sangat mengenal pribadi temperamen putra tunggalnya itu. Namun ia benar-benar tak mengira jika Khalif nekat membunuh Janaka demi mendapatkan Hawi Corporation.


Mengetahui putranya dalam bahaya, Dama segera menghubunginya.


"Kamu dimana?" tanya Dama dengan nada ketus


"Di sirkuit lah mah lagi latihan memangnya kenapa?" jawab Khalif dengan nada tak bersalah


"Temui mamah di kafe biasa sekarang!" seru Dama kemudian menutup ponselnya


Wanita itu kemudian bergegas pergi meninggalkan rumah sakit menemui putranya.


Dama menghentikan mobilnya di sebuah kafe. Tidak lama menunggu Khalif datang menggunakan motor sportnya.


*Plaakkk!!


Sebuah tamparan mendarat di wajah Khalif menyambut kedatangan pria itu.


Khalif tersenyum smirk menatap wajah ibunya.


"Aku tak menyangka kenapa kamu bisa melakukan tindakan bodoh tanpa berdiskusi dulu denganku,"


"Aku tak mengerti apa yang mamah ucapkan," jawab Khalif tampak sambil memegangi pipinya yang masih terasa panas


"Aku tahu kau mencoba membunuh Jan dengan ibunya dengan menabraknya,"


"Jangan fitnah, memangnya apa buktinya jika aku yang menabrak Janaka?" jawab Khalif


"Jan sudah siuman, dia mengatakan jika orang yang menabraknya menggunakan pakaian pembalap dan menutupi mukanya dengan helm,"


"Kalau hanya itu saja tidak bisa menjamin aku sebagai pelakunya. Lagipula seharian ini aku sibuk latihan untuk pertandingan ku minggu depan, kalau mamah gak percaya silakan tanyakan sama Martin," jawab Khalif


" Aku sudah mengenal mu dari bayi dan aku tahu kau adalah orang yang bersedia melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kau inginkan. Mungkin kau bisa membohongi orang lain dengan mengatakan bukan kau pelakunya dengan berbagai alibi yang sudah kau siapkan. Tapi aku tahu benar jika orang yang menabrak Janaka adalah kamu," tegas Dama


Mengetahui ia tak bisa membohongi ibunya, Khalif pun mengakui perbuatannya kepada ibunya.


"Meskipun kamu sudah menghancurkan semua batang bukti namun tetap saja yang namanya kejahatan pasti memiliki celah. Kau tahu kan jika ayahmu adalah orang yang sangat gigih. Aku memang tidak bisa membaca pikirannya namun aku tahu saat ini pasti ia mulai mencurigai mu," Dama tampak menggerakkan jari-jarinya tangannya mencoba mencari solusi permasalahan yang dihadapinya


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Khalif


"Nikahi gadis itu, aku rasa hanya itu jalan satu-satunya untuk mengalihkan perhatian publik yang mungkin akan menuduh mu sebagai pelaku penabrakan mobil Janaka,"


"Tapi Bu...." jawab Khalif merengek berharap ibunya akan mencarikan solusi lain.

__ADS_1


Namun tak ada solusi lain yang ditawarkan oleh Dama. Wanita itu tetap kekeuh ingin Khalif menikahi gadis itu.


"Anggap saja itu sebagai pernikahan kontrak. Setelah kita berhasil mendapatkan HAWI Corporation maka kau boleh menceraikannya," jawab Dama


"Lalu bagaimana dengan Janaka??"


"Kau tidak perlu khawatir, biar Ibu yang akan membereskannya. Yang penting sekarang, kau harus mendekati gadis itu dan menikahinya, itu saja. Selebihnya biar ibu yang urus,"


Dama segera bergegas pergi setelah menjelaskan rencananya kepada Khalif.


......................


Malam itu, Janaka meminta Mutia untuk pulang. Ia tak tega melihat kekasihnya itu kelelahan menjaganya.


"Sebaiknya kau istirahat di rumah saja, lagipula ada Andre yang menjagaku jadi kau bisa pulang sekarang," ucap Janaka mengusap lembut wajah Mutia


"Baiklah kalau begitu. Tapi kamu harus istirahat juga, biar cepat sembuh," jawab Mutia


"Iya sayang, makasih ya udah jagain aku seharian. Dan juga aku minta maaf karena sudah membuatmu sedih karena pernikahan kita tertunda. Tapi aku janji akan segera menikahi mu setelah kondisi ku benar-benar pulih,"


"Iya sayang gak usah mikir itu dulu yang penting kamu sembuh dulu, itu udah cukup bagiku," jawab Mutia


"Terimakasih sayang, beruntung sekali aku memiliki calon istri yang cantik dan pengertian seperti dirimu,"


Janaka kemudian meminta Andre untuk mengantar Mutia pulang.


Saat Mutia pergi Janaka meminta seorang perawat untuk menemaninya menemui ibunya di kamar mayat.


Ia tampak berkaca-kaca saat melihat ibunya yang terbaring kaku di depannya.


Tangisnya seketika pecah saat mengingat kebersamaan dengan ibunya itu. Meskipun tak bisa memeluknya, namun bisa melihat wajah ibunya sudah membuat Jan sedikit terhibur.


"Jika benar dia yang sudah menabrak kita, maka aku janji akan membuat ia membayar mahal karena sudah memisahkan kita," ucap Janaka mengusap air matanya


...----------------...


Sementara itu tanpa sepengetahuan Dama, Khalif mengunjungi Janaka di rumah sakit.


Ia sengaja menggunakan topi dan kacamata hitam agar orang-orang tak mengenalinya.


Namun ada yang aneh saat Khalif memasuki paviliun kenanga tempat Janaka di rawat. Sepanjang perjalanan ia tak melihat seorang pun disana, bukan hanya dokter, perawat, ataupun pengunjung. Bahkan semua ruangan tampak kosong dan hanya ruangan Janaka yang terisi.


Khalif berpikir jika itu sengaja dilakukan oleh ayahnya agar Janaka bisa nyaman berada di rumah sakit.


"Cih, bahkan dia sampai mengosongkan satu lantai demi putra kesayangannya," gumam Khalif semakin memancarkan kebenciannya kepada sang ayah.

__ADS_1


Namun saat mendekati ruang perawatan Janaka, ia melihat ada asap yang mengepul dari ruangan Janaka.


"Tolong!!"


Terdengar suara Janaka meminta tolong berusaha menggedor-gedor pintu kamarnya yang terkunci.


Janaka tersenyum saat melihat kedatangan Khalif dan memintanya untuk membuka pintunya.


Khalif begitu terkejut saat melihat api yang berkobar di ruang perawatan Janaka.


"Tolong buka pintunya Al!" seru Janaka menggedor-gedor kaca pintunya.


Khalif berusaha membuka pintu itu. Namun saat teringat perkataan Ibunya ia langsung berhenti mendobrak pintu rumah sakit.


"Jangan pergi Al, Al!" seru Janaka


Melihat Khalif berlari pergi Janaka berusaha untuk menyelamatkan dirinya.


Tanpa berpikir panjang Janaka menerobos kaca dan terjun bebas dari jendela.


*Brakkk!!


Ia jatuh tepat diatas sebuah truk milik salah seorang pengunjung rumah sakit.


Mengetahui Janaka lolos beberapa pria bertubuh kekar segera mengejar truk tersebut.


Sebuah mobil sedan sengaja berhenti di depan truk.


Janaka yang menyadari nyawanya sedang terancam, berusaha kabur, namun sayangnya para pria itu lebih dulu menangkapnya.


Mereka menyeret Janaka turun dari truk dan menodongkan pistol kearahnya.


*Door!!


Seketika tubuh Janaka jatuh dari dari atas jembatan dan terbawa arus sungai.


"Apa kita perlu turun untuk memastikan dia mati atau tidak?"


"Tidak perlu, aku rasa dia tak akan selamat karena terbawa arus banjir,"


**********


Berita kebakaran rumah sakit Harapan sehat tempat Janaka di rawat membuat Handoko kembali mengalami serangan jantung, ia bahkan sampai tak sadarkan diri beberapa hari saat mengetahui putra kesayangannya tewas dalam kebakaran tersebut.


Beberapa media bahkan mengatakan jika Khalif ada kaitannya dengan kebakaran di rumah sakit Harapan Sehat. Berita ini dikuatkan dengan cctv rumah sakit yang menunjukkan pria yang mirip Khalif berada di tempat kejadian saat kebakaran terjadi.

__ADS_1


__ADS_2